Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mengukur Kinerja Organisasi Pemerintah

Bali Tribune
Iwan Handoko - ASN Kemenkeu pada Kanwil DJPb Provinsi Bali
 
balitribune.co.id | Secara umum, hasil kinerja dalam sebuah organisasi merupakan jawaban terhadap berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sering ditemukan kondisi dimana para pimpinan instansi tidak memperhatikan kinerja organisasinya, kecuali jika telah terjadi sesuatu yang sangat buruk atau kejadian tidak tercapainya target organisasi. Ada pula pimpinan instansi yang tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat buruknya kinerja yang menurun sehingga instansi tersebut menghadapi krisis yang serius. Munculnya penilaian dan kesan buruk masyarakat terhadap sebuah instansi merupakan peringatan awal penurunan kinerja organisasi pada instansi tersebut.
 
Pengukuran kinerja organisasi merupakan hal penting dalam pengelolaan organisasi baik pemerintah maupun swasta. Melalui pengukuran kinerja dapat diketahui seberapa tepat organisasi telah menjalankan aktifitas dan fungsinya sesuai tujuan organisasi. Selain itu, hasil pengukuran kinerja organisasi akan memberikan informasi penting dalam proses pengembangan organisasi. Menurut Junaedi (2002 : 380-381) “Pengukuran kinerja merupakan proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi melalui hasil-hasil yang ditampilkan berupa produk, jasa, ataupun proses”. Artinya, setiap kegiatan perusahaan harus dapat diukur dan dinyatakan keterkaitannya dengan pencapaian arah perusahaan di masa datang yang dinyatakan dalam misi dan visi organisasi.
 
Untuk mengukur kinerja, dapat digunakan beberapa metode ukuran kinerja, yang salah satunya adalah Balanced Scorecard. Balanced scorecard adalah sistem manajemen strategis yang menterjemahkan visi dan strategi suatu organisasi ke dalam tujuan dan ukuran operasional (Hansen dan Mowen 2003). Tujuan dan ukuran operasional tersebut kemudian dinyatakan dalam empat tolok ukur yaitu tolok ukur finansial, pelanggan (customers), proses bisnis internal (internal business process), serta pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth) (Kaplan dan Norton 1996). 
 
Keempat tolok ukur tersebut dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut : 1)Tolok ukur keuangan digunakan oleh beberapa pihak seperti investor perusahaan, lembaga keuangan dan pemegang saham, untuk mengukur kinerja organisasi/perusahaan dalam memutuskan hal yang berhubungan dengan dana. Tolok ukur keuangan adalah penting, akan tetapi tidak cukup untuk memberikan gambaran yang menyeluruh terhadap kinerja perusahaan dalam menciptakan nilai (value); 2)Tolok ukur pelanggan berfokus pada tingkat kepuasan pelanggan sebagai ukuran kinerja perusahaan. Semakin puas pelanggan terhadap layanan atau produk perusahaan, menggambarkan semakin baik tingkat kinerja perusahaan. 3)Tolok ukur proses bisnis internal ditandai dengan beberapa komponen kegiatan seperti: a) proses inovasi, b)  proses operasional yang diukur dengan peningkatan kualitas produk, waktu proses produksi yang lebih pendek, dan lainnya c) proses pelayanan, yang diukur dengan pelayanan purna jual, layanan atas komplain kepada pelanggan, dan lainnya. 4)Tolok ukur Pembelajaran dan Pertumbuhan menggambarkan kemampuan organisasi untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Tolok ukur Pembelajaran dan Pertumbuhan bertujuan meningkatkan kemampuan karyawan dalam menumbuhkan kecakapan serta skill dan motivasi kerja. Ukuran yang bisa digunakan antara lain kepuasan karyawan, retensi karyawan, banyaknya saran yang diberikan oleh karyawan, dan lainnya.
 
Implementasi pengukuran tingkat kinerja tersebut telah lazim digunakan dalam manajemen organisasi bisnis yang berorientasi profit. Yang menjadi pertanyaan mendasar kali ini adalah bagaimana penerapan pengukuran kinerja pada organisasi/instansi pemerintah. Perbedaan mendasar antara organisasi bisnis dan organisasi publik adalah organisasi bisnis berorientasi profit sedangkan organisasi/instansi pemerintah berorientasi non profit. Selain itu perbedaan lainnya adalah dari segi tujuan strategis, tujuan finansial, stakeholders, dan outcome. Meskipun organisasi/instansi pemerintah tidak bertujuan untuk mencari profit, namun instansi pemerintah ini terdiri dari unit-unit yang saling terkait dan mempunyai misi yang sama yaitu melayani masyarakat. Oleh karena itu, organisasi/instansi pemerintah harus menerjemahkan misinya kedalam strategi, tujuan, serta target yang ingin dicapai. Langkah selanjutnya adalah menggerakkan unit-unit di dalamnya untuk mencapai arah yang sama yaitu melaksanakan misi organisasi/instansi pemerintah untuk melayani masyarakat. 
 
