Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Konservasi Energi Melalui Penataan Selubung Bangunan

Bali Tribune/ Frysa Wiriantari
Oleh: Frysa Wiriantari 
 
 
balitribune.co.id - Hampir seluruh masyarakat mengalami keresahan yang berkepanjangan, tingginya suhu saat ini memberikan efek hampir di semua sisi kehidupan. Kekeringan di banyak wilayah, munculnya berbagai penyakit hingga penggunaan energi yang berlebihan pada alat elektronik khususnya terkait dengan system tata udara (mengkonsumsi 50-70% energi dari keseluruhan energi yang dipergunakan dalam suatu bangunan). Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar bahkan  mencatat bahwa di bulan Oktober 2019 merupakan suhu panas tertinggi di wilayah Bali selama 30 tahun terakhir. Suhu tertinggi yang tercatat sebesar 35 derajat celcius, sedangkan suhu rata rata dalam 30 tahun terakhir adalah 34,9 derajat celcius. Peningkatan suhu ini  disebabkan karena posisi matahari yang berada di selatan katulistiwa yang meliputi Jawa dan Bali dan juga disebabkan  terbatasnya jumlah awan sehingga intensitas cahaya lebih banyak mencapai permukaan bumi tanpa terhalang.
 
International Energi Agency (Badan Energi Internasional) menyatakan diperlukannya upaya untuk memaksimalkan  penggunaan sumber daya yang yang terjangkau, murah, dan tidak habis pakai. Matahari sebagai sumber energi terbesar di bumi memiliki energi yang dapat diperbaharui (terbarukan) dengan jumlah yang tak terbatas dan mudah didapat. Energi matahari berupa sinar dan panas yang dapat dimanfaatkan untuk digunakan pada serangkaian teknologi seperti pemanas surya, fotovoltaik surya, listrik panas surya, arsitektur surya, dan fotosintesis buatan. International Energi Agency bahkan menyatakan bahwa matahari akan mengalahkan bahan bakar fosil dan menjadi sumber energi utama pada tahun 2050.
 
Pemanfaatan energi panas matahari sebagai sumber energi alternative akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi seluruh lapisan global. Penggunaan energi matahari akan  meningkatkan keamanan energi negara-negara melalui pemanfaatan sumber energi yang sudah ada, tidak habis, dan tidak tergantung pada impor, meningkatkan kesinambungan, mengurangi polusi, mengurangi biaya mitigasi perubahan iklim, dan menjaga harga bahan bakar fosil tetap rendah dari sebelumnya. 
 
Teknologi energi surya secara umum dikategorikan menjadi dua kelompok, yakni teknologi pemanfaatan pasif dan teknologi pemanfaatan aktif. Pengelompokan ini tergantung pada proses penyerapan, pengubahan, dan penyaluran energi surya. Contoh pemanfaatan energi surya secara aktif adalah penggunaan panel surya dan panel penyerap panas. Contoh pemanfaatan energi surya secara pasif meliputi mengarahkan bangunan ke arah matahari, memilih bangunan dengan massa termal atau kemampuan dispersi cahaya yang baik, dan merancang ruangan dengan sirkulasi udara alami.
 
Saat ini dimana semua alat memerlukan energi untuk dapat difungsikan, diperlukan adanya upaya upaya untuk melakukan penghematan terhadap penggunaan energi.  Energi sel surya adalah jawaban tepat dalam menciptakan kawasan yang ramah lingkungan. Energi surya bersifat abadi, dan gratis dalam tata surya kita ini. Menurut Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Andhika Prastawa, Kamis (20/6/2019), pemanfaatan energi surya di Indonesia baru 90 megawatt. Padahal potensinya rata-rata mencapai 1.350 kilowatt per jam per kilowatt peak per tahun. Benua Eropa, yang potensinya hanya 900 kilowatt per jam per kilowatt peak per tahun, pemanfaatannya sudah ribuan megawatt. Potensi di Indonesia jauh lebih besar dari di Eropa, tetapi sayangnya pemanfaatan di Indonesia jauh tertinggal bahkan oleh negara-negara tetangga. 
 
Teknologi aplikasi sel surya wajib untuk terus dikembangkan baik dalam inovasi chip sel surya sendiri maupun aplikasi pada bangunan khususnya pada selubung bangunan  dalam berbagai jenis material seperti : bahan atap, penutup facade bangunan (cladding dan curtain wall atau glass), canopy atau atrium.
 
