Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

pengamat
Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperhatikan poin-poin kesepakatan secara penuh, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali sendiri juga telah mengonfirmasi bahwa Umat Islam dapat menyelenggarakan takbiran pada malam di mana Umat Hindu tengah melaksanakan Nyepi yakni malam tanggal 19 Maret 2026, jika Idul Fitri jatuh pada tanggal 20 Maret 2026, Umat Islam diperkenankan melaksanakan takbiran di tempat ibadah terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan bunyian apapun dan menggunakan penerangan secukupnya mulai pukul 18.00 WITA sampai dengan pukul 21.00 WITA.

Kita menyambut baik kedua konfirmasi ini, apalagi kesepakatan ini adalah hasil komunike bersama tokoh pemerintah dan tokoh agama, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dengan sepengetahuan Gubernur Bali, Kepala Kepolisian Daerah Bali, dan Komandan Komando Resor Militer 163/Wira Satya, kita percaya bahwa para tokoh pemerintah dan agama ini tengah menyiapkan langkah-langkah antisipatif yang dibutuhkan demi menjamin hak-hak setiap umat menjalankan ibadah di hari sucinya, jika Idul Fitri jatuh pada tanggal 20 Maret 2026, maka kesepakatan di atas sangat diperlukan, tetapi jika Idul Fitri jatuh pada tanggal 21 Maret 2026, maka kesepakatan di atas merupakan bentuk kewaspadaan para tokoh untuk menjaga kenyamanan masyarakat Bali saat merayakan hari raya sucinya masing-masing, apalagi kesepakatan itu mensyaratkan adanya batasan-batasan yang wajib diikuti oleh Umat Islam dan ditambah dengan kewajiban agar pelaksanaan takbiran dikoordinasikan dengan aparat keamanan setempat.

Kita melihat para tokoh ini telah mengambil sebuah keputusan yang sangat sulit, bagaimana mungkin ada lantunan takbir di tengah sebuah peristiwa agama yang suci, yakni Nyepi, di mana Umat Hindu sedang memperingatinya dengan keheningan, refleksi diri, dan penyucian batin sembari melakukan empat pantangan (catur brata penyepian) selama 24 jam, tentu sangat sulit menyepakati sesuatu yang sensitif, tetapi para tokoh itu akhirnya tiba pada keputusan, meskipun sulit, bahwa takbiran tetap dilaksanakan dengan sejumlah batasan, keputusan ini diambil demi sikap saling menghormati, kita meyakini bahwa keputusan tersebut jelas mencerminkan kemampuan Bali menjaga harmoni dalam keberagaman, dan kemampuan itu dapat dilihat dari keberanian para tokohnya mengambil sebuah keputusan sulit.

Hemat kita, baik Nyepi maupun Idul Fitri merupakan hari raya yang merefleksikan kesucian batin, Umat Hindu kembali ke dalam dirinya sendiri, mengheningkan diri sembari memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan bhuana alit (dirinya) dan bhuana agung (alam semesta), sementara Umat Islam kembali ke asalnya yang suci seusai melaksanakan puasa Ramadhan, i'dul fitri, dirinya kembali suci, dan demi menguatkan kembalinya dirinya ke dalam keadaan suci, Umat Islam melantunkan takbir, memuji kebesaran Allah yang telah membuatnya kembali ke fitrahnya, itulah sebabnya mengapa para tokoh itu mengambil keputusan penting itu di tengah situasi yang sulit, kita katakan sulit karena Umat Hindu ingin sekali agar pada malam yang hening dan sakral itu tak ada sesuatu apapun yang dapat mengganggu momen paling pribadi itu.

