Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pameran Industri Pengemasan, Printing dan Kertas Diikuti 765 Perusahaan dari Sejumlah Negara

Bali Tribune / MENJELASKAN - Daud D Salim secara virtual menjelaskan terkait pameran pengemasan tahun 2022
balitribune.co.id | DenpasarBeberapa tahun terakhir, industri pengemasan terus mengalami perkembangan. Bahkan di saat pandemi, industri pengemasan tidak mengalami penurunan yang signifikan sehingga dapat diramalkan bahwa industri ini akan terus mengalami perkembangan. Pada tahun 2022, Assosiasi Federasi Pengemasan Indonesia (IPF) mencatat pertumbuhan kemasan karton mendominasi pertumbuhan sebesar 28% dengan total nilai Rp 102 triliun sampai Rp 105 triliun. Industri kemasan plastik kontribusi mencapai 18%. Hal ini disebabkan karena tren belanja online masih tinggi yang terus mendorong permintaan lokal akan kemasan plastik meningkat. 
 
Pertumbuhan industri kemasan secara keseluruhan di tahun ini diperkirakan sekitar 4-5%. Perkembangan industri pengemasan sangat bergantung dari tumbuh kembangnya industri pengguna pengemas terutama industri makanan, minuman serta farmasi. Sejalan dengan itu teknologi industri pengemasan tentu juga mengalami perkembangan, maka diperlukan informasi mengenai teknologi terbaru industri pengemasan yang tepat guna dalam memproduksi kemasan karton, plastik, kaleng, botol berkualitas dan kuantitas tinggi, menghemat energi untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis.
 
Melihat pentingnya peran teknologi dan informasi tentang tren inovasi pada industri pengemasan, Krista Exhibitions kembali menghadirkan pameran teknologi pengolahan dan pengemasan percetakan dan kertas terbesar di Indonesia setelah vakum selama hampir 3 tahun akibat pandemi Covid-19. Ketiga pameran dengan tema Allpack Indonesia 2022 pameran internasional dalam bidang teknologi pengolahan dan pengemasan makanan minuman, biskuit, konfeksioneri, farmasi/obat-obatan, jamu, kosmetika, personal care, kecantikan, pertanian, oli/cairan/kimia, elektronika, pendingin, dan industri terkait lainnya. 
 
CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim saat konferensi pers secara virtual, Kamis (6/10) mengatakan, untuk industri percetakan dengan tema All Print Indonesia 2022 yaitu pameran internasional solusi untuk teknologi pencetakan, peralatan, suplai, dan suplai mesin. Pada industri kertas dan tisu dengan tema World of Paper Tissue 2022 yaitu pameran internasional di bidang kertas, tisu, mesin dan peralatan.
 
Dikatakannya, Allpack Indonesia, All Print Indonesia, World of Paper Tissue 2022 akan diikuti lebih dari 765 perusahaan dari berbagai negara seperti Austria, China, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, USA, Portugal dan Vietnam. Diperkirakan akan dikunjungi lebih dari 20.000 pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri. 
 
Pameran ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Indonesia Packaging Federation (IPF), Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), Pharma Materials Management Club (PMMC), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), AP5I-Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia ( ADUPI), Packaging Development Federation (PDF), Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia).
 
"Melalui pameran ini yang akan berlangsung di JIExpo Kemayoran 12-15 Oktober 2022, diharapkan para pelaku usaha di bidang terkait dapat melihat secara dekat dan mendapatkan informasi yang lengkap, dan mempunyai kesempatan mendapatkan edukasi tentang teknologi dan inovasi baru untuk teknologi di bidang pengemasan dan pengolahan," katanya.
wartawan
YUE
Category

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai,Bupati Sanjaya Jadi Responden Perdana

balitribune.co.id | Tabanan - Pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Tabanan resmi dilaksanakan. Menandai dimulainya tahapan krusial ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan melakukan pendataan perdana langsung kepada Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, (11/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel 31 Tahun: Hadir Melayani Sepenuh Hati Melalui Aksi Sosial Untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-31, Telkomsel Regional Bali Nusra menggelar kegiatan bakti sosial bersama Yayasan Bhakti Senang Hati sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Puncak Kemarau Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Bali Siapkan Mitigasi

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli-September 2026. Seluruh lapisan masyarakat harus mengantisipasi kondisi ini guna mengamankan ketersediaan air, menjaga kesehatan, dan mengendalikan kebutuhan berbagai sektor yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kompak, Pasutri Asal Bali Melaju ke Nasional Safety Riding 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri (pasutri) asal Bali, Robin dan Azizah, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang keselamatan berkendara. Pasangan yang menikah sejak 2023 ini terpilih menjadi wakil Astra Motor Bali untuk berlaga di Kompetisi Nasional Safety Riding 2026 yang akan digelar di Yogyakarta pada Agustus mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Financial Resilience Index 2026: Biaya Hidup Tinggi Jadi Tantangan Utama Ketahanan Finansial Rumah Tangga Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Financial Resilience Index 2026, sebuah studi yang menunjukkan kenaikan biaya hidup sebagai faktor utama yang mempengaruhi ketahanan rumahtangga. Survei yang dilakukan pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia menemukan bahwa 80% masyarakat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.