Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Napi Lapas Bangli Ribut

Bali Tribune/ PENGEROYOK - Beberapa napi yang diduga pelaku pengeroyokan di Blok C, Lapas Narkotika Bangli, Banjar Buungan, Desa Tiga Kecamatan Susut, Bangli.

Bali Tribune, Bangli - Sebanyak 16 narapidana Lapas Narkotika Bali di Bangli mengeroyok dua napi lainnya, Indra Pratama dan Sukadana. Usai membuat ulah, ke-16 napi yang disinyalir anggota ormas tersebut dipisahkan dengan napi lain. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengeroyokan terhadap Sukadana terjadi Kamis (14/2) sekitar pukul 13.30 Wita, sedangkan kepada Indra Pratama terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 Wita. Hingga Jumat malam, Indra Pratama yang mengalami luka lebam masih dirawat di poliklinik Lapas Narkotika yang berlokasi di Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli.  Pelaku pengeroyokan maupun korban, sejatinya berada di satu blok yakni Blok C. Kemudian napi yang membuat onar tersebut sebagian besar orang-orang yang baru dilayarkan ke Lapas Narkotika.  Di sisi lain, puluhan personel Polres Bangli bersama Polsek Susut ikut dalam proses pemisahan napi tersebut. Personel kepolisian juga ikut mendampingi saat melakukan penggeledahan di masing-masing blok.  Tim dari Polres Bangli dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bangli, Kompol Ngakan Anom Semadi. Di sela-sela pengamanan, pihaknya menyampaikan jika ada permintaan dari Lapas Narkotika untuk pendampingan pelaksanaan sweeping. "Ada 40 personel yang diterjunkan meliputi personel Polsek Susut dan Polres Bangli," jelasnya seraya menyebutkan pihaknya tiba di Lapas Narkotika pukul 16.30 Wita.  Sementara itu Kepala Lapas Narkotika Bangli, Arif Rahman mengungkapkan jika beberapa hari kemarin sudah ada riak-riak bakal terjadi keributan sesama napi. "Ya memang terjadi pengeroyokan antarnapi. Kami sudah koordinasikan hal ini pada pimpinan," ungkapnya.  Langkah yang diambil pihak Lapas yakni memisahkan para napi yang diduga sebagai dalang dari pengeroyokan tersebut. Ditanya terkait beberapa napi yang juga anggota ormas, Arif Rahman pun mengamini hal tersebut. Lebih lanjut soal rencana pemindahan napi ke Lapas lain, Arif Rahman mengaku masih mengkoordinasikan hal tersebut. Namun pihaknya belum membeberkan nama-nama napi yang diduga melakukan pengroyokan. Di sisi lain, situasi di Lapas Narkotika sudah terkendali. Sementara 16 napi yang membuat onar ditempatkan di ruang besukan, dengan kondisi mata ditutup dan tangan diborgol. Usai tangan diborgol beberapa napi teriak-teriak bahkan ada yang menangis.

wartawan
Agung Samudra
Category

Antisipasi Premanisme, Personel Polres Badung Sisir Kawasan Mengwi

balitribune.co.id I Mangupura - Polres Badung melalui Sat Samapta Unit Turjawali melaksanakan kegiatan Patroli Biru (Blue Light Patrol) dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Senin (6/4/2026) malam.

Kegiatan ini menyasar wilayah hukum Mengwi, khususnya jalur rawan dan objek wisata, guna mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas seperti C3 (Curat, Curas, dan Curanmor), premanisme, serta kejahatan jalanan.

Baca Selengkapnya icon click

Proyek Pipa Bawah Laut di Badung Terkendala Izin Jalan Nasional

balitribune.co.id I Mangupura - Penyelesaian proyek jaringan pipa bawah laut di Kabupaten Badung masih menunggu satu izin krusial terkait pemanfaatan jalan nasional. Meski pemasangan pipa telah mencapai kawasan Bypass Ngurah Rai, proses akhir belum dapat dilakukan sebelum izin koneksi diterbitkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mulai 10 April, Pemkot Denpasar Terapkan WFH Setiap Jumat

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat, yang akan dimulai pada 10 April 2026. 

Kebijakan ini merujuk pada arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi dan fleksibilitas kerja, serta tertuang dalam Surat Edaran Walikota Denpasar Nomor B/000.8.3/602/SETDA Tahun 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Tahap Awal WFH, Pemkab Tabanan Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan

balitribune.co.id I Tabanan -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan memastikan seluruh unit pelayanan publik tetap beroperasi secara normal dan menjadi prioritas utama meskipun kebijakan Work From Home (WFH) mulai diberlakukan bagi sebagian pegawai.

Prioritas ini bertujuan agar masyarakat tetap mendapatkan akses layanan dasar tanpa hambatan di tengah masa penyesuaian sistem kerja baru yang ditetapkan oleh pemerintah pusat ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.