Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kuncinya, Masyarakat Harus Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Bali Tribune/ Pangdam IX/Udaya Mayjen TNI Kurnia Dewantara saat meninjau Pasar Sanglah.
Balitribune.co.id | Denpasar - Untuk mendisiplinkan masyarakat di era tatanan kehidupan normal baru (new normal), Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara meninjau salah satu pusat kegiatan perekonomian masyarakat di Pasar Sanglah, Jalan Waturenggong, Dauh Puri Klod, Denpasar Selatan (Densel), akhir pekan lalu.
 
Turut mendampingi Pangdam, beberapa jenderal TNI AD bintang satu dan sejumlah unsur pimpinan dari tiga matra (darat, laut, dan udara). Di antaranya, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya, Irdam IX/Udayana Brigjen TNI Arudji Anwar, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, SH, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, SE, serta Danlanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb Radar Soeharsono.
 
Kedatangan Jenderal Kurnia Dewantara bersama rombongan disambut hangat Kepala Pasar Sanglah Anak Agung Ngurah Arya Wijaya, yang didampingi sejumlah pejabat dari instansi terkait.
 
Di sela peninjauan itu, Pangdam mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung pasar tersebut agar selalu disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Seperti, sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menggunakan hand sanitizer, mengecek suhu tubuh, selalu memakai masker dan face shield (bagi para pedagang), serta menjaga jarak aman (physical distancing) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
 
"Sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo, bahwa disamping terus berupaya untuk mempercepat terjadinya pemulihan dari Covid-19, juga diinstruksikan untuk pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, kami bersama-sama meninjau langsung bagaimana perekonomian masyarakat seperti di Pasar Sanglah ini," kata mantan Danseskoad itu.
 
Terkait dengan keberadaan pasar yang disinyalir menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19, Pangdam menegaskan, kuncinya hanya satu, yaitu disiplin dari para pedagang dan masyarakat yang belanja. Sehingga perlu dilakukan pengawasan secara ketat dan simpatik oleh aparat yang ditugaskan di pasar tersebut, baik dari unsur TNI-Polri maupun dari Pemda.
 
"Kepada masyarakat, karena kehidupan kita harus terus berjalan, ekonomi juga harus terus tumbuh maju, maka kuncinya hanya satu, yaitu disiplin. Dimana, masyarakat harus disiplin dalam menggunakan masker, disiplin menjaga jarak aman, dan disiplin mematuhi protokol kesehatan, agar tidak terpapar Covid-19," saran Pangdam.
 
Terkait program pasar gotong royong yang dicanangkan Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam mengapresiasi gagasan tersebut dan siap mendukung sepenuhnya. "Memang kita harus terus memberdayakan ekonomi masyarakat lokal, dimana pasar gotong royong merupakan suatu gagasan yang bagus, sehingga produk-produk dari masyarakat Bali bisa terserap di pasar, dan TNI-Polri tentunya harus mendukung upaya tersebut," tegas Pangdam.
wartawan
Djoko Moeljono
Category

Tok! Polresta Denpasar Larang Kembang Api di Malam Tahun Baru, Izin yang Sudah Terbit Akan Dicabut

balitribune.co.id | Denpasar - Warga Denpasar dipastikan tidak akan disuguhi pesta kembang api pada pergantian malam pergantian Tahun Baru 2026. Seiring pihak kepolisian Polresta Denpasar menegaskan tidak akan memberikan izin yang dikeluarkan untuk penggunaan kembang api. Kepastian ini disampaikan Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi menyusul terbitnya instruksi dari Kapolri Jenderal Pol.

Baca Selengkapnya icon click

Laksanakan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Gubernur Koster Matur Piuning di Pura Besakih

balitribune.co.id | Amlapura - Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali, Rabu (24/12/2025) pagi melaksanakan persembahyangan bersama sekaligus prosesi Matur Piuning di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, sebagai penanda diresmikannya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tren Pariwisata Global 2026, Wisatawan Menghindari Destinasi Padat

balitribune.co.id | Mangupura - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia melihat tren wisata global pada tahun 2026 cenderung untuk melepaskan diri dari stres. Orang-orang dari berbagai negara akan mencari tempat wisata atau destinasi yang benar-benar menghadirkan ketenangan dan pemulihan mental.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.