Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Miris, Kesulitan Air Bersih, Warga Mendaki 5 Jam untuk Satu Ember Air

Bali Tribune / AIR - warga Seraya Timur berjalan dipinggir jurang naik dan turun bukit untuk mencari satu ember air bersih

balitribune.co.id | Amlapura - Memasuki musim kemarau panjang, warga di Desa Seraya Timur, Kecamatan/Kabupaten Karangasem mulai menjerit kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih, ini terjadi menyusul stok air yang mereka tampung dalam cubang saat musim hujan telah habis dan kering kerontang.

Sebagian besar warga juga harus berjuang menantang bahaya, mendaki bukit dengan kanan kiri jurang sedalam ratusan meter, serta mengalahkan ganasnya cuaca panas dan medan menantang hingga mereka sampai di satu-satunya sumber air bersih yang berada di ketinggian 2300 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL).

Dengan rasa penasaran, media ini bersama dua orang awak media lainnya, ditemani Perbekel Seraya Timur, I Made Pertu dan Kepala Dusun Bukit Catu, I Made Kari dan Babinkamtibmas yang bertugas di Desa Seraya Timur, melakukan pendakian mengikuti warga di Dusun Bukit Catu pergi mengambil air di sumber mata air Bikit Jumas.

Untuk sampai di tempat sumber mata air tersebut, warga ternyata harus berjalan hingga dua jam di tengah terik matahari dan terjalnya jalur pendakian sambil membawa ember bekas cat tembok berukuran besar. Setelah dua jam, media ini bersama Perbekel, Kadus, Babinkamtibmas dan warga pencari air bersih akhirnya tiba di sumber mata air yang dimaksud.

Ternyata di sumber mata air tersebut sudah mengantre sebanyak delapan orang warga yang berasal dari Dusun Bukit Catu. Warga ini dengan sabar menunggu antrean hingga berjam-jam, mengingat saking kecilnya debit mata air pegunungan tersebut. Untuk memenuhi air satu ember besar bekas cat tembok tersebut warga harus menunggu hingga 40 menit.

“Kanggoin Pak, disini tidak ada sumber mata air lagi jadi cuman ini saja yang ada. Saya berangkat dari jam enam pagi, perjalanan dua jam hingga sampai di sini. Untuk menunggu giliran bisa sampai empat jam baru dapat. Nah, perjalanan pulang juga ditempuh dalam waktu dua jam,” ungkap Ni Ketut Sari, warga Dusun Bukit Catu, sembari menyebutkan jika air tersebut kemudian dia pakai untuk minum dan kebutuhan memasak.

Hal senada juga dikatakan Ni Wayan Sulendri, untuk bisa membawa lebih dari satu ember air, dia terpaksa mengajak dua orang anaknya untuk ikut mendaki menuju ke sumber air. Memang jalur menuju ke sumber mata air ini cukup berbahaya namun dia dan warga lainnya tidak punya pilihan lain selain harus menantang bahaya demi satu ember air bersih untuk kebutuhan vital bagi kehidupan mereka. Atau bisa dikatakan air bersih bagi dia dan warga lainnya sangat berharga dari emas atau permata.

“Sebenarnya takut membawa anak-anak ikut mengambil air, karena dulu saya beberapa kali sempat terpeleset dan untungnya tidak jatuh ke jurang. Tapi mau bagaimana lagi tidak ada yang bisa kami lakukan selain seperti ini,” kesahnya, namun tetap bersemangat demi satu ember air bersih.

Jika dilihat, sumber air tersebut berasal dari rembesan air dari akar pohon di tebing di atasnya. Dan saat musim kemarau kucuran airnya sangat kecil, bahkan untuk menampung segelas besar air dari kucuran mata air tersebut perlu waktu sekitar lima menit.

“Ya warga kami hanya berharap dari sumber mata air ini! Sebenarnya ada lagi satu sumber air yang sama seperti ini, lokasinya di sebelahnya agak turun ke jurang lagi sedikit. Tapi itupun debit airnya lebih kecil  dari ini,” lontar Kadus Bukit Catu, I Made Kari.

Kendati kucuran air dari sumber air ini sangat kecil, namun disebutkannya sebanyak 170 kepala keluarga di Dusun Bukit Catu bergantung dari sumber mata air tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat, provinsi dan daerah bisa mencarikan solusi untuk mengatasi masalah kesulitan air bersih yang dihadapi warga kami ini,” pintanya.

