balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) terus memantau kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Badung yang bekerja di Timur Tengah.
Kepala Disperinaker Kabupaten Badung, Anak Agung Yuda Dharma, Rabu (4/3/2026) mengatakan hingga saat ini belum terdapat laporan PMI asal Badung yang meminta pemulangan maupun mengalami permasalahan akibat situasi konflik di Timur Tengah. "Untuk antisipasi, kami melakukan verifikasi secara detail kepada pencari kerja yang akan berangkat ke luar negeri. Sementara pendataan PMI terpusat di BP3MI Bali," ujarnya.
Berdasarkan data, jumlah warga Badung yang bekerja di kawasan Timur Tengah tercatat sebanyak 125 orang pada tahun 2025, sementara pada tahun 2026 tercatat 16 orang.
Pemantauan kondisi PMI di luar negeri dilakukan melalui koordinasi intensif dengan BP3MI Bali sebagai instansi yang memiliki kewenangan monitoring pekerja migran di wilayah penempatan. "Monitoring kami lakukan melalui koordinasi dengan BP3MI Bali," jelasnya.
Hingga kini, Disperinaker Badung memastikan belum ada laporan PMI asal Badung di Timur Tengah yang terdampak konflik maupun mengajukan permintaan pemulangan. Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan PMI tetap terjaga.