Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kerap Melukis Hingga Larut Malam, MB Santoso Ditemukan Tewas di Ranjang

Bali Tribune / Alm. MB Santoso

balitribune.co.id | Gianyar - Para perupa di Ubud, dikejutkan dengan temuan rekannya yang sesama pelukis, MB Santoso (35) dalam kondisi tidak bernyawa di kamar kontrakannya, Minggu (15/11) malam. Pelukis asal Malang ini, diketahui memang sering sendirian dan kerap suntuk melukis hingga larut malam. memastikan penyebab kematiannya, jenasah korban kini masih di otopsi di RSUP Sanglah, Denpasar.

Suliyanto, salah satu teman dekat korban terlihat sok mendapati korban sudah terbujur kaku. Malam itu, ungkapnya di hadapan petugas, dirinya diminta istri korban untuk memastikan kondisinya. Karena handphone korban tidak bisa dihubungi. " Saya juga susah menghubunginya. Karena itu saya langsung datangi tempat kontrakannya. Saya tak menyangka kalo Santoso meninggal. sehari sebelumnya sama saya jalan-jalan dan tidak mengeluhkan sakit," ungkapnya.

Disebutkan, sehari sebelumnya ia sempat menyambangi korban di rumah kontrakkannya di Banjar Silungan, Desa Lodtunduh, Ubud. Saat itu, dirinya diajak oleh korban untuk memperbaiki knalpot sepeda motor di sebuah bengkel yang berlokasi di Gianyar. Lanjut itu pergi ke Kampung Painting yang ada di Desa Batuan, Sukawati. Sorenya meraka kembali ke ke rumah kontrakan korban. “Saat itu Santoso baik-baik saja, saya sempat diminta memperbaiki spon kursi yang ada di rumah kontrakan tersebut,” ujarnya.

Malamnya, Meraka pun sempat makan bersama dna usai itu korban melakukan aktivitas melukis. Sekitar pukul 22.00 wita Suliyanto disuruh pulang oleh korban. ‘Besoknya hari minggu siang saya dan teman pelukis makan siang bersama. karena Santoso tidak hadir, saya sempat menelponnya namun tak ada jawaban,” ungkapnya.

Hingga minggu Malam, dirinya lantas di telpon istri korban dan disuruh menengok korban di rumah kontrakannya. Ia pun bergegas pergi ke rumah kontrakan korban dan mendapati pintu gerbang rumah tertutup. Setelah memanggil korban berulangkali tidak menyaut, dan pintu kamarnya terkunci, Suliyanto akhirnya berinisiatif melihat korban dari ventilasi. “Melihat tubuh korban dalam keadaan tengkurap dan tidak bergerak di atas ranjang, saya langsung beritahu teman-teman dan  juga Kadus Banjar Silungan untuk mengecek kondisi korban,” ungkapnya. Atas kejadian tersebut Kadus Banjar Silungan menghubungi Polsek Ubud guna proses lebih lanjut.

Kapolsek Ubud, Akp I Gede Sudyatmaja, membenakan temuan mayat tersebut. Menerima Laporan itu, pihaknya lantas menurunkan  personil Polsek Ubud untuk mendatangi tempat kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Setelah dilakukan pengecekan bahwa tubuh korban sudah dalam keadaan kaku, lalu didatangkan petugas PMI Cabang Gianyar membawa korban ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. “Korban telah meninggal dunia oleh dokter jaga di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, dan kini masih dalam proses identifikasi, sembari menunggu pihak keluarga korban,” jelasnya singkat.

wartawan
I Nyoman Astana
Category

Populasi Anjing Capai 95 Ribu Ekor, Badung Siapkan 115 Ribu Dosis Vaksin Rabies

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus mempercepat program vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), terutama anjing. Dari total 115 ribu dosis vaksin yang disiapkan, hingga kini baru sekitar 10 ribu dosis yang telah terealisasi di lapangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Generasi Tabanan Gemar Membaca

balitribune.co.id | Tabanan - Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai resmi mengemban tugas sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan periode 2026–2029. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (20/4/2026), yang dipadati ratusan siswa dan guru.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gumi Keris "Sesak", Penduduk 500 Ribu, Kendaraan Tembus 1 Juta

balitribune.co.id | Mangupura - Kepadatan lalu lintas di Kabupaten Badung kian sulit diurai. Salah satu penyebab utamanya adalah ketimpangan antara jumlah kendaraan bermotor dan jumlah penduduk. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Badung mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Gumi Keris telah melampaui 1 juta unit. Sementara itu, jumlah penduduk hanya berkisar 500 ribu jiwa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.