Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kopi Kintamani Buat Dunia 'Jatuh Cinta' di GPDRR Nusa Dua

Bali Tribune/ Kopi Kintamani diperkenalkan kepada seluruh peserta GPDRR-7 di Nusa Dua Centre, Nusa Dua



balitribune.co.id | Denpasar - Kopi Kintamani kebanggaan warga Bali mendunia di forum global GPDRR-7 di Nusa Dua pada 23-27 Mei lalu. Berbagai delegasi dari belahan dunia mengakui kecintaan mereka pada cita rasa khas yang dimiliki kopi Kintamani.

Berhubungan dengan perhetalan the 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang diadakan pada tanggal 23-27 Mei lalu, Bali ditunjuk sebagai tuan rumah forum global dan Indonesia menjadi negara pertama Asia yang menyelanggarakan acara ini. Hal tersebut dimanfaatkan sebagai sebuah momentum etalse bagi produk ekonomi kreatif Indonesia. Termasuk kopi Kintamani yang harum namanya sebagai salah satu kopi lokal terbaik.  

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandia Salahuddin Uno menyampaikan harapannya agar kopi Kintamani bisa diterima dan mendunia lewat forum GPDRR. Karena kedepannya, hal ini membantu meningkatkan ekspor kopi asal Indonesia ke dunia luar.

"Forum internasional itu bagus sekali dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kopi Indonesia kepada delegasi dari seluruh dunia, salah satunya kopi Kintamani. Dan banyak memang delegasi yang mengaku suka dengan aroma kopi kintamani," tutur Sandiaga.

Di area media center forum GPDRR, kopi Kintamani tersedia gratis kepada seluruh hadirin yang meramaikan forum ini. Peserta dipersilahkan mencoba biji kopi arabika pilihan.
Delegasi asing dan para peserta sendiri memiliki animo yang tinggi dengan cita rasa kopi kintamani yang khas dan asal Bali ini.

Salah satu pecinta kopi Kintamani, yakni Bertha Garcia, pegiat lingkungan hidup asal Peru membeberkan kesan yang didapatnya setelah menikmati kopi Kintamani. "Saya rela terbang 30 jam ke GPDRR dan baru pertama kali ke Indonesia. Kesannya setelah saya berkeliling dan mencoba makanan dan kopi Bali, ternyata enak," ujarnya pada (27/5).

Penikmat kopi Kintamani tak berhenti di Bertha, seorang jurnalis asal Zimbabwe, Walter Taurai Chari, mengatakan bahwa ini memang kesempatan pertamanya mencoba kopi Kintamani, tetapi Walter mengaku menyukainya.

"Ada beberapa kopi yang enak di Afrika, tapi kopi Kintamani juga enak. Saya meminumnya setiap hari selama berada di Indonesia," pungkasnya.

Kopi Kintamani merupakan jenis kopi arabika yang hidup dengan ketinggian 900 mdpl, di dekat lereng Gunung Batur,  Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Dimana kondisi tanah serta iklimnya mendukung bagi penanaman pohon kopi.

Kopi Kintamani memiliki cita rasa yang khas, yakni rasa pahit tak terdeteksi, unggul dari segi rasa dan kualitas, intensitas aroma yang kuat dan aromanya cenderung seperti segarnya buah jeruk.

Menurut Standar Nasional Indonesia (NSI) dan standar dari The Specialty Coffee Association of America (SCAA) mutu biji kopi Kintamani ialah mutu 1 dengan nilai cacat fisik kurang dari 5 per 30 gram.

wartawan
M2
Category

Ulah Konyol Bule Italia Berujung Deportasi

balitribune.co.d I Mangupura - Seorang warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial GI (24) resmi dideportasi oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai setelah videonya viral di media sosial karena melawan petugas kepolisian di Denpasar.

GI dipulangkan ke negara asalnya pada Selasa (28/4/2026) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute menuju Doha.

Baca Selengkapnya icon click

Tolak Gelar Ulang, Punglik: Perkara Sudah di Kejaksaan!

balitribune.co.id I Denpasar - Polemik dugaan penyerobotan tanah di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, kian memanas. Di saat perkara sudah memasuki pelimpahan tahap I ke Kejaksaan, muncul rencana dari Wassidik Bareskrim Polri untuk menggelar perkara ulang di Jakarta. Langkah ini langsung menuai kritik keras dari kuasa hukum pelapor, Nyoman Gde “Punglik” Sudiantara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.