Implementasi balanced scorecard pada organisasi/instansi pemerintah dilakukan modifikasi dari konsep yang awalnya ditujukan bagi organisasi bisnis menjadi penerapan pada organisasi publik. Modifikasi tersebut berupa penetapan misi organisasi/instansi pemerintah yaitu melayani masyarakat, sehingga strategi, tujuan, serta target yang ingin dicapai adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif dan efisien. Bagian lain yang perlu dimodifikasi adalah perubahan tolok ukur finansial diubah menjadi tolok ukur efisiensi financial dan tolok ukur kinerja pelayanan. Selanjutnya tolok ukur customers diubah menjadi tolok ukur kepuasan masyarakat dan stakeholders. Terhadap tolok ukur learning dan growth dimodifikasi menjadi tolok ukur kapasitas SDM dan peningkatan organisasi. Sebelum mengimplementasikan balanced scorecard terlebih dahulu yang dilakukan adalah membangun tahapan-tahapan persiapan implementasi balanced scorecard sebagai berikut: 1) menilai fondasi organisasi. 2) membangun strategi bisnis. 3) membuat tujuan organisasi. 4) membuat strategic map bagi strategi bisnis organisasi. 5) pengukuran kinerja dan 6) menyusun inisiatif. 
 
Penerapan Balanced scorecard sebagai pengukuran kinerja organisasi publik seperti instansi pemerintah dapat memberikan penilaian yang obyektif, terukur dan menyeluruh sehingga menghasilkan rekomendasi-rekomendasi perbaikan dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dalam hal ini, sebelum penerapan metode penilaian balanced scorecard, organisasi pemerintah diharapkan perlu menetapkan fondasi organisasi yang kuat, berupa visi dan misi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya visi dan misi tersebut dijabarkan dalam tujuan, strategi dan pemetaan langkah-langkah perbaikan proses kerja. Setiap proses yang dilakukan oleh organisasi pemerintah tersebut harus mengarah pada pencapaian tujuan organisasi yaitu dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara efisien. Dari proses pekerjaan tersebut dilakukan penilaian-penilaian menggunakan metode balanced scorecard. Misalnya 1)pengukuran dengan tolok ukur finansial dan tolok ukur pelanggan, dalam penilaian ini dilakukan pengukuran untuk mengetahui apakah penggunaan dana telah dilaksanakan dengan efisien sehingga tercipta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. 2)Pengukuran dengan tolok ukur customers dan  stakeholders perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap penggunaan pelayanan organisasi publik. Proses pengukuran ini biasanya dengan menggunakan survey kepuasan masyarakat dan stakeholder atas penggunaan layanan organisasi publik. 3) tolok ukur employee and organization capacity digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, kemampuan serta kecakapan pegawai dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan. Diharapkan dengan penerapan Balanced scorecard yang menggunakan semua elemen pengukuran tersebut menghasilkan nilai tingkat kinerja organisasi sektor publik. Dan hasil dari penilaian tersebut dapat dijadikan dasar perbaikan dan rekomendasi lanjutan atas peningkatan pelayanan kepada masyarakat. 
wartawan
Iwan Handoko
Category

Jasad Bocah Terseret Arus Sungai Yeh Aye Ditemukan Mengambang di Bendungan Tamblang

balitribune.co.id | Singaraja - Operasi pencarian korban terseret arus di Sungai Yeh Aye, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama Vikram Abinawa (6) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (8/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

'Melimpah' Terobosan Mengajarkan Keterampilan Mendaur Ulang Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Tidak hanya kalangan rumah tangga saja yang diwajibkan untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Di ruang lingkup pendidikan pun mulai mengedukasi anak didiknya sejak usia dini untuk mampu mengolah sampah organik di sekolah. Seperti yang diterapkan SD Negeri 4 Abiansemal Kabupaten Badung yang telah mempraktikkan pengolahan sampah organik di lingkungan sekolah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PAD Badung Tumbuh 15 Persen di Tengah Gejolak Global, DPRD Badung Ingatkan Eksekutif Jangan Terlena

balitribune | Mangupura - Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung menunjukkan taji pada awal tahun ini. Meski situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas, pundi-pundi rupiah di Gumi Keris justru mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Triwulan I 2026, realisasi PAD tembus di angka Rp 2,14 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Bangun 11 Saluran Drainase, Pemkot Denpasar Siapkan Dana Rp 15 Miliar

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menyiapkan  anggaran  dana sebesar Rp 15 Miliar untuk pembangunan  saluran drainase. Kepala  Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan  Ruang  Kota  Denpasar, Anak Agung  Ngurah Airawata dalam jumpa pers  beberapa waktu lalu  mengatakan pembangunan  drainase  baru merupakan bagian  kegiatan fisik  2026&

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pohon Santan Tua Tumbang Hantam Garase, Dua Mobil Rusak

balitribune.co.id I Amlapura - Hujan lebat dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem mengakibatkan bencana pohon tumbang. Di Lingkungan Galiran, Kelurahan Subagan, Karangasem, pohon tumbang menimpa bangunan garasi milik warga di Perumahan Graha Indah Gargita yang mengakibatkan dua mobil di dalam garase rusak parah.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkot Denpasar Pangkas Perjalanan Dinas ke Luar Negeri, Penggunaan Kendaraan Dinas juga Dibatasi

balitribune.co.id I Denpasar - Pemkot Denpasar telah menetapkan kebijaksanaan  bekerja   dari  rumah  WFH bagi Aparatur Sipil Negara  (ASN)  setiap Jumat dalam sepekan. Kebijakan ini diambil  Pemerintah Kota  (Pemkot) Denpasar dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, serta mendukung kebijakan pengelolaan pemanfaatan energi secara lebih bijak, efektif dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.