Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

imlek
Bali Tribune / BARONGSAI - Atraksi barongsai mewarnai suasana perayaan Imlek di Kong Co Bio Tabanan pada Selasa (17/2)

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Sejak Selasa (17/2) pagi, warga yang mengenakan busana dominan warna merah terus memadati area vihara sebagai simbol pengharapan akan keberuntungan di tahun yang baru. 

Persembahyangan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak malam pergantian tahun yang puncaknya ditandai dengan doa bersama tepat pada pukul 24.00 Wita. 

Pengurus Vihara Putu Alit Sueca, memperkirakan peningkatan jumlah pengunjung yang berasal dari dalam maupun luar wilayah Tabanan dibandingkan hari biasa. Kerumunan umat ini biasanya mulai mencapai puncak kepadatan menjelang siang hari. 

“Kalau diperkirakan sejak kemarin sampai hari ini ada ribuan umat yang datang. Biasanya setelah pukul 10 pagi jumlahnya semakin ramai,” ujar Alit Sueca.

Selain itu, sisi unik perayaan Imlek di Tabanan yang menonjol adalah penggunaan canang sebagai sarana pelengkap dupa. Alit menjelaskan bahwa adaptasi budaya ini terjadi secara alami karena pengaruh lingkungan tempat tinggal umat yang sudah sangat menyatu dengan adat istiadat di Bali. 

“Canang kan ada bunganya, jadi itu digunakan untuk sarana, kalau di daerah lain bunga bentuk beda lagi sesuai budaya dimana tinggal,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan ritual di empat titik persembahyangan, umat juga melaksanakan prosesi pembakaran uang kertas atau Kim Cua. Tradisi ini dilakukan secara khidmat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala nikmat kesehatan serta rezeki yang telah diterima sepanjang tahun sebelumnya.

Suasana perayaan semakin meriah dengan adanya atraksi barongsai dan tari naga (liong) yang dibawakan oleh anak-anak Sanggar Pusaka Cattra Tabanan di halaman vihara. Hiburan tradisional Tionghoa ini menarik perhatian banyak warga sekitar yang datang untuk menyaksikan kemeriahan momen tahunan tersebut.

Ia mengatakan, rangkaian kemeriahan Imlek di Tabanan tidak berhenti sampai di sini saja karena masih ada Cap Go Meh. Pemerintah daerah dan pihak yayasan sudah menjadwalkan agenda festival dengan melibatkan partisipasi publik lebih luas untuk perayaan Cap Go Meh pada Maret 2026 mendatang. “Nanti ada festival jalan kaki ke areal panggung GWS (Garuda Wisnu Singasana),” pungkasnya.

wartawan
JIN
Category

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terdeteksi Terlibat Judol dan Pinjol, Puluhan Warga Buleleng Kehilangan Hak Penerima Bansos

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah warga Buleleng terpaksa kehilangan hak penerimaan bantuan sosial (Bansos) setelah mereka ditemukan terlibat dalam permainan judi online (judol). Tidak hanya itu, beberapa diantaranya juga terpaksa dicoret dari daftar penerima bansos akibat terdeksi penerima pinjaman online (pinjol). Hal itu diungkap Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.