Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Khawatir Tanaman Rusak, Kebun Raya Jagatnatha Ditutup

Bali Tribune/pam
Kebun Raya Jagatnata Jembrana

Negara | Bali Tribune.co.id - Kendati setelah pembangunannya berakhir tahun 2018 lalu kunjungan ke Kebun Raya Jagatnatha Jembrana sudah ramai, namun kini Kawasan Kebun Raya Jagatnatha Jembrana ditutup untuk umum. Pengumuman permakluman atas penutupan untuk umum terhadap kawasan kebun raya yang juga merupakan kawasan Pura Jagatnatha Kabupaten Jembrana ini pun telah ditempel pada pintu masuk. Pengelola mengaku khawatir tanaman akan rusak sebelum kebun raya dilaunching.

Pantauan di areal Kebun Raya Jagatnatha Jembrana di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Selasa (12/3), tampak pintu masuk Kebun Raya Jagatnatha Jembrana ditutup. Pengumuman penutupan sementara Kebun raya Jagatnatha Jembrana tertempel disetiap pintu masuk. Dalam pengumuman permakluman yang ditandatangi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jembrana I Wayan Sudiartha itu disebutkan untuk semenatara waktu Kebun Raya Jagatnatha Jembrana tidak dibuka untuk umum karena masih tahap perbaikan penyelesaian kontruksi bangunan yang ada didalam kawasan kebun raya. Saat ini Kebun Raya Jagatnatha masih dalam tahap pemeliharaan serta belum dilaunching. UPTD Pengelola Kebun Raya Jagatnatah juga baru diisi pada mutasi pejabat yang digelar pertengahan Februari lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana I Wayan Sudhiarta dikonfirmasi Selasa (12/3) mengakui pihaknya mengeluarkan pengumuman permakluman penutupan Kebun Raya Jagatnatha Jembrana tersebut. Kendati ditutup untuk umum, namun bagi para pemangku yang bertugas, pemedek atau umat yang berkepentingan untuk  bersembahyangan  di Pura Jagatnatha tetap diijinkan masuk kekawan kebun raya.

Pihaknya juga mengaku saat ini masih berlanjut tahap pemeliharaan terhadap kebun raya yang dibangun atas kerjasa Pemkab Jembrana dengan pemerintah pusat melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).  “Kita  sengaja melarang  pengunjung untuk  masuk, kecuali untuk kepentingan  persembahyangan dipura jagat itu, karena  alasan masih tahap kelanjutan pemeliharaan kebun raya,” jelasnya.

Pihaknya juga mengakui sejak kebun raya seluas  6 hektare itu dibangun tahun 2017 lalu, hingga kini memang belum dilaunching lantaran masih  berlanjut penanaman pohon langka dan pohon usada yang menjadi tematik kebun. Ia menyatakan selama ini Kebun Raya Jagatnatha Jembrana memang sudah ramai dikunjungi. Namun karena pengunjung kerap berada diareal pepohonan yang sudah ditanam, pihaknya khawatir pohon akan rusak bahkan mati. “Khawatirnya pohon disandari atau diinjak sehingga  bisa mati, untuk menghindari itu kita permaklumkan untuk tidak dibuka untuk umum,” ungkapnya.

Untuk masa waktu pemeliharaan dipastikannya akan memerlukan waktu hingga beberapa bulan kedepan. “Diperkirakan hingga Agustus mendatang. Tentunya  setelah dilanching Kebun Raya akan kami buka kembali untuk umum,” tandasnya. pam

wartawan
habit
Category

Ubah Sawah Dilindungi Jadi Villa, Pajak Bisa Berlipat Ganda

balitribune.co.id | Mangupura - Pemkab Badung mulai menyiapkan langkah keras terhadap pemanfaatan lahan sawah yang menyimpang dari tata ruang. Pemilik lahan yang mengubah sawah, termasuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD), menjadi vila atau bangunan komersial terancam dikenakan pajak berlipat hingga pembongkaran bangunan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tunggakan Iuran BPJS Disorot, Kejari Buleleng Siap Dampingi Penagihan Peserta Mandiri

balitribune.co.id | Singaraja - Peserta BPJS Kesehatan kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang masih menunggak iuran kini menghadapi proses penagihan yang lebih serius. BPJS Kesehatan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk memberikan pendampingan hukum dalam upaya menagih tunggakan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penataan Sasana Budaya Akhirnya Dilanjutkan, Sedot Anggaran Rp15 Miliar

balitribune.co.id | Bangli - Sempat menjadi pertanyaan masyarakat luas terkait kelanjutan penataan Sasana Budaya Giri Kusuma yang beralamat di Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga Bangli akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Bangli  pada tahun 2026 kembali  mengalokasikan anggran senilai Rp15 Miliar untuk kelanjutan pembangunan tempat pementasan seni  budaya tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Dorong Efisiensi Anggaran, Desa di Klungkung Diminta Gali Potensi Lokal

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan jalannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah menyasar Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang dikunjungi, Selasa (15/9/2026).

Dua desa dipilih menjadi sampel monev di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Nyanglan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.