Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Merawat Modal Sosial Bali

pengamat
Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), begitu aktif membangun komunikasi, solidaritas, dan kolaborasi demi menjamin kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri yang tahun ini nyaris dirayakan secara bersamaan, terhitung beberapa kali Pak Koster menyelenggarakan pertemuan dengan para pemangku kepentingan demi menemukan cara yang elegan dan moderat untuk menyikapi situasi yang mengandung dan mengundang polemik itu.

Kita mencatat setidak-tidaknya lima kali beliau melakukan pertemuan koordinatif, terakhir dilakukan pada tanggal 16 Maret 2026 di Gedung Jayasabha. Dalam pertemuan di Jayasabha itu, Pak Koster dengan nada yang tenang meminta semua pihak memberikan perhatian yang serius terhadap perayaan dua hari raya besar itu agar berlangsung dengan aman dan nyaman.

Dalam sambutannya pada acara yang dirangkai dengan ramah tamah itu, Pak Koster menekankan pentingnya menjaga kondusifitas dan toleransi demi menghindari gesekan saat dua hari raya besar itu dilangsungkan. Pak Koster meminta semua pihak menghormati satu sama lain, menjaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama, tentu saja Pak Koster ingin Bali aman dan nyaman. Ia juga ingin agar Bali menjadi barometer toleransi di Tanah Air.

Kita bersyukur bahwa apa yang menjadi konsen Pak Koster yakni Bali yang aman dan nyaman selama pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri benar-benar kita rasakan. Jika ada satu dua kasus yang muncul selama perayaan, dapatlah kita pahami, bisa saja ada keteledoran dari orang-orang tertentu mereka tidak menyadari bahwa tindakannya akan melukai perasaan umat.

Namun demikian, tidaklah bisa kita generalisir bahwa tindakan mereka itu telah merusak suasana perayaan secara keseluruhan, tindakan itu bersifat kasuistik dan dapat diatasi dengan baik.

Tampaknya kini umat kita makin dewasa menyikapi perbedaan, polemik yang ada justru menjadi media untuk menemukan metode yang tepat untuk membuat situasi menjadi aman dan nyaman, dan metode yang tepat itu bisa kita lihat dari ikhtiar Pak Koster membangun komunikasi, solidaritas, dan kolaborasi sebelum perayaan dilaksanakan, kita mengapresiasi ikhtiar Pak Koster.

Sebagai kepala daerah, ia berusaha mengayomi semua mereka yang berkehidupan di Bali, tidak ada pembedaan, sepanjang menyangkut keyakinan, Pak Koster ingin agar setiap orang menjalankan kewajiban agamanya dengan baik. Bagi Pak Koster, Bali adalah miniatur Indonesia yang betul-betul otentik, unik, dan antik, tidak ada duanya, harus dijaga oleh semua orang Bali yang tinggal dan mencari penghidupan di Bali. Ia mengutip pandangan musisi kenamaan Tanah Air, Pasha Ungu, bahwa Indonesia menjadi istimewa karena adanya Bali, bukan Bali menjadi istimewa karena menjadi bagian Indonesia. Kutipan ini tentu menggugah kita, tidak disangka, Bali menjadi sangat istimewa di mata dunia.

Hemat kita, keberhasilan ikhtiar Pak Koster di dalam menjaga Bali agar tetap kondusif sepanjang perayaan Nyepi dan Idul Fitri tidak terlepas dari modal sosial yang tersedia di dalam kehidupan masyarakat Bali. Secara teoretik modal sosial adalah jaringan, institusi, norma, dan kepercayaan (trust) antar individu yang memfasilitasi kerja sama serta tindakan kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Modal sosial adalah mesin sosial yang menggerakkan partisipasi dan meningkatkan kontribusi komunitas, elemen kuncinya meliputi rasa saling percaya, nilai bersama, dan keterhubungan sosial. Dengan merujuk pada penjelasan teoretik ini, maka ketersediaan modal sosial Bali sangat melimpah, kita dengan mudah menemukan jaringan sosial yang saling menopang, institusi sosial yang saling berkolaborasi, norma-norma sosial yang dijalankan dengan penuh kepatuhan, dan keyakinan-keyakinan yang dipegang dengan penuh tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat Bali, dan kita meyakini bahwa modal sosial Bali yang banyak itu telah menjamin kehidupan sosial Bali yang humanis dan harmonis sampai hari ini.

