Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mengais Rezeki di Bulan Ramadhan dengan Berjualan Takjil

Bali Tribune/ TAKJIL- Salah seorang pedagang Takjil di Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Dauh Puri Kaja Denpasar

 balitribune.co.id | Denpasar - Sudah menjadi tradisi dalam setiap bulan Ramadhan, bermunculan pedagang takjil yang berjejer di tepi jalan raya. Para pedagang yang umumnya adalah kaum ibu ini, memanfaatkan momen ini untuk mengais rezeki.      
Meski warga penganut muslim bisa disebut sebagai minoritas di Denpasar, nyatanya tidak sulit menemukan pedagang takjil di tepi jalan. Contohnya, para pedagang takjil di area Kampung Jawa Dusun Wanasari, Dauh Puri Kaja.

Selvi Irani (50) salah seorang pedagang takjil di Kampung Jawa mengaku setiap tiba bulan puasa tak pernah melewatkan momen itu. “Saya sudah berjualan dua tahun berturut-turut,” kata Selvi seraya menambahkan,”Saya mulai buka lapak pukul 16.00 sampai magrib.” katanya.

Karena permintaan tinggi, otomatis omzet dari berjualan takjil sangat membantunya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Dalam sehari hasilnya bisa capai Rp1 juta. Usaha kecil-kecilan ini bisa bantu ekonomi keluarga,” katanya menjelaskan tentang pendapatan sehari

Kudapan berbuka yang dijajakannya beragam, mulai dari es cincau hijau, es blewah, es candil dan bubur sumsum. Semua dibandrol dengan harga rata-rata Rp5.000.

Lain dengan Aviva Laila (54). Ia mengaku berjualan takjil ini terbilang cukup lama. Setiap bulan puasa, ia pasti berjualan takjil untuk menyemarakkan suasa bulan suci ini.

 “Karena ini adalah bulan penuh berkah, rejekinya berlimpah. Hitung-hitung juga sedekah membantu orang lain yang kesulitan mencari hidangan pembuka. Dalam sehari bisa dibawa pulang Rp200.000. Itu sudah sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga,” aku Avila Laila.
Selanjutnya, Lindawati (50), ibu rumah tangga yang juga menggeluti profesi ini mengaku bahwa alasannya berjualan takjil adalah karena minat pembeli yang tinggi. Ia bisa mengantongi Rp600.000 sehari. “Meski tidak banyak tapi cukup untuk bantu-bantu,” sambungnya.

Pengakuan juga datang dari Lindawati (50), ibu rumah tangga yang juga menggeluti profesi ini di bulan Ramadhan. Ia tertarik jualan takjil karena minat pembeli yang tinggi. Ia bisa mengantongi Rp 600.000 sehari. “Meski tidak banyak tapi cukup untuk bantu-bantu,” katanya.

Linda menawarkan berbagai varian menu takjil di lapaknya, seperti es setup, es buah, es blewah dan es campur. “Es setup yang paling banyak diminati,” imbuhnya.

wartawan
M1
Category

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tewasnya Desak Gayatri di Moskow Ungkap Risiko Fatal Berangkat Non-Prosedural

balitribune.co.id | Singaraja - Desak Komang Ayu Gayatri, pekerja migran asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, meninggal dunia saat bekerja di Kota Moskow, Rusia. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, Desak Gaytari meninggal dalam peristiwa kebakaran yang terjadi ditempatnya bekerja.

Baca Selengkapnya icon click

30 Tahun Melayani Konsumen, AHASS Gemilang Motor Klungkung Hadirkan Layanan Servis Honda Lebih Nyaman

balitribune.co.id | Semarapura – Bengkel resmi Honda AHASS Gemilang Motor terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan perawatan sepeda motor Honda yang berkualitas bagi masyarakat Klungkung dan sekitarnya. Berdiri sejak tahun 1996, pada tahun 2026 ini AHASS Gemilang Motor genap menginjak usia 30 tahun melayani kebutuhan servis dan suku cadang sepeda motor Honda.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.