Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Manjakan Nasabah Lewat Undian Berhadiah

I Made Astawa

BALI TRIBUNE - Berbagai  program diluncurkan PD BPR Bank Pasar Bangli guna memanjakan para nasabahnya. Selain dalam hal pemberian servis pelayananan, Bank plat merah ini juga membagi-bagikan hadiah  bagi nasabahnya lewat undian berhadiah. Tidak tangung-tanggung untuk  hadiah utama disedikan  mobil dan empat unit sepeda motor serta door prize. Rencananya pengundian hadiah dilakukan bulan Oktober nanti . Direktur BPR Bank Pasar Bangli I Made Astawa mengatakan, diluncurkan program undian berhadiah tiada lain untuk merangsang  masyarakat baik itu menabung  dan mendepositokan uang di  BPR Bank Pasar Bangli. Sejauh ini untuk jumlah  tabungan  14.445 rekening dan deposito 849 rekening. “Dari tahun ketahun baik jumlah rekening tabungan dan deposito selalu  bertambah,ini menandakan kepercayaan masyarakat kepada BPR Bank Pasar Bangli semakin meningkat,” sebut Direktur asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku Bangli ini. Hadiah yang disedikan yakni hadiah utama berupa 1 unit mobuil jenis Daihatsu Alya dan empat unit sepeda motor serta door prize, Khusus untuk hadiah sepeda motor nantinya pengundianya dilakukan per kecamatan  ,ini dilakukan  agar  hadiah sepeda motor jenis Honda Beat  bisa  disebar  per kecamatan. “Kalau mekanismenya tidak per kecamatan nantinya  hadiah bisa menumpuk di satu kecamatan,” jelas I Made Astawa.  Untuk menghindari suara-suara sumbang, maka untuk undian berhadiah tidak diberlakukan bagi pegawai di internal BPR Bank Pasar Bangli. Undian berhadiah  peruntukanya bagi nasabah, untuk tabungan bebas  yang memilki saldo minimal  500 ribu selama setahun dan untuk deposito 1 juta. “Untuk nomer undian dikapai sistem kelipatan semakin banyak punya tabungan atau deposito sekami banyak pula nomer undian yang dipegang,” ungkapnya.  Disinggung  perkembangan PD BPR Bank Pasar Bangli, kata I Made Astawa  ditahun 2017 berhasil menyetor pendapatan ke Kas Daerah  sebesar  Rp1.951.340.785,59. Menurut Astawa  ditahun 2017 Bank Pasar berhasil meraup laba kotor ,sebesar Rp 5.204.417.780,18,setelah dipotong untuk membayar kewajiban pajak badan 1,3 miliar maka dari hasil audit akuntan public  laba bersih Rp3.902.681.571,18. Papar I Made Asatawa  dari laba bersih yang kita raup ditahun 2017, sebesar 50 persenya  yakni Rp 1.951.340.785,59  kita setor kas daerah. ”Laba yang kita raup sebagian  kita setor untuk PAD Bangli,” ujarnya.   Sementara sisanya Rp1.170.804.471,36 diplot sebagai cadangan untuk memperkuat modal dan aset.  

wartawan
Agung Samudra
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.