Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Paket Bagus Nomor Urut 1, Paket Sadia Urut 2, Sedana Arta : Nomor Urut 2 Simbol Kemenangan

Bali Tribune / Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Bangli yang telah menerima nomor urut untuk Pilkada Bangli bertempat di kantor KPU Bangli, Kamis (24/9).
balitribune.co.id | BangliRapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Bangli dalam Pilkada Bangli 9 Desember mendatang dilaksanakan KPU Bangli, Kamis (24/9). Pasangan calon I Made Subrata-Ngakan Made Kutha Parwata (Suta Bagus) mendapat nomor urut 1 sedangkan pasangan calon Sang Nyoman Sedana Arta-I Wayan Diar (Sadia Bisa) nomor urut 2. Sementara itu Sedana Arta mengatakan nomor urut 2 adalah simbol kemenangan. 
 
Pelaksanaan rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon diikuti peserta terbatas dan proses pun disiarkan melalui media sosial.
 
Dalam pengundian nomor urut, calon Sadia Bisa yang diusung PDIP, Demokrat, Gerindra, Hanura dan PKPI mendapat kesempatan pertama untuk mengambil nomor undian. Kemudian dilanjutkan pasangan calon Suta Bagus yang diusung Partai Golkar dan Nasdem. Dari pengundian tersebut pasangan calon Sadia Bisa mendapat urut 2 dan Suta Bagus mendapat urut 1.
 
Usai pengudian tersebut, calon bupati Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan jika urut 2 merupakan simbol kemenangan atau victory. Selain itu dua ibarat rwa bhineda, ada keseimbangan alam beserta isinya. "Kami siap ngayah skala niskala," ungkapnya. 
 
Lebih lanjut disampaikan, pasca penetapan nomor urut, pihaknya akan langsung melakukan sosialisasi ke masyarakat, menyampaikan visi-misi paket Sadia Bisa. "Kami akan turun melakukan sosialisasi, terkait visi dan misi kami," sambungnya. 
 
Dilain pihak, calon bupati Bangli, I Made Subrata mengatakan terkait nomor urut satu yang telah diperoleh, hal tersebut memang sudah menjadi target. "Luar biasa senang, karena  nomor ini yang kami inginkan. Nomor 1 untuk tujuan kami menunju Bangli satu. Nomor satu merupakan nomor juara," ungkap politisi asal Desa Bunutin, Kintamani. 
wartawan
A.A. Samudra Dinata
Category

Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Soroti Penghayatan dan Mental Panggung Duta PKB, Minta Penampilan Jangan Sekadar Bagus di Vokal

balitribune.co.id | Mangupura - Meski dinilai memiliki kualitas vokal dan penguasaan materi yang kuat, penampilan Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 masih mendapat sejumlah catatan penting dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai,Bupati Sanjaya Jadi Responden Perdana

balitribune.co.id | Tabanan - Pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Tabanan resmi dilaksanakan. Menandai dimulainya tahapan krusial ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan melakukan pendataan perdana langsung kepada Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, (11/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel 31 Tahun: Hadir Melayani Sepenuh Hati Melalui Aksi Sosial Untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-31, Telkomsel Regional Bali Nusra menggelar kegiatan bakti sosial bersama Yayasan Bhakti Senang Hati sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Puncak Kemarau Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Bali Siapkan Mitigasi

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli-September 2026. Seluruh lapisan masyarakat harus mengantisipasi kondisi ini guna mengamankan ketersediaan air, menjaga kesehatan, dan mengendalikan kebutuhan berbagai sektor yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.