Sementara itu, Perbekel Seraya Timur, I Made Pertu menyampaikan, sedikitnya ada 720 Kepala Keluarga (KK) di desanya yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih akibat dampak musim kemarau yang terjadi. Jumlah tersebut masing-masing Dusun Tanah Barak atas dan Bawah sebanyak 200 KK, Dusun Tukad Buah 150 KK, Dusun Bukit Catu 170 KK, dan Dusun Tinjalas 180 KK.

“Masalah ini sudah dialami warga kami sejak puluhan tahun. Kalau musim hujan, warga kami menampung air hujan dalam cubang mereka, namun saat musim kemarau seperti ini air dalam cubang habis dan kering, sehingga warga kami harus berusaha mencari air bersih meski harus mendaki bukit,” ungkap Pertu.

Di desanya kata Pertu, air bersih lebih berharga dari emas atau berlian. Memang warga yang tinggal di pinggir jalan utama sudah terpasang pipa air PDAM, namun itupun hanya mengalir seminggu sekali dan bahkan sepuluh hari sekali, karena aliran air PDAM digilir akibat debit airnya yang sangat kecil.

“Kami memohon bantuan agar Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten bisa mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi warga kami. Terlebih kami mendengar jika air Telaga Waja akan segera dialirkan setelah dikelola oleh PDAM. Kami berharap itu segera dialirkan ke Seraya Timur dan bisa menjadi solusi permasalahan yang dihadapi warga kami,” pintanya.

Sebab kata dia, jika membeli air dari mobil tangki harganya sangat mahal, yakni hingga Rp. 500 ribu untuk satu tangkinya.

wartawan
AGS
Category

Semburan Belerang Kembali Landa Danau Batur, Pembudidaya Ikan Waspada

balitribune.co.id | Bangli - Fenomena alam semburan belerang kembali terjadi di kawasan Danau Batur, Kintamani, Bangli. Peristiwa yang rutin terjadi setiap tahun ini mulai terpantau di wilayah Desa Kedisan, Banjar Dukuh, dan Desa Abang Songan sejak Senin (20/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Kondisi ini membuat para pembudidaya ikan di kawasan tersebut diliputi rasa was-was.

Baca Selengkapnya icon click

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Lepas Peserta Jalan Sehat Serangkaian HUT ke-79 Koperasi

balitribune.co.id | Denpasar - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas peserta Jalan Sehat serangkaian HUT ke-79 Koperasi, yang pada tahun mengusung tema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya, di area Lapangan Lumintang, Minggu (19/7/2026) pagi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel Dorong Digitalisasi Masyarakat Lombok Melalui Bantuan Orbit untuk UMKM, Pemerintah Desa dan Sekolah

balitribune.co.id | Mataram - Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pemerataan akses dan literasi digital melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar masyarakat hingga ke tingkat desa.

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Wujudkan Semangat "Satu Hati" melalui Servis Gratis bagi Warga Disabilitas

balitribune.co.id | Denpasar  – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat "Satu Hati Peduli & Berbagi", Astra Motor Bali selaku Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah Bali sekaligus bagian dari PT Astra International Tbk, menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) khusus yang menyasar masyarakat rentan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nobar Final Piala Dunia 2026 di TVRI Bali Perkuat Kebersamaan dan Dongkrak UMKM

balitribune.co.id | Denpasar – Euforia laga puncak Piala Dunia 2026 berlangsung meriah di Lapangan Timur TVRI Bali, Senin (20/7/2026) dini hari. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti nonton bareng (nobar), menciptakan atmosfer yang hangat, tertib, dan penuh semangat layaknya berada langsung di dalam stadion.

Baca Selengkapnya icon click

Anjasmara Prasetya Resmi Buka Program Yoga Teacher Training Ashram Gandhi Puri 2026

balitribune.co.id | Semarapura - Suasana penuh semangat mewarnai pembukaan program Yoga Teacher Training (YTT) Shantisena Ashram Gandhi Puri (AGP) angkatan baru di Ashram Gandhi Puri Sevagram, Klungkung, pada Sabtu (18/7/2026). Program pendidikan yang akan berlangsung setiap akhir pekan selama satu tahun ke depan ini dibuka secara resmi oleh tokoh sekaligus Guru Yoga ternama Indonesia, Anjasmara Prasetya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.