Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menyimpang dari Empat Pilar, Indonesia Bisa Goyah

Bali Tribune / Wayan Windia - Guru Besar di Univ. Udayana dan Ketua Stispol Wira Bhakti.

balitribune.co.id | Demo besar terjadi di Jakarta. Aparat negara pasti sangat sibuk. Akar masalahnya adalah, wacana tentang perpanjangan jabatan Presiden. Pro-kontra terjadi. Masyarakat Indonesia terbelah. Diyakini, bahwa isu ini dimanfaatkan oleh komunitas yang justru anti empat pilar kebangsaan. Mereka seolah-olah membela empat pilar. Tetapi tujuan pokoknya adalah untuk meremuk-kan negara. Mereka akan selalu memanfaatkan setiap momentum yang memungkinkan.

Hal ini menunjukkan bahwa para “pemimpin” kita, tidak memiliki otak yang sensitif terhadap krisis. Justru pada saat bangsa sedang krisis, lalu mereka (termasuk beberapa ketum partai) mewacanakan isu yang sensitif. Mereka berbicara hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok, tetapi tidak sensitif terhadap kepentingan bangsa. Kalau komunitas partainya memang tidak siap ikut pemilu tahun 2024, ya jangan ikut pemilu-lah. Jangan mengusulkan pemilu ditunda, dengan berbagai alasan yang tidak logis, dan tidak masuk akal.  

Jokowi juga tidak tegas. Ia seharusnya dengan tegas mengatakan untuk menolak wacana itu. Menolak pemilu ditunda, dan tunduk pada UUD 1945. Apalagi partainya (PDIP) sudah mewacanakan untuk menolak. Dengan demikian, wacana pembelahan bangsa, tidak terus bergulir. Tampaknya, kekuasaan membuat orang menjadi nina bobok. Mereka lupa pada konstitusi.  Sudah jelas, bahwa wacana tentang perpanjangan jabatan presiden bertentangan dengan UUD 1945. Kok terus saja digulirkan?

Saya kira, para ketum partai, para menteri, dan yang lainnya pasti bukan orang tolol. Mungkin hanya karena untuk kepentingan harta dan tahta, maka mereka kelihatan seolah-olah tolol.

Diyakini bahwa setiap kasus yang mengutik-ngutik empat pilar kebangsaan, maka bangsa ini akan semakin retak, semakin terbelah, dan semakin goyah. Sistem politik kita yang menyimpang dari Pancasila, telah membuat bangsa ini semakin goyah. Setiap pelaksanaan pemilu, maka terjadi-lah polarisasi komunitas. Korupsi-pun semakin meraja-lela hingga ke tingkat kabupaten/kota. Bahkan hingga ke desa-desa. Hal ini terjadi, karena proses politik yang semakin mahal, terjadi aktivitas politik-uang, dan politik yang menghalalkan segala cara. Selanjutnya, RUU tentang Pancasila yang ingin “memeras” Pancasila menjadi macam-macam, juga menyebabkan hal yang kontra produktif. Bahkan kabarnya, dimanfaatkan juga oleh komunitas yang anti Pancasila.

Seharusnya, proses politik dijalankan berdasarkan konstitusi. Jangan sebaliknya. Melakukan aktivitas politik yang bertentangan dengan konstitusi. Inilah sebuah pelajaran dari era reformasi. Sekali suatu konstitusi diubah, maka setiap saat tangan kita akan gatal untuk mengubah konstitusi. Bahkan sebelum konstitusi diubah-pun, para begundal politik sudah menjalankan aksi politiknya. Mungkin mirip dengan orang marah yang sedang memukul-mukul. Sekali ia sudah memukul, maka ia akan terus memukul-mukul, hingga puas, dan lawannya sirna. Itulah hakekat sistem anarkhi.

Sejarah kehancuran bangsa karena anarkhi, pernah tercatat di Athena. Sekitar 500 tahun sebelum masehi, tersebutlah Raja Perikles di Athena. Ia sangat dihormati oleh rakyatnya, karena ia menerapkan sistem demokrasi. Rakyatnya sejahtera. Berkali-kali dilakukan pemilihan umum, ia selalu saja terpilih kembali secara demokratis. Lalu banyak orang yang ber-migrasi ke Athena. Termasuk kaum sufi (kaum cerdik pandai). Nah, kaun sufi inilah yang mengajarkan sistem anarkhi. Friksi dan konflik terjadi dimana-mana. Akibatnya bangsa Athena menjadi lemah.

Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh musuh Athena. Bangsa Spartha dan koleganya mulai menyusun kekuatan. Lalu menyerbu Athena. Karena Athena sedang lemah, maka dengan cepat Athena menjadi bangsa yang kalah. Pelajaran sejarah ini patut direnungkan oleh orang-orang yang merasa dirinya seorang pemimpin komunitas. Rasanya, bukan slogan kosong tentang berbagai wacana, yang mengatakan bahwa, banyak bangsa di dunia, sangat iri dengan Indonesia. Sebuah bangsa, yang memiliki segala macam sumberdaya. Lalu takut kalau bangsa ini menjadi kuat. Mereka (para musuh Indonesia) menginginkan agar bangsa Indonesia menjadi lemah. Kemudian bisa dipecah dan dikuasai. Ketika zaman penjajahan Belanda, hal ini disebut sebagai sistem devide at impera

Pemimpin Partai Janatha di India, Narendra Modi, yang kini menjadi Perdana Menteri, mengembangkan visi partainya, yang mementingkan bangsa sebagai yang utama. Bahwa kepentingan bangsa adalah yang pertama. Setelah itu, barulah loyal pada kepentingan partai. Visi semacam ini pernah dikembangkan oleh Pak Harto di Indonesia. Bahwa dalam proses pembangunan, maka kepentingan bangsa harus berada di atas kepentingan golongan dan pribadi. Kini, slogan semacam ini semakin sirna, karena kepentingan individu yang sangat menonjol. Bahkan ada Komisi HAM yang membela kepentingan individu tersebut.

Dalam beberapa diskusi, telah muncul kekhawairan bahwa, HAM dan demokrasi bisa saja menjadi semacam soft war bagi bangsa ini. Buktinya, pilar-pilar politik dan ekonomi yang diwariskan oleh para Bapak Bangsa kita, telah mengalami proses transformasi yang mengkhawatirkan. Adapun pilar politik dan ekonomi itu, dicerminkan dalam Pancasila dan UUD 1945. Kini kita sudah semakin jauh menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945 (yang asli, red).

Oleh karenanya, mungkin pelaksanaan P4, seperti yang pernah dilaksanakan oleh Pak Harto di Era Orde Baru bisa dihidupkan kembali. Tujuannya agar kita kembali tersadar pada sejarah bangsa, yang dahulu dibangun dengan tetesan darah. Selanjutnya, para pemimpin bangsa yang akan muncul di era yang akan datang, tidak saja cerdas dalam hard skill, tetapi juga harus mapan dalam soft skil. Yakni, soft skill tentang kesadaran untuk menerapkan empat pilar kebangsaan secara konskwen. Jangan hanya di bibir.

wartawan
Wayan Windia
Category

BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta, Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Pariwisata Bali

balitribune.co.id | Mangupura - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meresmikan gedung baru Branch Office (BO) Kuta pada Jumat (18/9/2026), sebagai bagian dari upaya BRI dalam memperkuat kualitas layanan perbankan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Kuta dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click

SOP Pengisian BBM Dilanggar, Pertamina Pecat 2 Operator SPBU di Tukad Yeh Aya Denpasar

Pertamina Tindak Pelanggaran di SPBU Tukad Yeh Aya, Dua Operator Diberhentikan

balitribune.co.id | Denpasar - PT Pertamina Patra Niaga mengambil tindakan terhadap pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pelayanan BBM di SPBU 54.801.42 Tukad Yeh Aya, Kota Denpasar. Dua operator SPBU tersebut diberhentikan setelah terbukti memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jadi Ketua IMI Bali, DUIN Kawasaki Yakin Usrox Mampu Bawa Otomotif Bali Lebih Bersinar

balitribune.co.id | Denpasar  – Atmosfer otomotif di Pulau Dewata kian hangat menjelang pelantikan resmi Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali. Support dan harapan besar mengalir deras dari komunitas hingga pelaku industri, salah satunya dari DUIN Kawasaki selaku main dealer Kawasaki wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

AHM Best Student 2026 Regional Bali, Siswi Tabanan Juara 1 Lewat Olahan Limbah Kulit Pisang

balitribune.co.id | Denpasar – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan mengantarkan Ni Putu Issabel Kirana Selena Devi, siswi SMAN 1 Tabanan, meraih Juara 1 AHM Best Student (AHMBS) 2026 tingkat regional Bali. Melalui inovasi olahan limbah kulit pisang menjadi abon nabati bernama Biu-Zy, Issabel sukses menjadi yang terbaik dan berhak mewakili Astra Motor Bali ke ajang AHMBS 2026 tingkat nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Tinggalkan Sistem Manual, DPRD Bangli Terapkan Inovasi Berbasis Elektronik 

balitribune.co.id | Bangli - Sebanyak enam pejabat eselon IIB di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli resmi meluncurkan proyek perubahan sebagai bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026. Acara peluncuran tersebut berlangsung di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli, Kamis (17/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.