Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kelola Sampah Plastik Jadi Bata Tempel dan Produk Interior

Bali Tribune / BATA - Proses pembuatan bata tempel berbahan sampah plastik yang dilakukan Sukla Projek di Desa Besakih, Rendang, Karangasem.

balitribune.co.id | AmlapuraMenyikapi tingginya volume sampah plastik di Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem/GoTo Impact Foundation, sebuah organisasi penggerak dampak, meluncurkan proyek Sukla Mahayuning Loka Bali, yang bertujuan untuk mengembalikan kelestarian jagat Bali, lewat sistem pengelolaan sampah di area Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Proyek ini fokus mengolah sampah plastik yang ditolak atau tidak bisa didaur ulang, menjadi Bata Tempel dan produk interior mewah yang bernilai ekonomi tinggi.  Proyek ini didesain sebagai percontohan agar bisa diadopsi dengan mudah oleh destinasi wisata lain di seluruh jagat Bali.Desa Besakih adalah rumah untuk pura terbesar di Indonesia yaitu Pura Agung Besakih yang berperan sebagai tempat ibadah dan wisata kelas dunia. Dengan total populasi sebanyak 7.564 penduduk serta dikunjungi 600 pemedek dan pelancong setiap harinya, dimana area ini diperkirakan memproduksi sampah sebesar 7,5 ton/hari dari sampah residensial dan upacara adat di pura.

Dari total jumlah sampah yang diproduksi, hanya 6,78 persen sampah yang terkelola dan sisanya dibuang ke tempat pembuangan sampah terbuka. Setiap pemangku kepentingan sudah melakukan tugas masing-masing, mulai dari desa dinas sampai pura. Namun, usaha tersebut masih dilakukan sendiri-sendiri.

Setiap pemangku kepentingan sudah melakukan tugasnya masing-masing, seperti pengurus desa yang sudah membangun TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuce, Recycle) dan pengempon (pengelola) pura yang sudah melakukan pengangkutan sampah setiap harinya. Namun, usaha tersebut masih dilakukan sendiri-sendiri, belum terintegrasi secara sistematis dari hulu sampai hilir sehingga proses pengelolaan belum optimal.

Melihat kondisi ini, Monica Oudang, Chairperson dari GoTo Impact Foundation menyampaikan, ”Setelah tiga tahun berjalan, GIF menyadari bahwa upaya yang dilakukan sendiri-sendiri tidak cukup untuk menghasilkan perubahan sistemik jangka panjang. Oleh karena itu, GIF menghadirkan CCE yang menggunakan pendekatan innovation ecosystem sebagai cara baru untuk menjawab permasalahan di Desa Besakih. Lewat CCE, kami berusaha memobilisasi dan menyatukan para pembuat dampak, pendanaan, pengetahuan, dan keahlian guna mengatasi permasalahan sampah yang kompleks, dengan lebih cepat, berkelanjutan, dan dalam skala besar,” ungkap Monica, Minggu (12/11).

Pada 2023, CCE memfokuskan upaya intervensi ekonomi sirkular bersama mitra strategis kami, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf), menyasar pengelolaan sampah di kawasan strategis destinasi wisata.

Olivia Padang, selaku perwakilan dari konsorsium changemakers penggagas Sukla Project menjelaskan bahwa Sukla Project akan menggabungkan metode pengelolaan sampah secara konvensional dan non-konvensional melalui tiga solusi utama, yaitu Rekayasa teknologi pengolahan sampah dan residu menjadi RDF (Refuse-Derived Fuel). Teknologi ini bisa meningkatkan efisiensi pemilahan dan mengubah limbah residu secara efektif menjadi bahan bakar co-firing, sehingga menghasilkan solusi energi baru terbarukan yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Menciptakan produk ramah lingkungan dari plastik bernilai rendah dan mempromosikan penggunaan produk tersebut ke bisnis HORECA (Hotel, Restoran, dan Kafe), mendorong pariwisata berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi di Bali. Melakukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal, peziarah, dan wisatawan pura di Desa Besakih untuk mengelola sampah dari sumber.

“Proyek percontohan yang kami gagas bersama GIF diharapkan dapat menekan potensi terjadinya kebakaran di TPS, mengurangi risiko banjir akibat sumbatan sampah, mencegah kebocoran sampah ke laut saat musim hujan, berkontribusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, serta memberikan nilai ekonomi bagi pihak yang terlibat,” ungkap Olivia.

wartawan
AGS
Category

BPBD Buleleng Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih ke Sinabun

balitribune.co.id I Singaraja - Laporan cuaca Stasiun Klimatologi Bali per 31 Agustus 2026 yang menunjukkan sejumlah wilayah Bali mengalami hari tanpa hujan hingga kategori kekeringan ekstrem mulai dirasakan disejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng. 

Kondisi tersebut ditandai dengan berkurangnya ketersediaan air bersih, salah satunya dialami warga Banjar Dinas Menasa, Desa Sinabun, Kecamatan Sawan.

Baca Selengkapnya icon click

Ratusan Ribu Warga Bali Terima Bantuan Beras

balitribune.co.id I Denpasar - Perum BULOG Kantor Wilayah Bali mulai menyalurkan Bantuan Pangan alokasi Juli hingga September 2026 kepada ratusan ribu masyarakat penerima manfaat di seluruh Bali.

Program tersebut ditargetkan menjangkau 302.397 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total beras yang disalurkan mencapai 9.071.910 kilogram atau sekitar 9.071 ton.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pengawasan Ketat Balai Karantina Selamatkan Burung Liar dari Ancaman Perdagangan Ilegal

balitribune.co.id I Denpasar - Upaya menjaga Bali dari lalu lintas ilegal satwa liar sekaligus menyelamatkan populasi burung dari ancaman perdagangan ilegal mendapat pengakuan internasional. Balai Besar Karantina Bali menerima penghargaan dari "International Union for Conservation of Nature Species Survival Commission Asian Songbird Trade Specialist Group" (IUCN SSC ASTSG).

Baca Selengkapnya icon click

Percepat Penanganan Kebakaran, Damkar Denpasar Tambah 2 Pos Baru

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Denpasar terus memperluas jangkauan pelayanan penanganan kebakaran dan penyelamatan. Tahun ini, menambah dua pos pemadam kebakaran baru yang berlokasi di Sekar Tunjung, Kesiman dan Kelurahan Serangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

13 Ekor Anjing Liar Disterilisasi di Setra Badung

balitribune.co.id I Denpasar - Sebanyak 31 ekor hewan, yang terdiri dari 25 ekor anjing dan 6 ekor kucing disterilisasi oleh petugas Dinas Pertanian Kota Denpasar di Setra Badung, Denpasar, Senin (31/8/2026). Menariknya, dari total anjing yang disterilisasi, 13 ekor di antaranya merupakan anjing liar yang ditangkap di seputaran area Setra Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.