Selubung bangunan sering kali diartikan sebagai elemen pembatas antara bangunan dengan lingkungannya. Elemen ini akan sangat mempengaruhi bangunan bukan hanya dari sisi tampilan atau fisik bangunan namun juga akan sangat berpengaruh dari kenyaman yang terbentuk di dalam ruangan. Elemen ini bisa mempengaruhi kualitas dan mengontrol kondisi dalam ruangan terlepas dari kondisi luar sementara. Sel surya pada  umumnya terintergrasi dengan  selubung bangunan pada bagian dinding, lantai, langit-langit, atap dan jendela karena pemasangan yang mudah dan banyak lagi perpindahan panas yang efektif 
 
Penggunaan  sel surya pada bangunan perumahan sangat dianjurkan bagi pengembangan energi surya solar cell di Indonesia terutama ditujukan bagi penyediaan energi listrik di daerah perdesaan. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau yang kecil serta banyak yang terpencil menyebabkan sulit untuk dijangkau oleh jaringan listrik terpusat. Dengan demikian, energi surya dapat dimanfaatkan untuk penyedian listrik dalam rangka mempercepat rasio elektrisasi desa. Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi listrik ditargetkan akan mencapai mencapai 1000 MW pada tahun 2025. Pada bangunan komersil, aplikasi modul-modul sel surya dapat  memanfaatkan  bidang bidang atap datar, lisplank overstack atau “rain screen cladding”, serta teknologi “Integrasi Bangunan” pada Glass-cladding (aplikasi “daylighting”)  & (aplikasi “photovoltaics) bersamaan secara terpadu dalam penghematan energi. Contoh:  sebuah bangunan perkantoran sewa yang mengaplikasikan modul-modul sel surya  dalam desain secara integrasi pada bangunan juga  sebagai bahan material penutup lisplank-lisplank overstack.
 
 
 
*) Penulis merupakan Dekan  Fakultas Teknik  Dwijendra University. 
wartawan
Redaksi
Category

Tak Segera Direlokasi, Pemkab Tabanan Ancam Putus Kabel Utilitas di Jalan Gajah Mada

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengeluarkan surat peringatan terakhir kepada seluruh penyedia jasa telekomunikasi (provider) yang menggelar jaringan utilitas di Jalan Gajah Mada, Kawasan Alit Saputra, dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click

Gandeng Poltrada Bali, Astra Motor Gelar Edukasi Safety Riding Bertajuk "Safe Ride, Safe Life"

balitribune.co.id | Tabanan – Astra Motor Bali bersama PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar seminar Safety Riding bertajuk “Safe Ride, Safe Life: Membangun Generasi Muda Pelopor Keselamatan Transportasi” di Kampus Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali, Tabanan, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Tertibkan Enam Warung Kumuh di Jalan Gatot Subroto Barat

balitribune.co.id | Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung melaksanakan penertiban terhadap sejumlah warung yang berdiri di sepanjang Jalan Gatot Subroto Barat, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Usut Kasus Dugaan Penipuan, Polda Bali Geledah Toko Emas Divine dan PT Emas Now

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali melakukan penggeledahan dan penyitaan di Toko Emas Divine serta PT Emas Now yang berlokasi di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan No. 8, Renon, Denpasar.

Langkah hukum ini diambil menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang melibatkan kedua perusahaan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Januari-September 2026, BPJS Ketenagakerjaan Gianyar Bayarkan Klaim JHT Rp167 Miliar

balitribune.co.id | Gianyar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Gianyar sepanjang Januari hingga September 2026 telah membayarkan manfaat klaim Jaminan Hari Tua (JHT) lebih Rp167 miliar. Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Gianyar, Venina di Gianyar baru-baru ini mengatakan, klaim sebesar lebih Rp167 miliar tersebut untuk 10.818 kasus pengajuan klaim hanya untuk program Jaminan Hari Tua.

Baca Selengkapnya icon click

Proyek PPN Pengambengan Resmi Dimulai

balitribune.co.id | Negara - Proyek penataan dan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi memasuki tahap konstruksi fisik. 

Proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market (IFP-IFM) Phase-I senilai Rp1,276 triliun ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Wahyu Sakti Trenggono, Selasa (29/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.