Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Meninggal Beruntun, Krama subak Teges Ulu Sukawati Lakukan Pecaruan Guru Piduka

Bali Tribune / PECARUAN - Krama Subak Gelar Pecaruan Guru Piduka di Pura Hyang Soka, Banjar Sakah Desa Batuan Kaler, Sukawati

balitribune.co.id | Gianyar - Meninggalnya empat Krama subak Teges Ulu, Banjar Sakah,  Batuan Kaler, Sukawati,  menjadi teka-teki hingga  pecaruan guru piduka digelar, Rabu (3/6) kemarin. Kematian beruntun ini membuat resah lantaran gejala awal yang diderita hampir sama dan hingga kini sejumlah krama subak masih ada yang menderita gejela yang sama.  Keluhan sakit perut, pusing dan mual-mual dirasakan, setelah mereka mengkonsumsi olahan daging serangkaian prosesi Mesaba di pura subak setempat.

Dari informasi yang diterima, Selasa (26/5) pekan lalu, untuk pembatasan kerumunan, dari 55 krama subak, 20 krama dilibatkan untuk melaksanakan  kegiatan pemotongan dua ekor babi, serangkaian upacara Mesaba di Pura setempat.  satu ekor babi diolah untuk sesajen dan untuk konsumsi krama berupa lawar dan olahan lainnya. Sedangkan satu ekor lagi diperuntukan persembahan babi guling. “ Seperti biasa, usai mebat ( melakukan olahan)  krama santap bersama dan sebagian dibawa pulang,” ungkap Pekaseh Subak Teges Ulu, Dewa Nyoman Yuda.

Namun Selasa Malam petaka pun mulai melanda. Secara beruntun empat krama subak meninggal lantaran mengeluhkan mual dan sakit perut dan sejumlah krama lainnya juga menderita hal yang sama. “ Kami tidak berani menduga penyebabnya.  Namuan secara niskala ini bagi kami ini adlah sebuah musibah sehingga  kami menggelar pecaruan ini setelah memohon petunjuk  Pandita dan pinandita,” ungkapnya.

Awalnya, meninggalnya krama subak ini dianggap hal yang wajar tanpa prasangka apapun. Diawali dengan kematian I Nyoman Dumun dan  adik kandungnya I Ketut Rawa secara meruntun, pada Selasa (26/5) malam dan Rabo (27/5) dini hari sekitar pukul 03.00 wita. Berselang sehari, kembali terjadi kematian dua krama lainnya yakni I Nyoman Kamboja pada Kamis (28) pagi dan I Ketut Sujana pada sore hari. Keempat almarhum telah dikuburkan di Setra desa setempat.

Kram mulai was-was karena masih ada sejumlah krama yang masuk rumah sakit. Salah satunya adalah I Nyoman Suwandi yang mengeluh pusing dan mual hingga dilarikan ke rumah sakit. Sejak saat itu, krama mengkait-kaitkan  musibah ini dengan kegiatan di pura setelah mengkonsumsi olahan babi. Hanya saja, pihaknya tidak ingin berspekulasi. Terlebih informasi yang didapatnya, kematian salah satu krama subak tersebut karena Demam Berdarah. Namun demikian, ada satu orang yang meninggal diduga kekurangan cairan setelah mengalami diare semalaman. "Makanya kami tidak berani menduga-duga penyebabnya. Saya  memang sempat ke dokter karena sakit perut. Saya berharap musibah ini segera berlalu sehingga tidak ada dugaan aneh-aneh lagi,” pungkasnya.

wartawan
I Nyoman Astana
Category

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Bangli Desak Evaluasi Total Penataan PNS di Setiap OPD

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli untuk segera mengevaluasi dan menata ulang pendistribusian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dinilai mendesak agar penempatan pegawai benar-benar selaras dengan Analisis Beban Kerja (ABK) dan prioritas program pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.