Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kembangkan Usaha Produktif dari RPL - Kantor Ketahanan Pangan Studi Banding ke Kota Malang

BERSAMA - Studi banding Kantor Ketahanan Pangan bersama kelompok wanita dan unsur sekolah ke Kota Malang.

Amlapura, Bali Tribune

Kantor Ketahanan Pangan menjadi salah satu organ penting dalam menjaga keberlangsungan serta ketersediaan pangan di Karangasem, terlebih lahan basah yang dimiliki Karangasem hanya 8 persen dari total luas wilayahnya. Untuk itu Kantor Ketahanan Pangan dituntut untuk terus berinovasi dalam pengembangan teknologi pertanian tepat guna termasuk instrumen penunjangnya.

Sebelumnya, Kantor Ketahanan Pangan Karangasem berhasil menemukan teknologi pertanian tepat guna dengan pengembangan Drift Sistem dan Pertanian Terintegrasi dengan perikanan. Dengan Drift Sistem ini memungkinkan masyarakat dalam hal ini Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tinggal di wilayah tandus seperti Kecamatan Kubu dan Desa Seraya untuk bercocok tanam dan membudidayakan jenis tanaman lahan basah seperti sayur mayur bahkan padi, karena sistim ini hanya membutuhkan sedikit air.

Di tahun anggaran 2016 ini Kantor Ketahanan Pangan Karagasem melaksanakan kegiatan Demplot Rumah Pangan Lestari (RPL) dan demonstrasi pengolahan pangan non beras, dimana untuk mengawali kegitan tersebut telah dilaksanakan berbagai pelatihan dengan melibatkan kelompok wanita dan sekolah binaan.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Karangasem, Ir. I Putu Sutha Antara, Kamis (14/4), menjelaskan, untuk melengkapi teori dan praktik yang diperoleh peserta selama pelatihan, pihaknya pada 24-26 Maret lalu juga telah melaksanakan kunjungan lapangan atau Studi Banding ke kelompok RPL dan pengolahan pangan lokal Kelompok Wanita Melati Putih II, di Kelurahan Bandung Rejo, Kecamatan Sukun, Kota Madya Malang, Jawa Timur. Keberhasilan kelompok pelakasana RPL  tersebut bahkan sudah mendapatkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden RI.

Berbagai pengalaman dan ilmu penting diperoleh dalam studi banding RPL yang melibatkan 30 orang peserta dari kelompok wanita, unsur sekolah dan pendamping teknik RPL tersebut. Dimana pemerintah daerah perlu memfasilitasi Kelompok RPL di Karangasem dalam hal pemasaran dan pengolahan hasil panen tanaman pangan dari seluruh kelompok RPL. “Kalau di Kodya Malang, hasil pertanian kelompok RPL disalurkan ke UKM untuk selanjutnya diolah menjadi pangan lokal oleh-oleh khas Kota Malang. Artinya outputnya ada. Itu yang akan kita kembangkan di Karangasem,” tegas Sutha Antara.

Jika pola yang dikembangkan oleh Kelompok Wanita Melati Putih II di Malang itu juga dikembangkan di Karangasem, maka pihaknya meyakini akan memberikan nilai ekonomi termasuk pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan usaha produktif memalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga. Selama ini teknologi pertanian Drift Sistem dan Pertanian Terintegrasi dengan Perikanan yang ditemukan dan dikembangkan pihaknya terhadap kelompok RPL yang ada di Kubu dan kecamatan lain sudah berhasil, tinggal bagaimana mengembangkan itu menjadi usaha produktif.

wartawan
habit/adv
Category

Dari Jurnalis untuk Suwat, Nonok Usung Kepemimpinan yang Turun ke Masyarakat

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah 14 tahun berada di bawah kepemimpinan yang sama, Desa Suwat kini memasuki momentum penting untuk menentukan arah baru. I Putu Darmendra alias Nonok (38) maju sebagai calon Kepala Desa Suwat dengan membawa semangat perubahan melalui gerakan LAGAS, Lan Bangun Suwat Sareng-Sareng.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Gus Par Ajak Warga Kubu Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

balitribune.co.id I Amlapura - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Bupati Gus Par secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat dalam Upaya Mencegah Kebakaran Lahan di Kecamatan Kubu, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kubu, Senin (31/8/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan di Desa Gelap Gulita, Dewan Pertanyakan Anggaran LPJU Rp15 Miliar

balitribune.co.id I Bangli - Masalah  penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Bangli yang masih terfokus pada satu wilayah, mendapat  sorotan tajam dari legislatif. Anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa, mempertanyakan pengelolaan dana penerangan jalan yang disebut mencapai sekitar Rp15 miliar, namun  disalah satu sisi kondisi sejumlah jalan terutama  di kawasan pedesaan justru masih minim penerangan atau gelap gulita.

Baca Selengkapnya icon click

Carut Marut Data Desil di Desa Jehem, Warga Tak Punya Rumah Justru Masuk Warga Mapan

balitribune.co.id I Bangli - Carut marut pendataan data desil bagi penerima bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah pusat  terjadi di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku Bangli. Pihak Pemerintah Desa Jehem menemukan adanya lonjakan data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil warga di lapangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.