Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nilai Strategis UMKM Dalam Struktur Perekonomian Nasional

Dewi Setyowati
Dewi Setyowati

Gianyar, Bali Tribune

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang strategis dalam struktur perekonomian nasional. Dengan pencapaian 99,9 persen dari total unit usaha yang ada dan 97,2 persen penyerapan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap PDB melampaui 50 persen, keberadaannya mampu menjadi penopang perekonomian Indonesia, karena tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Membaiknya ekonomi global rupanya berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, termasuk di Bali. Dari analisa Bank Indonesia (BI) diperkirakan pertumbuhan ekonomi di Bali tahun 2016 akan mampu tumbuh 6,84 persen. Untuk itu BI memperkuat sektor UMKM agar nantinya bisa visible dan bankable.

 Hal itu dikatakan Kepala KpW BI Bali, Dewi Setyowati, saat Lokakarya Kebangksentralan dan Kehumasan 2016 di Hotel Padma Resort Ubud, Payangan, Gianyar (21/5). Senafas denga apa yang disampaikan Dewi, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Edy Kritianto juga menjelaskan, meskipun UMKM memiliki kontribusi yang signifikan dalam perekonomian Indonesia, temasuk Bali, namun masih terdapat banyak kendala yang dihadapi. Utamanya dalam mendapatkan akses permodalan guna pengembangan usaha akibat tidak adanya jaminan atau agunan.
Menjawab tantangan tersebut BI ingin menjadikan UMKM agar Visible dan Bankable untuk pengembangan UMKM hingga bisa mendapatkan akses permodalan murni sesuai dengan Peraturan BI No.17/12/PBI/2015 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum. “Selain itu juga dilakukan upaya pendekatan UMKM dengan peningkatan kapasitas perbankan melalui regulasi, salah satunya dengan mendorong Lembaga Keuangan memberikan pembiayaan UMKM,” ujarnya
Sementara itu, Analis BI Perwakilan Provinsi Bali, Umran Usman, juga mengakui perkembangan ekonomi global tahun 2016 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 lalu. “IMF saja juga memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi dunia akan meningkat. Termasuk BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II meningkat,” katanya.
Bahkan ekonomi Bali pertumbuhan ekonominya akan jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya, karena adanya peningkatan volume kerja ekspor. Seperti adanya peningkatan permintaan ekspor dari Amerika Serikat berupa olahan ikan dan garmen. “Dari sejumlah pelaku usaha garmen juga mengakui adanya peningkatan volume ekspor akibat adanya peningkatan buyer khususnya dari Amerika Serikat,” sebutnya.
Volume ekspor dari Bali juga tumbuh signifikan dan yang tertinggi dari pengolahan ikan dan pakaian jadi. Peningkatan ekspor akan cendrung meningkat seiring dengan membaikannya ekonomi negara tujuan ekspor. Namun ada sektor lain juga ada yang tertahan, seperti industri pengolahan terutama olahan kayu masih tertahan pertumbuhannya. “Bulan April lalu untungnya Bali mengalami deflasi akibat efek penurunan harga BBM bersubsidi dan Pertamax serta Pertalite yang diperkirakan akan berkontribusi dengan deflasi sekitar mines 0,01 persen untuk deflasi sekitar bulan Mei ini,” tambahnya.
Terkait dengan kebijakan bebas visa dibandingkan tahun sebelumnya juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti negara-negara yang sudah menerapkan bebas visa pertumbuhan ekonominya meningkat signifikat. “Efek bebas visa memberikan kontribusi yang cukup besar meskipun masih perlu dikonfirmasi. Namun sudah memberikan efek kunjungan wisman ke Bali, khususnya dari negara-negara yang diberikan bebas visa tumbuh signifikan beberapa bulan terakhir,” tandasnya.
Namun sayangnya, akibat penurunnya nilai tukar mata uang asing seperti dolar juga menyebabkan wisman mengalihkan kunjungannya ke negara lain seperti Thailand. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah yang kompetitif sebagai upaya meningkatkan daya saing pariwisata. “Kualitas dan harga berwisata di negara lain nyatanya bisa lebih baik, seperti Thailand. Sehingga perlu dilakukan kajian, karena selama ini Bali sering dikeluhkan dengan sampah dan kemacetan. Padahal saat ini ada segmen wisman lain terutama dari Tiongkok yang saat ini ekonominya tumbuh melambat, namun kunjungan wismannya masih kuat. Inilah yang perlu digarap,” imbuhnya.
Dari sisi domestik pemerintah juga sudah mengeluarkan 12 paket kebijakan. Salah satunya dengan melakukan penyederhanaan birokrasi. “Paket Kebijakan yang ke-12 dirasakan sangat seksi di Indonesia, terutama bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Indonesia. Seperti investasi asing untuk pembangunan hotel dan restoran. Apalagi tahun ini dari APBN juga disediakan sekitar Rp 4 miliar untuk infrastruktur. Termasuk belanja modal di pemerintah provinsi untuk mengetrack pertumbuhan ekonomi. Khusus Bali juga ada rencana pemerintah investasi di Bali Utara,” paparnya.
Selain itu sejak diturunkan BI Rate juga berpengaruh terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya investasi di Bali. Dengan 3 kali penurunan suku bunga BI Rate bisa membangkitkan investasi sebagai penggerak ekonomi kedepan. “Namun di Bali pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga akibat adanya dana anggaran desa tahun 2016 sebesar Rp. 416 miliar yang nilainya lebih tinggi dari tahun sebelumnya sekitar Rp.185,42 miliar. Dari analisa BI diperkirakan pertumbuhan ekonomi Bali 2016 dari 6,09 sampai 6,84 persen. Sementara Inflasi sebesar 1 sampai 4 persen,” tutupnya.

wartawan
redaksi
Category

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Bangli Desak Evaluasi Total Penataan PNS di Setiap OPD

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli untuk segera mengevaluasi dan menata ulang pendistribusian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dinilai mendesak agar penempatan pegawai benar-benar selaras dengan Analisis Beban Kerja (ABK) dan prioritas program pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.