balitribune.co.id | Negara - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya, menegaskan bahwa KPU sampai saat ini belum pernah mengirimkan informasi apapun ke masyarakat melalui chat Whatsapp (WA).
Dia mengatakan hal itu, Kamis (11/1), menanggapi beredar luas di masyarakat chat WA yang berisi file APK PPS Pemilu. Tentang hal ini, pihaknya juga memastikan chat tersebut merupakan modus kejahatan siber,
“Sekarang yang trendingnya pemilu, mungkin agar menarik sehingga file APK diklik pengguna WA,” ujarnya.
Pihaknya menyatakan KPU memang memiliki layanan pemberian informasi terbaru terkait kepemiluan melalui WA namun berupa WA chatbot dari KPU RI,
“Tidak ada pengiriman file APK ke pemilih. Yang dikirimkan sesuai menu chatbot saja yakni informasi kepemiluan terkini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus-modus penipuan melalui peretasan data tersebut.
“Sekalipun tulisannya PPS Pemilu kalau sudah file APK jangan pernah diklik, mohon waspada karena data di HP bisa diretas,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan modus penipuan yang marak terjadi saat ini adalah penipuan peretasan malware APK di smartphone. Bahkan untuk mengklabuhi pengguna gawai, pelaku selalu mengikuti trend yang berkembang di masyarakat. Jika sebelumnya pelaku mengirimkan file APK yang disamarkan berupa undangan pernikahan, blanko dan tilang digital/online, kini menjelang pemungutan suara Pemilihan Umum Legilsatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), pelaku kejahatan siber menyamarkan APK dengan nama file PPS Pemilu.
Dengan modus tersebut masyarakat dihimbau waspada terhadap penipuan APK bisa lewat PPS Pemilu. Pihak kepolisian di daerah kini tengah berupaya melakukan pencegahan.
Kasat Reskrim Polres Jembrana Agus Riwayanto Diputra mengaku untuk sementara di Kabupaten Jembrana belum ada pengaduan terhadap modus penipuan peretesan dan pencurian data (skiming) dengan modus terbaru tersebut. Namun pihaknya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.