Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mahasiswa Pakai Narkotika Meningkat

Bali Tribune / Komjen Pol Petrus Reinhard Golose saat memberikan keterangan.

balitribune.co.id | DenpasarTerjadi peningkatan angka pemakai narkotika di kalangan mahasiswa. Kepastian ini disampaikan langsung Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose saat membuka turnamen tenis meja internasional di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana, Jimbaran, Sabtu (17/6).

"Di kalangan mahasiswa, terhitung angka prevalensi pengunaan narkoba meningkat dari 1,10 persen pada 2021 menjadi 1,38 persen pada 2022. Hal ini tentu mengkhawatirkan, karena menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda penerus bangsa," ungkapnya. 

Dikatakan mantan Kapolda Bali ini, problema tersebut sebetulnya tidalak hanya di Indonesia, tetapi seluruh dunia. Karena menurut data, pengguna paling banyak mulai umur 19 tahun ke atas, atau dikenal young adult (masa muda). Selain itu, yang menjadi perhatian pihaknya adalah new psychoactive substances (NPS) atau zat mengandung narkotika jenis baru.

Di Indonesia, terdeteksi sudah ada 91 NPS dari 1.150 yang beredar di dunia. Synthetic Cannabis atau dikenal sebagai Tembakau Gorila merupakan yang marak disalahgunakan di kalangan bawah saat ini. Sementara ada beberapa NPS yang belum diatur dalam hukum Indonesia, sehingga memerlukan pemantauan khusus.

"Masalah ini (narkoba kalangan mahasiswa - red) sedang menjadi konsen saya. Saya juga melakukan safari untuk menangani permasalahan tersebut. Maka dari itu di Bali jangan sampai ada organize crime yang menjadi backing peredaran gelap narkotika," terangnya. 

Untungnya, saat ini belum ada NPS jenis Flakka yang dikenal dengan sebutan narkoba zombie. Narkoba jenis tersebut ini sedang heboh digunakan orang-orang di Philadelphia Amerika Serikat, yang membuat mereka berperilaku bak zombie. Sehingga, benda terlarang tersebut perlu diantisipasi keberadaannya.

"Secara umum (narkoba zombie) belum terdeteksi ada di Indonesia, tetapi mungkin ada para pelaku narkoba yang mencoba menggunakan, karena mereka ini akan mencari NPS," kata jendral bintang tiga ini.

Untuk turnamen tenis meja internasional bertemakan "Melalui Olahraga Tenis Meja Kita Gelorakan Perang Melawan Narkoba Demi Indonesia Bersinar" ini, juga dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023 pada 26 Juni mendatang. Kompetisi dengan jargon Smash On Drugs itu berlangsung sampai 21 Juni 2023, dan diikuti 13 negera, yaitu Malaysia, China, Thailand, Chinese Taipei, Luxembourg, India, Jepang,  Makau China, Singapura, Jerman, Filipina, dan Korea Selatan, termasuk Indonesia.

Total atletnya mencapai 239 orang yang akan bertanding dalam empat kategori, yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, dan Ganda Putri, untuk memperebutkan hadiah dengan nilai total sebesar 40 ribu USD. Turnamen ini rutin digelar setiap tahun dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) merupakan implementasi pendekatan soft power.

BNN RI meyakini melalui olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga dapat membentuk karakter yang kuat, penuh percaya diri, serta sportivitas yang tinggi. Karakter seperti itu dibutuhkan dalam membentuk ketahanan diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Saya pilih tenis meja ini karena merupakan olahraga rakyat, setiap banjar ada, saya ingin agar dilakukan kompetisi antar kampung, agar nantinya di tahun politik orang selenggarakan tenis meja, jangan ribut atau konflik, jangan juga pakai narkotik, jadi sekali tepuk dua lalat," ujarnya.

Dipilihnya Universitas Udayana sebagai tempat penyelenggaraan turnamen tenis meja agar pesan hidup sehat dengan oleh raga dapat tersampaikan kepada anak muda. Dengan harapan kedatangan BNN dapat mereduksi niat mahasiswa untuk menggunakan narkotika.

wartawan
RAY
Category

Kasanga Festival 2026 Siap Digelar, 16 Besar Ogoh-Ogoh Akan Ikuti Pawai dan Suguhkan Penampilan Kesenian

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. Tak seperti tahun lalu, pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan sistem parade seperti peed aye saat Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Kasanga Festival tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.

Baca Selengkapnya icon click

7 Proyek Vila Melanggar, Komisi I Rekomendasikan Penghentian Paksa

balitribune.co.id I Tabanan  – Komisi I DPRD Tabanan merekomendasikan penghentian paksa tujuh proyek pembangunan vila liar di Desa Kaba-Kaba dan Desa Cepaka, Kecamatan Kediri.

 

Ketujuh proyek vila milik investor luar daerah itu disetop pengerjaannya karena mencaplok sempadan sungai dan melanggar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Ajak Seluruh Stakeholder Jaga Keamanan, Kondusifitas dan Kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusifitas dan kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari Pelaksanaan Prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.