Kita mengucapkan terima kasih kepada para tokoh yang telah mengambil sebuah keputusan sulit namun sangat dibutuhkan, keputusan itu merupakan cermin kemampuan para tokoh menangkap suasana kebatinan umat, baik Umat Hindu maupun Umat Muslim, guna menjaga keharmonisan manusia dan alam Bali, doa-doa dalam Nyepi dan takbir dalam Idul Fitri adalah pujian dan harapan pada Tuhan, jika Idul Fitri betul-betul jatuh pada tanggal 20 Maret 2026, maka pada malam tanggal itu, langit Bali dipenuhi doa-doa dan pujian akan kebesaran Allah yang dilantunkan oleh Umat Hindu dan Umat Islam dengan cara yang hening dan lembut suara, malam itu alam Bali akan penuh berkah, dan doa-doa dan takbiran itu menembus langit dan menggetarkan 'arsy-Nya, Ia yang Kuasa berkenan menurunkan anugerah buat Bali berupa kesuburan, kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan yang berlimpah bagi Bali, itulah tujuan kita, dan para tokoh kita telah memberikan ruang reflektif yang monumental buat kita, bahwa kita diizinkan untuk menyambut kembalinya kesucian diri kita secara bersamaan.

Akhirnya, kita berharap bahwa keputusan para tokoh itu dapat dijadikan model paling konkret dari apa yang kita sebut sebagai moderasi beragama, ia adalah cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang mengambil jalan tengah, tidak kaku dan tidak liberal, ia menekankan keseimbangan dalam berkeyakinan, menjunjung tinggi toleransi serta menghormati harkat kemanusiaan dan tradisi lokal untuk menciptakan keharmonisan bersama, kita yakin bahwa konsep ini sejalan ajaran agama, baik ajaran Hindu maupun Islam, dan Pak Koster sendiri menegaskan bahwa keputusan dan kesepakatan para tokoh Bali itu sungguh telah menjadi barometer toleransi dan kerukunan untuk Indonesia, wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 11 Maret 2026.

wartawan
RED
Category

Gudang Dupa Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta

balitribune.co.id I Tabanan - Sebuah gudang penyimpanan dupa di Banjar Kalibalang, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, ludes dilahap si jago merah pada Minggu (31/5/2026) sore.

Peristiwa tragis ini mengakibatkan pemilik gudang, I Dewa Gede Diksa Asmara, mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp400 juta. Kobaran api pertama kali terdeteksi saat pemilik gudang sedang tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Badung Janjikan Bonus Rp7 Juta untuk Atlet Peraih Emas Porjar Bali 2026

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan bonus apresiasi bagi atlet yang berhasil meraih medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali Tahun 2026. Atlet peraih medali emas akan mendapatkan bonus sebesar Rp7 juta, peraih medali perak Rp5,5 juta, dan peraih medali perunggu Rp4,5 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Bupati Gus Par Tekankan Pentingnya Pembumian Pancasila di Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar acara strategis berupa kegiatan "Pembumian Pancasila" yang dipusatkan di Wantilan Pemkab Karangasem, Sabha Prakerti, pada Senin (1/6/2026) hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

Taman Ayun Destinasi Libur Nasional dan Cuti Bersama

balitribune.co.id | Mangupura - Libur panjang Idul Adha dan Cuti Bersama berdekatan dengan akhir pekan serta Waisak 2026 terhitung dari 27 Mei hingga 1 Juni dimanfaatkan sebagian wisatawan domestik untuk berlibur di Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Selama berlibur di Pulau Dewata, wisatawan memilih Pura Taman Ayun sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pegawai Salon Asal Bandung Ditemukan Tewas di Kamar Kos

balitribune.co.id I Gianyar - Warga kelurahan Gianyar, dikejutkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar kos di Jalan Majapahit Gang Gunung Agung No 10X, Lingkungan Teges Kelod, Gianyar. Korban diketahui seorang perempuan bernama Lise Kuslianingsih (55), warga asal Bandung yang selama ini bekerja di sebuah salon kecantikan di Gianyar. 

Baca Selengkapnya icon click

Menjaga Roh Bali, Perkim Denpasar Integrasikan Arsitektur Lokal di Kawasan Permukiman

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk mengarahkan pembangunan kawasan permukiman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga melestarikan warisan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.