Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mengurai Benang Kusut Sampah di Bali

pulau Bali
Bali Tribune / ILUSTRASI (sumber: DLHK Bali)

balitribune.co.id | Denpasar - Bali, pulau yang dikenal dengan julukan "Pulau Dewata," kini menghadapi kenyataan pahit, darurat sampah. Setiap hari, sekitar 3.436 ton sampah dihasilkan, dengan lebih dari 17% berupa plastik . Ironisnya, lebih dari 60% sampah ini berasal dari aktivitas rumah tangga, bukan dari turis atau industri besar.

Plastik, dengan segala kepraktisannya, menjadi momok karena sulit terurai dan sering kali berakhir di lautan. Di Indonesia, diperkirakan antara 201.000 hingga 552.300 ton plastik bocor ke laut setiap tahunnya, sebagian besar melalui sungai . Di Bali, fenomena ini terlihat jelas dengan tumpukan sampah plastik yang mencemari pantai-pantai indahnya.

Pemerintah Bali telah mengeluarkan berbagai regulasi terkait pengelolaan sampah. Namun, implementasinya masih belum konsisten. Organisasi seperti Yayasan Bali Wastu Lestari (YBWL) telah aktif sejak 2010 dalam edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah melalui jaringan bank sampah di 9 kota/kabupaten di Bali. Pada 2025, YBWL bekerja sama dengan Bank Sampah Induk membentuk PT. Bali Recycle Center untuk memperkuat manajemen pengelolaan sampah secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini diutarakan Ni Wayan Riawati dari Yayasan Bali Wastu Lestari (YBWL) saat menjadi salah seorang narasumber pada acara Workshop Bali Bebas Sampah yang digelar Kanalbali.id, pekan lalu.

"Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat. Banyak yang masih menganggap pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Padahal, perubahan paradigma dari ekonomi linear ke ekonomi sirkular sangat diperlukan, dengan fokus pada edukasi, lingkungan, sosial, dan ekonomi," katanya. Tapi tanpa struktur pentahelix yang melibatkan semua (warga, pemerintah, akademisi, bisnis dan media), pendekatan ini layaknya grup Whatsapp tanpa admin, ramai tapi berantakan, imbuhnya.

Beberapa inisiatif menurut Riawati telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Misalnya, PT. Bali Recycle Center hadir untuk memperkuat manajemen pengelolaan sampah. Selain itu, kerja sama pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media sangat penting untuk menciptakan perubahan yang signifikan.

"Namun, upaya ini belum cukup. Diperlukan transformasi paradigma dan peningkatan kesadaran kolektif. Masyarakat perlu didorong untuk lebih aktif dalam memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mendukung inisiatif daur ulang," tambahnya.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, tantangan masih besar, terutama dalam hal kesadaran masyarakat dan implementasi regulasi. Dengan kerja sama semua pihak dan perubahan paradigma, diharapkan Bali dapat kembali menjadi surga yang bersih dan lestari.

Logika plastik seolah hidup bebas dari hukum alam. Mudah dibentuk, ringan, murah—tapi meringsek jadi mimpi buruk strukturik. Ni Made Armadi dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali bilang plastik kerasa tak hancur, butuh ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai, biaya proses daur ulang lebih tinggi dari nilainya, dan paling parah, pembakarannya bisa menghasilkan "dioksin dan furan" penyebab kanker.

Inisiatif reuse (kemasan berulang) dan refill (penggunaan tumbler - red) mulai menanjak dari showroom sampai warung kopi. Bawa botol minum sendiri? Pembeli pun bisa. Bawa tempat makan sendiri? Minuman kopi bisa di‐refill. Ia meyakini, kebiasaan ini kecil, tapi punya efek domino besar.

"Jika lebih banyak orang mau 'smart consumer', sampah plastik kita bisa berkurang signifikan," kata Ni Made Armadi.

Jadi, Kenapa Bali Masih Darurat? Karena adanya kesenjangan antara aturan dan aksi. Regulasi lengkap, tapi implementasi molor. Masyarakat belum sepenuhnya berubah mindset, anggap sampah urusan pemerintah. Dan inovasi seperti BRC atau refill/reuse masih dalam tahap “baru luka siku,” belum jadi kebiasaan massa.

Kiranya Bali bisa menulis ulang sejarahnya sebagai "lead sustainability model". Dengan pentahelix, Tri Hita Karana, dana CSR yang diarahkan benar, dan transformasi sosial enterprise nyata, siapa tahu, 2045 nanti Bali bukan hanya "Zero Waste" tapi "Zero Plastic".

wartawan
ARW
Category

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Bangli - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk meneguhkan komitmen pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Denpasar Maknai Hari Kesaktian Pancasila 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momen krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat. Berlandaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nilai-nilai luhur Pancasila dinilai senantiasa menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika zaman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Lakukan Perbaikan, OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance (PT CSIF) di Cyber 2 Tower Lantai 29, Jakarta Selatan. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.06/2026 tertanggal 24 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Telusuri Temuan Limbah B3 di Pinggir Jalan Dekat RSU Negara

balitribune.co.id | Negara - Temuan limbah medis yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di pinggir Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, masih dalam penelusuran.

Baca Selengkapnya icon click

Pemasangan Pompa di Estuary Rampung, PDAM Badung Mulai Distribusi Air ke Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Kabar baik bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Pompa berkapasitas 800 kilowatt (kW) di Sistem 4 Estuary yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sudah selesai dipasang. Pemasangan pompa jumbo tersebut rampung pada Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.