Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Konflik di Timur Tengah Dapat Berdampak Pada Perguruan Tinggi Pariwisata

Kunjungan wisatawan
MELAYANI - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pertengahan hingga akhir Maret 2026 rata-rata melayani lebih 62 ribu pergerakan penumpang

balitribune.co.id I Badung - Perguruan tinggi pariwisata mulai mengkhawatirkan dampak dari konflik geopolitik di Timur Tengah jika terjadi berkepanjangan. Pasalnya, ketegangan antarnegara di Timur Tengah akan berpengaruh terhadap terbatasnya pergerakan masyarakat di negara-negara tersebut khususnya yang ingin melakukan perjalanan wisata ke suatu destinasi termasuk ke Bali. 

Hal itu akan membawa dampak pada penurunan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata yang tentunya memengaruhi tingkat hunian kamar hotel maupun akomodasi wisata lainnya di Bali. Jika ini terjadi, maka mahasiswa/mahasiswi pariwisata akan sulit untuk mendapatkan tempat magang. Mengingat, magang atau praktik langsung di industri merupakan suatu keharusan bagi mahasiswa/mahasiswi pariwisata. Demikian disampaikan Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja beberapa waktu lalu di Badung. 

"Memang dampaknya akan berpengaruh terhadap pariwisata terutama berpengaruh juga pada orang melakukan perjalanan mungkin terbatas dan pengaruhnya tingkat hunian di hotel menurun. Ada penurunan juga kami di pendidikan untuk mencari tempat magang akan berpengaruh juga," jelasnya. 

Kendati kunjungan wisatawan ke Bali saat ini belum mengalami penurunan, namun kekhawatiran akan dampak konflik sudah mulai muncul di kalangan pendidikan terutama di perguruan tinggi pariwisata. Berdasarkan data di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pertengahan Maret 2026 hingga akhir Maret 2026 rata-rata melayani lebih 62 ribu pergerakan penumpang per hari baik domestik dan internasional. Angka yang sama pada pertengahan hingga akhir Maret 2025 pergerakan penumpang rata-rata lebih 62 ribu per hari.

wartawan
YUE
Category

Darurat Ekologi Bali, Ratusan Mangrove Tahura Ngurah Rai Mati Serentak, Diduga Terpapar Limbah Kimia

balitribune.co.id | Denpasar - Ekosistem mangrove di kawasan selatan Bali, khususnya di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, tengah menghadapi kondisi yang disebut para peneliti sebagai darurat ekologis. Ratusan pohon mangrove di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara dilaporkan mati secara serentak pada awal 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menelusuri Jejak Rembesan Pipa di Balik Matinya Ekosistem Mangrove Kawasan Benoa

balitribune.co.id | Denpasar - Kerusakan tanaman mangrove seluas kurang lebih 60 are di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa kini memasuki tahap pendalaman lebih lanjut. Temuan lapangan pada titik koordinat 8°43'51.89"S dan 115°12'43.35"E itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Sabtu (21/2/2026) di Ruang Rapat Pelindo Benoa.

Baca Selengkapnya icon click

Operasi Sikat Agung, Polda Bali Amankan 181 Pelaku Kejahatan

balitribune.co.id I Denpasar - Polda Bali berhasil mengungkap puluhan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian dengan pemberatan (Curat) pada pelaksanaan Operasi Sikat Agung 2026 yang berlangsung dari 28 Januari 2026  hingga 12 Februari 2026. Polda Bali berhasil mengamankan puluhan unit sepeda motor, ponsel dan juga printer hasil kejahatan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Ekosistem Inovasi, BRIDA Tabanan Gelar Bimtek Jaring Indah dan Road to IGA 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jaring Indah (Jaringan Inovasi Daerah) sekaligus Road to Innovative Government Award (IGA), yang berlangsung di Ruang Rapat BRIDA Tabanan, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan para inovator Kabupaten Tabanan yang sebelumnya telah mengikuti Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana Tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click

Satu Dekade Menanti, Jegog Suar Agung Guncang Ribuan Penonton di Fukuoka

balitribune.co.id | Jakarta - Setelah sepuluh tahun tidak melakukan tur di Negeri Sakura, Jegog Suar Agung  kembali membawa musikal bambu khas Jembrana ke Jepang. Setelah dilepas secara resmi oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan pada hari minggu (15/2/2026),  Jegog Suar Agung mengawali pementasan perdana yang digelar di Toyota City , Fukuoka City yang dihadiri ribuan penonton warga Jepang yang memadati arena pertunjukan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.