Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menggelandang di Kuta, Satpol PP Ciduk 8 Anak Punk

Bali Tribune / MENGAMANKAN - Petugas Satpol PP Kuta saat mengamankan 6 orang anak punk yang menggelandang di Kuta.

balitribune.co.id | Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung BKO Kuta menciduk 8 anak punk yang kedapatan menggelandang di kawasan Kuta, Senin (15/1). Ke-6 anak punk itu diamankan saat tidur di rumah kosong di depan SD 1 Kuta dan 2 orang lainnya diamankan tidut di emper pertokoan depan Puskesmas Kuta I.

Berdasarkan pengakuan ke petugas mereka mengaku berasal dari berbagai wilayah, baik dari Pulau Jawa dan Sumatera. 

"Anak punk ini kami amankan di lokasi dan waktu yang berbeda-beda," ujar Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kuta Wayan Suantara.

Total ada 8 anak punk yang diamankan. Sebanyak 6 orang anak punk diamankan di Jalan Raya Kuta depan SDN 1 Kuta, saat tidur-tiduran di sebuah rumah kosong. Mereka diamankan oleh personel yang saat itu melakukan patroli keliling. Adapun identitas mereka yaitu, Dodi Andika (23) asal Lampung, Muhammad Ade Safari (29) asal Jawa Barat, Ali Sadikin (23) asal Subang, Reihan (20) asal Indramayu, JD (14) asal Surabaya dan Rvan (24) asal Bogor.

"Walaupun mereka berasal dari daerah berbeda-beda, tapi mereka mengaku 1 kelompok," katanya.

Kepada petugas mereka mengaku datang ke Bali hendak bekerja sambil berwisata. Namun mereka diketahui justru tidak mencari kerja, melainkan beraktivitas mengamen, meminta-minta. Karena ketidakjelasan itu, Satpol PP kemudian mengamankan yang bersangkutan untuk dipulangkan ke daerah asal. Saat ini, semuanya telah diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Badung untuk dipulangkan ke daerah asal oleh Dinas Sosial Provinsi.

Sementara 2 orang anak punk lainnya diamankan dari emperan toko yang berlokasi di depan Puskesmas Kuta I. Mereka saat itu juga kedapatan sedang tidur. Adapun identitas kedua anak punk itu yaitu Wahyu Mukhlisa (31) asal Banda Aceh dan AJ (15) asal Lampung. Mereka juga akan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Badung untuk diserahkan penanganannya ke Dinas Sosial Provinsi.

Dari pengalamannya, selama ini modus anak punk yang menggelandang di Kuta cenderung menempati rumah atau ruko kosong dengan berpindah-pindah. Biasanya mereka berkeliaran pada malam hari hingga dini hari dan tidur pada pagi hari sampai siang hari. Karena itu pihaknya menerapkan patroli keliling sehari minimal 2 kali, sekaligus untuk memantau wilayah.

"Kalau pagi lebih gampang kita amankan, karena mereka tidur. Kalau malam kita harus kejar-kejaran dengan mereka dan itu cukup berisiko bagi keselamatan mereka dan pengendara lain," imbuhnya.

wartawan
ANA
Category

Tarik Diri dari Restorative Justice, Pelapor Perbekel Sudaji: Saya Tunggu di Pengadilan

balitribune.co.id | Singaraja - Penanganan kasus dugaan penipuan yang melibatkan Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, masih bergulir di Polres Buleleng dan kini memasuki tahap menunggu pelaksanaan gelar khusus Restorative Justice (RJ).

Baca Selengkapnya icon click

Berkat Kotoran dan Kencing Sapi, Petani Organik Tidak Beli Pupuk

balitribune.co.id | Tabanan - Menjadi petani organik ala Made Sandi bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan niat untuk menjalani hidup sehat dan sederhana. Made Sandi yang merupakan mantan satpam salah satu perusahaan asing di Bali memilih untuk menekuni pertanian organik di Banjar Dinas Munduk Andong Desa Bangli Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan sejak 2012 silam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

NasDem Buleleng Bantah Isu Merger dengan Gerindra

balitribune.co.id | Singaraja - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, angkat bicara menanggapi isu yang dihembuskan oleh Majalah Tempo terkait potensi bergabungnya (merger) Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Jayadi secara tegas membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa partainya saat ini berada dalam posisi yang sangat solid dan terus menunjukkan tren positif dalam perpolitikan nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Jelang TPA Mandung Hanya Terima Sampah Residu, Pemkab Tabanan Gencarkan Sosialisasi Pilah Sampah

balitribune.co.id I Tabanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menggencarkan sosialisasi masif pemilahan sampah berbasis sumber menjelang pemberlakuan kebijakan TPA Mandung yang hanya akan menerima sampah residu.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di tingkat hulu siap melakukan pemilahan secara mandiri sebelum aturan ketat tersebut resmi diterapkan mulai 1 Mei 2026 mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jembatan Peken Belayu-Kukuh Terancam Putus

balitribune.co.id I Tabanan - Jembatan penghubung Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh di Kecamatan Marga, Tabanan, terancam putus. Ini terjadi akibat tebing yang ada di bagian pinggirnya longsor ke aliran Sungai Yeh Gangga pada Rabu (15/4/2026) siang.

Kondisi jembatan tua tanpa pondasi besi ini kian mengkhawatirkan karena getaran kendaraan bertonase besar yang melintas justru memperparah pengikisan tebing.

Baca Selengkapnya icon click

Pemanfaatan Lahan Taman Bung Karno Penarungan Terkendala Kajian Kelayakan Lokasi

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung belum sepenuhnya dapat memanfaatkan lahan di Taman Bung Karno, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, untuk penanganan kompos. Hal ini disebabkan adanya kesepakatan dengan desa setempat yang mengharuskan dilakukan kajian kelayakan lokasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.