Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mengembangkan Bakat Anak Muda melalui Lomba Seni Lukis Klasik

Bali Tribune/ MELUKIR- Situasi lomba seni lukis klasik, Kalangan Ayodya, Art Center, Denpasar.



balitribune.co.id | Denpasar - Memasuki hari ke-8, Pesta Kesenian Bali (PKB) diisi dengan Wimbakara (lomba) Seni Lukis Klasik. Seiring dengan antusiasme peserta, juga menjadi media pengembangan minat dan bakat anak muda.

Sebanyak 22 orang peserta mengadu keahlian dan kreativitasnya di atas kertas, Selasa (21/6/22). Menjadi agenda rutin, perlombaan ini berkategori umum dengan batas usia diatas 15 tahun dan tidak lebih dari 25 tahun.

Salah satu juri, I Wayan Gulendra (62), menjelaskan seni lukis klasik khususnya di Bali terikat oleh pakem, atau norma-norma dalam proses membuat lukisan klasik. Oleh sebab itu, penilaian lomba lebih menekankan pada kesesuaian dengan pakem tersebut.

Pakem seni lukis klasik adalah lukisan ala Desa Kamasan, Klungkung, yang secara detail mengatur dalam segi bentuk, pola, busana, dan lain sebagainya. Satu hal menarik dalam lukisan Kamasan adalah penggunaan bahan alami sebagai pewarna sehingga menciptakan karakter warna tersendiri.

Berdasarkan aspek-aspek tersebut, dewan juri memberi ketentuan bagi peserta untuk melukis sebuah figur yang mengacu tema sentral dengan pakem seni lukis Kamasan. Selain itu para peserta juga dipacu, untuk bisa menunjukan karakter warna lukis Kamasan meski dengan menggunakan pewarna buatan.

Disela-sela penjurian, Gulendra menerangkan perlombaan ini sejalan dengan visi melakukan pelestarian seni budaya yang ada, khususnya seni lukis klasik. Kemudian dalam rangka pembinaan minat dan bakat, penggalian ide-ide kreatif anak muda dengan tetap mengacu pada seni lukis Kamasan.

Dalam waktu bersamaan juga dilakukan pembinaan, terutama menyadari pentingnya pelestarian dan pengembangan seni budaya untuk mengimbangi tantangan globalisasi, khususnya pergaulan anak muda sekarang dan kemajuan dunia digital.

"Tujuan utamanya bukan mencari siapa yang juara, tapi melalui perlombaan bisa mendorong semangat, menyadari bakat, dan menumbuhkan minat anak muda kepada seni lukis klasik," imbuhnya.

Diakuinya bahwa saat ini eksistensi seni lukis klasik Kamasan masih stabil di kalangan anak muda, dengan pendidikan di sekolah-sekolah, komunitas dan sebagainya. Hanya saja, imbuh Gulendra perlu dilakukan antisipasi terhadap penurunan minat generasi penerus.

"Jangan sampai anak muda hanya bermain-main di media sosial, tapi juga bisa memanfaatkannya untuk kepentingan pelestarian dan pengembangan seni budaya, karena seni budaya yang kita miliki sekarang tergantung dari generasi di masa depan" ucapnya.

Di samping adanya perlombaan, beberapa hal yang mendukung pelestarian seni lukis, seperti semakin banyaknya sanggar seni lukis yang aktif mengadakan kursus maupun pelatihan, tidak hanya anak muda tapi juga masyarakat umum.

Sama halnya dengan pendidikan di lingkungan sekolah. Adanya mata pelajaran seni budaya, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyaring minat dan bakat murid yang kemudian secara perlahan dibina dan dikembangkan.

wartawan
M3
Category

Lomba Layang-Layang 2026, Ribuan Rareangon Matemuwirasa di Pengambengan

balitribune.co.id | Negara - Ribuan rareangon (pecinta layang-layang) dari berbagai daerah di Bali tumpah ruah memadati Sirkuit All In One Pengambengan, Negara, Minggu (30/8/2026). Mereka antusias mengikuti lomba layang-layang tahunan yang menjadi agenda rutin Kabupaten Jembrana sekaligus wadah silaturahmi pencinta tradisi layangan.

Baca Selengkapnya icon click

Baru Tiba di Guyana, PMI Asal Jembrana Tewas Kecelakaan

balitribune.co.id | Negara - Kembali Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaporkan meninggal dunia di luar negeri. Seorang pemuda asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana I Komang Tedy Arsa Bantara Putra yang memiliki panggilan Tedy ini meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana, Amerika Selatan. Saat kejadian korban tengah dalam perjalanan menuju lokasi tempatnya bekerja.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Jembrana Tetapkan Dua Perda

balitribune.co.id | Negara - Setelah melalui proses pembahasana, DPRD Kabupaten Jembrana kini telah menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Kedua Perda anyar tersebut adalah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 dan Perda Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Suara Tuhan di Rumah Rakyat

balitribune.co.id | Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali bergemuruh oleh lautan massa aksi pada tanggal 27 Agustus lalu. Di bawah terik matahari, gelombang demonstran yang datang dari berbagai daerah khususnya elemen warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi rumah wakil rakyat  membawa tuntutan tajam yang mencerminkan kejenuhan publik terhadap darurat rasuah di tanah air.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.