Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Muncul Tulang Belulang Zaman Jepang

abrasi
PADATI - Warga memadati lokasi abrasi yang memunculkan tulang belulang di pesisir Banjar Ketapang, Desa Pengambengan, Negara Selasa (24/5).

Negara, Bali Tribune

Warga Bumi Makepung Jembrana, Selasa (24/5), geger dan dibuat heboh dengan munculnya tulang belulang dari gerusan abrasi yang terjadi di pesisir Banjar Ketapang, Desa Pongambengan, Negara. Tulang belulang manusia itu diduga dari zaman penjajahan Jepang.

Salah seorang warga setempat, Samsuri (48), yang ditemui di lokasi Selasa kemarin menyatakan ia melihat awalnya tulang belulang itu di antara deburan ombak masih utuh tersusun seperti kerangka manusia dari kaki hingga kepala. Bahkan ia menuturkan melihat giginya masih tersusun utuh. Karena warga setempat tidak ada yang berani mengangkat terlebih saat itu ombaknya besar, beberapa saat kerangka tersebut menghilang tidak terlihat lagi yang menurut warga diduga hanyut terbawa ombak atau tertimbun tanah reruntuhan abrasi bahkan ada yang meyakini hilang karena mistis. Bahkan jejaran Kepolisian yang turun kelokasi tidak dapat melihat, mengangkat dan melakukan identifikasi.

Amat Dewasa (45) mengatakan dari penuturan para tetua dan sesepuh di Desa Pengambengan dikatakan di lokasi yang kini sudah tergerus air laut itu dulunya merupakan salah satu lokasi markas tentara Jepang dan penjagaan mercusuar laut yang dibangun oleh mereka saat itu. Bahkan di lokasi masih tampak tonggak peninggalan masa penjajahan jepang yaitu puing pondasi mercusuar tersebut yang kini telah terendam air laut dan terlihat seperti buis raksasa.

Bahkan dikalangan warga setempat reruntuhan mercusuar zaman Jepang ini memiliki kisah-kisah misterius bahkan dibumbui dengan aroma mistis. Dari perjalanan sejarah itu pula, warga setempat menduga di lokasi itu dulunya ada kuburan milik tentara Jepang. Karena kuatnya hantaman gelombang air laut di pesisir Bali Barat yang terjadi selama ini hingga mengakibatkan beberapa kilometer daratan hilang tergerus dan memunculkan tulang belulang yang diduga milik tentara atau tawanan penjajah Jepang yang selama ini terkubur.

Bahkan menurut beberapa warga, dari cerita para tetua dan sesepuh setempat, di sekitar lokasi mercusuar itu diyakini ada peninggalan berupa senjata milik tentara Jepang seperti samurai dan senapan hingga harta berupa emas yang terkubur namun hingga saat ini belum pernah ada yang melihatnya.

Kapolsek Kota Negara Kompol I Made Prihenjagat saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya mendapat laporan mengenai adanya kemunculan tulang belulang tersebut dan pihaknya pun turun langsung ke lokasi. Namun tulang belulang tersebut tidak didapati karena diduga setelah dilihat oleh warga dan belum sempat diabadikan, sudah terlebih dulu hanyut terbawa oleh gelombang air laut yang saat itu memang cukup kuat. Munculnya tulang belulang itu diduga karena menjoloknya laut ke daratan karena abrasi hingga menggerus kuburan yang konon adalah peninggalan jaman Jepang.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Bupati Karangasem Cek Langsung Ruas Jalan Penginyahan-Munti Desa dan Bantas-Br. Dukuh

balitribune.co.id I Amlapura - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam membangun infrastruktur yang berkualitas kembali ditunjukkan secara nyata. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jalan, Rabu (20/5/2026), guna memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Tabanan Kritik Kondisi Lapangan Penebel Tak Terawat Usai Ditata

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengritik kondisi lapangan Umum Penebel yang tidak terawat meski baru ditata dengan dana miliaran rupiah. Fasilitas publik yang menghabiskan anggaran APBD 2024 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut kini justru dipenuhi rumput liar dan mulai mengalami sejumlah kerusakan fisik.

Baca Selengkapnya icon click

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.