Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kepala OJK Elyanus Kagumi Desa "Negeri di Atas Awan" Munduk

Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Elyanus Pongsoda

BALI TRIBUNE - Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda di sela-sela ramah tamah dengan media memuji keindahan Desa Munduk, Buleleng yang sejuk dan asri, Senin (17/12) malam. “Saya sudah sering ke Bali, tapi baru kali ini ke Munduk. Di Toraja Sulsel juga ada negeri di atas awan seperti di Munduk ini. Ini kekayaan dan keindahan alam indonesia yang luar biasa,” puji Elyanus yang tanggal 14 Desember 2018 lalu dilantik sebagai Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra menggantikan Hizbullah yang menduduki jabatan barunya di OJK Pusat.  Apa yang disampaikan Elyanus bukan tanpa sebab. Desa Munduk Buleleng bukan saja terkenal karena alamnya yang sejuk. Namun desa yang banyak meninggalkan jejak sejarah ini juga memiliki pemandangan alam yang indah dengan sejumlah air terjun,  danau (Danau Tamblingan) hingga produksi kopi yang sudah mendunia.  Bahkan banyak tokoh terkenal sempat datang ke Munduk, di antaranya Rabindranath Tagore, David Bowie hingga Jean Coteau termasuk Menteri Pariwisata RI Joop Ave serta Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmaja. Kedatangan puluhan tokoh nasional dan dunia ini dapat dilihat dari prasasti yang terpajang di Puri Lumbung Cottages, Munduk. Letaknya yang berada di ketinggian serta kerap ditutupi awan sehingga Munduk sering juga disebut sebagai Negeri Di Atas Awan. “Kopi Munduk didatangkan Belanda tahun 1870 dan sejak itu diekspor oleh VOC. Saat ini kopi Munduk banyak dijual ke Prancis,” jelas tokoh Munduk yang juga Ketua Pokdarwis Munduk Nyoman Sutarya saat menyampaikan pemaparan pada Gathering Media dan Ramah Tamah Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Senin (17/12) malam di Puri Lumbung Cottages, Munduk, Buleleng. Dalam acara yang berlangsung meriah dengan sejumlah pementasan tari-tarian Dikatakan Sutarya yang akrab disapa Mang Kok, pariwisata Munduk semakin menggeliat setelah berdirinya sejumlah sarana pariwisata di awal tahun 1990-an. Dan kini puluhan sarana wisata bertebaran di kawasan yang dikitari vegetasi cengkeh dan kopi ini. Bahkan air terjun Munduk yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter itu semakin ramai dikunkungi sejak saat itu. “Sebenarnya ada empat air terjun di desa ini, namun yang paling ramai dikunjungi Air Terjun Yeh Barak yang mengaliri Tukad Mendaung,” jelas Mang Kok yang juga pemandu wisata setempat.  Menurutnya kalau musim libur, ratusan wisatawan datang sambil mandi ke air terjun ini. Apalagi jalan menuju lokasi air terjun sudah cukup bagus sehingga kerap dipakai kegiatan tracking. Mang Kok menambahkan air terjun Tanah Barak (red coral) ini cukup banyak diminati karena airnya yang jernih. Dan beberapa turis mengaku setelah mandi di sini merasakan kesegaran yang beda. “Ada pula yang bilang setelah mandi, kulit terlihat lebih cerah. Jadi yang datang kalau tidak mandi biasanya mereka cuci muka karena airnya yang sangat jernih dan sejuk,” tambahnya. Menuju ke lokasi yang penuh rimbunan pohon ini, pengunjung cukup berjalan sekitar 700 meter. Meski medan berbukit, namun jalan yang ada sudah dikeraskan dengan beton. Meski demikian ia juga berharap suatu saat kelak Desa Munduk bisa memiliki Balai Budaya. "Hadirnya balai budaya minimal bisa dijadikan pusat seni dan kegiatan masyarakat desa," ucapnya berharap ada pihak yang membantu merealisasikan balai budaya tersebut. 

wartawan
Arief Wibisono
Category

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.