Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lampu hingga Gerobak Dirusak ODGJ

DIAMANKAN - ODGJ I Ketut Sika alias Dolar diamankan petugas Polsek Kota Bangli.

BALI TRIBUNE - Sejumlah tiitik lampu tanam milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli dirusak seseorang yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Selasa (28/8) dini hari. Selain merusak lampu taman ODGJ tersebut juga menghancurkan plang tukang kunci dan  gerobak kaca yang ada di halaman salah satu toko modernt yang beralamat di Jalan Nusantara Bangli. Dari informasi yang berhasil dihimpun ODGJ yang melakukan pengrusakan I Ketut Sika alias Dolar, yang merupakan warga Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga.Bersangkutan sebelumnya sempat dirawat di RSJP karena memukul pedagang ikan mujair di Pasar Kidul Bangli. Setelah merusak lampu taman dan gerobak kaca, Ketut Sika diamankan pihak kepolisian kemudian dirujuk ke RSJ. Sementara itu, pemilik gerobak kaca, Riyanto mengaku tahu kalau gerobaknya  rusak sekitar pukul 06.00 Wita. Pedagang sempol asal Malang ini memperkirakan gerobak di rusak sekitar pukul 02.00 Wita kebawah, karena pada pukul 01.00 Wita gerobak masih dalam kondisi bagus. "Jam 01.00 Wita saya melihat gerobak masih utuh i, kebetulan saya mau mengambil barang tertinggal di gerobak. Baru paginya saya satu gerobak sudah rusak," ungkapnya.  Mendapati gerobak rusak, Riyanto langsung mengangkutnya untuk diperbaiki. Lantaran gerobak rusak, untuk sementara dirinya absen berjualan. "Bagaimana mau jualan ,tempat memajang dagangan hancur  ujarnya seraya menambahkan gerobaknya berbahan alumunium tersebut kaca depannya hancurdan untuk kerugian sekitar Rp 500 ribu. Pihaknya mengaku mendapat informasi bahwa pelaku pengrusakan ODGJ. Karena itu pihaknya tidak kepikiran untuk lapor polisi. "Mungkin ini apes saya, biasa gerobak saya tutup pakai kain, kemarin lupa," imbuhnya.  Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DLH Bangli IB Sobia mengaku belum mengetahui insiden pengrusakan tersebut. "Kami belum cek, dan belum tahu berapa yang dirusak," jelasnya singkat. 

wartawan
Agung Samudra
Category

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.