Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pademi Covid-19, Daging Kurban Langsung Diantar ke Rumah-rumah

Bali Tribune/ Nazrudin SH.
Balitribune.co.id | Bangli - Hari Raya Idu Adha identik dengan menyembelih hewan kurban. Di tengah pandemi Covid-19 proses pemotongan hewan kurban dan kegiatan shalat tetap mengacu protokol kesehatan Covid-19. 
 
Hal ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangli, Nazrudin, SH, Kamis (23/7). Menurut pria yang juga Kabag Hukum Setda Bangli ini, dalam kondisi pandemi Covid-19, dalam tatanan hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah yang jatuh pada Jumat (31/7) pelaksanaanya tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19. Untuk memotong hewan kurban tetap berjalan sesuai dengan norma yang ada,  namun ada pembatasan terkait jumlah umat yang terlibat dan dilakukan pengaturan jarak. “Proses pemotongan hewan kurban kerap menjadi tontonan, maka untuk menghindari kerum unan hanya petugas potong dan yang mendapat tugas membagikan daging kurban diperbolehkan masuk areal masjid,” ungkapnya.
 
Begitu pula untuk menghindari kerumunan, nantinya daging kurban akan diantar langsung ke rumah-rumah warga oleh petugas. ”Sudah disiapkan petugas yang nantinya mengantar daging kurban ke rumah warga,” sebutnya.
 
Kata Nazrudin hingga hari Kamis sudah terdata 6 ekor sapi dan 10 ekor kambing untuk kurban dan jumlahnya kemungkinan akan bertambah sampai H-1. ”Untuk Kecamatan Bangli, Tembuku, dan Susut pemotongan hewan kurban dipusatkan di masjid agung Bangli,” sebutnya seraya menambahkan untuk jumlah umat  di tiga kecamatan sekitar 800 orang.
 
Sementara untuk menjamin kesehatan hewan kurban yang dipotong, tentu sebelum hewan dipotong akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas dari dinas PKP. Disamping itu agar tempat benar- benar steril sehari sebelumnya juga dilakukan penyemprotan di areal masjid.
 
Disisi lain untuk proses shalat juga diatur terkait penerapan pembatasan jarak (sosial distancing). Untuk Masjid Agung Bangli dengan daya tampung  menampung 800 jemaah kemungkinan peruntukanya untuk 400 jemaah. ”Walaupun dalam kondisi pademi Covid-19 tidak menghilangkan makna yang tersirat dari hari raya Idul Adha,” jelas Nazrudin.
wartawan
Agung Samudra
Category

Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Soroti Penghayatan dan Mental Panggung Duta PKB, Minta Penampilan Jangan Sekadar Bagus di Vokal

balitribune.co.id | Mangupura - Meski dinilai memiliki kualitas vokal dan penguasaan materi yang kuat, penampilan Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 masih mendapat sejumlah catatan penting dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai,Bupati Sanjaya Jadi Responden Perdana

balitribune.co.id | Tabanan - Pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Tabanan resmi dilaksanakan. Menandai dimulainya tahapan krusial ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan melakukan pendataan perdana langsung kepada Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, (11/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel 31 Tahun: Hadir Melayani Sepenuh Hati Melalui Aksi Sosial Untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-31, Telkomsel Regional Bali Nusra menggelar kegiatan bakti sosial bersama Yayasan Bhakti Senang Hati sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Puncak Kemarau Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Bali Siapkan Mitigasi

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli-September 2026. Seluruh lapisan masyarakat harus mengantisipasi kondisi ini guna mengamankan ketersediaan air, menjaga kesehatan, dan mengendalikan kebutuhan berbagai sektor yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.