Tentu saja, kita tidak meragukan bahwa heterogenitas masyarakat Bali dipandu oleh kekuatan modal sosial tersebut sehingga bisa hidup berdampingan dengan tenggang rasa yang awet, artinya heterogenitas Bali diikat oleh sebuah "kalimatun sawa", titik temu, bahwa perbedaan suku, ras, keyakinan, dan pandangan harus bisa dipandu untuk tiba pada pentingnya mencari kesamaan untuk hidup damai dalam keragaman, dan itulah yang secara cerdas dilihat oleh Pak Koster, ia memanfaatkan secara optimal modal sosial yang ada demi menjamin kehidupan masyarakat Bali yang tepo seliro, saling menghargai perbedaan.

Beliau mencoba mendekati semua jaringan, institusi, kelompok strategis, dan secara taktis memanfaatkan norma-norma yang ada demi terselenggaranya perayaan hari raya Nyepi dan Idul Fitri yang khidmat dan damai, artinya, modal sosial Bali punya saham yang besar di dalam menjaga Bali yang humanis dan harmonis, dan apabila modal sosial ini dipakai secara efektif maka pembangunan dalam segala aspek akan dengan mudah dilakukan. Di sini, pemerintah diharapkan memiliki kemampuan untuk memanfaatkan modal sosial ini dengan baik, modal sosial harus dirawat dengan telaten. Jika tidak, modal sosial bisa mengundang berbagai persoalan sosial.

Akhirnya, kita berharap agar setiap pemimpin di Bali bisa mengoptimalkan modal sosial yang tersedia untuk membangun kehidupan sosial masyarakat Bali yang humanis dan harmonis, dan optimalisasi modal sosial itu sudah dilakukan oleh Pak Koster, ia telah dengan cerdas dan kreatif memanfaatkan itu demi kepentingan Bali yang lebih besar, banyak norma ia rujuk untuk menghasilkan kebijakan dan keputusan, banyak institusi ia dekati untuk menjaga dan membangun Bali, banyak jaringan ia gunakan untuk memperkuat posisi Bali sebagai barometer toleransi di tanah air, dan ia secara rutin bertemu para tokoh agama demi mendapatkan penguatan, upaya-upaya ini tentu sangat berguna untuk menjadikan Bali sebagai ikon transformasi sosial yang lebih tertata dan terkelola, kita berharap modal sosial Bali ini bisa dirawat demi masa depan Bali yang lebih maju dan bermartabat, wallahu a'alamu bish-shawab.

wartawan
RED
Category

Ketua Dekranasda Badung Dukung Inovasi Kriya Lokal di Pameran Inacraft October Vol. 4

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama Penasihat Dekranasda Kabupaten Badung IB. Surya Suamba, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba menghadiri Pameran Inacraft October 2025 Vol.

Baca Selengkapnya icon click

Roadshow Pak Koster Pascabanjir

balitribune.co.id | Sebagai publik, kita mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh Pak Koster sebagai Gubernur Bali pascabanjir pertengahan September lalu, di samping beliau turun langsung memantau dan mengomandoi penanganan dampak banjir, beliau juga menggalang bantuan dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak, termasuk menggalang donasi dari aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan Provinsi Bali, tak pelak beliau mendapatk

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

MotoGPTM 2025 Dongkrak Keterisian Hotel dan Industri Penerbangan

balitribune.co.id | Denpasar - Ajang balap dunia MotoGPTM 2025 yang berlangsung di Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 4-5 Oktober membawa dampak positif di industri penerbangan dan okupansi kamar hotel di Tanah Air. Antusiasme publik terhadap balapan kali ini terlihat dari tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika yang mencapai 100% penuh, bahkan melebihi kapasitas tersedia.

Baca Selengkapnya icon click

Dewan Bangli Minta Evaluasi Rencana Investasi Kapal Pesiar di Danau Batur

balitribune.co.id | Bangli - Penandatangan  nota kesepakatan  (MoU)  antara Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Bangli dengan investor PT GMS Invest International Korea untuk pengembangan pariwisata di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Salah satu proyek yang direncanakan yakni pengoperasian kapal pesiar di danau Batur, Kintamani. Hal ini menuai sorotan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Puncak Kompetisi AHM Best Student 2025, Astra Motor Bali Hadirkan Inovator Muda

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali dengan bangga mengumumkan para pemenang kompetisi AHM Best Student (AHMBS) 2025 tingkat regional Bali. Acara puncak yang digelar pada Minggu (5/10) menjadi saksi lahirnya lima inovator muda terbaik dari 12 finalis yang telah melalui proses seleksi ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.