Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Literasi Akar Rumput, Menggali Spirit Sutan Takdir Alisyahbana

Bali Tribune / Eka Adheyana - Guru penggerak, Pengagas Gerakan literasi/Komunitas Tanpa Laut

balitribune.co.id | Salah satu kompetensi yang mesti dikuasai baik oleh guru maupun siswa saat ini adalah kecakapan literasi. Pascadiimplementasikannya kurikulum merdeka dan dihapusnya ujian Nasional yang diganti dengan Asessmen Kompetensi Minimum, salah satu indikator untuk mengevaluasi sekolah adalah literasi dan numerasi. Pelaksanaan “AKM” digadang-gadang dapat memetakan nilai mutu rapot yang terekam dalam rapot sekolah. Dari hasil pelaksanaan “AKM”, banyak sekolah yang memiliki nilai rapot yang istimewa, baik, ada juga yang rendah.

Bagaimana dengan sekolah yang mutu rapotnya rendah? Jika hal ini terjadi yang paling disorot adalah kemampuan literasi siswanya. Begitu juga dengan sekolah yang nilai rapotnya istimewa dan baik, disinyalir para siswanya memiliki kecakapan literasi dan numerasi yang bagus. Kecakapan literasi juga penting tidak saja untuk kebutuhan dan pemenuhan nilai rapot sekolah. Tetapi untuk kecakapan hidup, untuk membangun pengetahuan, dan untuk pembangunan peradaban hidup, serta untuk pencerdasan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi literasi-numerasi penting dilakukan oleh guru sebagai penggerak pendidikan untuk para siswa. Hal ini disampaikan oleh Kabid” GTK pendidikan Kabupaten Bangli, I Wayan Rada, dalam sambutannya membuka kegiatan workshop literasi yang dilangsungkan pada, senin, 11 Desember 2023, bertempat di SDN 3 Songan. Workshop ini diikuti oleh kepala sekolah dan guru-guru SD yang tergabung dalam gugus 9 SD, di wilayah kaldera, Songan.

Sementara itu, ketua gugus 9 SD, di Songan, I Ketut Baru, S. Pd. mengajak para guru untuk dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber pada kegiatan workshop ini. Pihaknya sangat merindukan kemajuan pendidikan generasi kaldera yang sempat mencapai keemasan seperti tahun 80-90an. Melalui workshsop literasi ini, diharapkan mampu menciptakan gerakan-gerakan literasi dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran yang dikemas dengan kreatif yang lebih memiliki “roh” sehingga dapat menjadi pemantik bagi anak-anak untuk mencapai kecakapan literasi yang juga akan berdampak apada mutu dan nilai sekolah yang baik.

Kegiatan yang mengambil tema “Literasi Akar Rumput, Menggali Spirit Sutan Takdir Alisyahbana, Balai Seni Toya Bungkah” ini menghadirkan narasumber kondang “ Dr. Iwayan Artika, S. Pd., M. Hum. dari Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Pada kesempatan ini, I Wayan Artika, memaparkan materi tentang literasi, mengajak para guru untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar sebagai sumber literasi. Dengan cara tematik, misalnya. Salah satunya bisa menjadikan jejak STA di Toya Bungkah yang melegenda, sebagai sumber literasi yang sangat bagus. Jarang ada tempat yang memiliki sejarah, melegenda dan sumber-sumber inspiratif. Tetapi di Kaldera, di Songan, sumber literasi yang hebat itu ada, yakni bisa menjadikan STA Toya Bungkah, Balai Seninya, dan peninggalan-peninggalannya, dijadikan spirit gerakan literasi budaya, literasi pariwisata yang diintergrasikan dengan literasi sastra. Ini adalah keunggulan yang luar biasa, jika ini dapat dijadikan spirit dan digali kembali melalui pembelajaran literasi, misalnya mengajak anak/siswa di kaldera berwisata ke tempat STA, mengali pengetahuan tentang STA, kemudian membawanya ke ruang-ruang kelas, lalu dijadikan sumber pengetahuan yang berhubungan dengan ekosistem desa, budaya, sastra, dan pariwisata di kaldera yang kini tengah menggeliat.

Workshop literasi ini tentu akan menjadi bermakna jika pengetahuan yang diperoleh tidak sekadar disampaikan oleh narasumber, akan tetapi para guru dapat menjadikannnya pemantik untuk merangkai ide-ide kreatif untuk menciptakan gerakan literasi sekolah dan aksi nyata yang nyata untuk peserta didik.

wartawan
Eka Adheyana
Category

Jaga Motor Tetap Prima dan Aman, Astra Motor Bali Bagikan Tips Penggunaan Gas dan Rem

balitribune.co.id | Denpasar – Memasuki momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), intensitas penggunaan sepeda motor di jalan raya diprediksi meningkat. Kondisi ini menuntut para pengendara untuk semakin memperhatikan teknik berkendara yang aman, termasuk menghindari kebiasaan memutar gas sambil menahan rem, khususnya pada sepeda motor matik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gubernur Resmikan Pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Era Baru

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri sekaligus meresmikan dimulainya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada Senin (22/12).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Merayakan Natal di Tengah Kemerosotan Ekologis

balitribune.co.id | Sebentar lagi gereja sejagat merayakan Natal. Liturgi meriah, paduan suara gegap gempita. Banyak kota-kota di dunia juga di Indonesia memberi warna dan ciri tersendiri. Ada pohon natal menjulang tinggi, dihiasi lampu warna-warni. Pernak pernik Natal ini dipasang di banyak sudut kota, di mall, pusat keramaian dan sebagainya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.