Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pasca Guncangan Gempa Berkekuatan 7 SR, Mohon Keselamatan, Krama Tinggan Haturkan Ritual Pemahayu Jagat

Pemangku Pura Bukit Tengah Banjar (Dusun) Tinggan Desa Pakraman Plaga, Badung saat menggelar salah satu prosesi serangkaian ritual Pecaruan Pemahayu Jagat yang yang dilangsungkan di Pura itu, Kamis (8/8) lalu.

BALI TRIBUNE - Berharap terhindar dari bencana, umat Hindu di Bali menggelar ritual memohon kehadapan Tuhan diberikan keselamatan. Hal yang sama dilakukan tatkala Bali mengalami guncangan gempa berkekuatan 7 SR yang berpusat di Lombok, NTB, Minggu (5/8) lalu. Seperti yang dilakukan krama Dusun Tinggan Desa Pakraman Plaga Badung, Kamis (8/8) lalu. Agar diberikan keselamatan atas bencana gempa yang melanda tanah air belakangan ini, warga setempat menggelar ritual Pecaruan Pemahayu Jagat di Pura Bukit Tengah banjar setempat. Untuk diketahui, akibat guncangan gempa berkekuatan 7 SR itu, sejumlah bangunan di Dusun Tinggan roboh. Satu diantaranya adalah, Balai Pemaruman di Pura Bukit Tengah banjar setempat. Menurut Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung untuk wilayah Desa Plaga, I Wayan Rusdika, ritual itu bertujuan untuk memohon keselamatan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa,red). Adapun sarana upakara yang digunakan pada ritual dimaksud berupa, Caru Eka Sata, sorohan kuning dengan rayunan putih kuning dengan lauk terasi mentah dan bakal buah pisang. Sesajen dimaksud dipersembahkan kehadapan Sang Kala Rubuh dan Sang Hyang Ibu Pertiwi sebagai sarana memohon perlindungan dihindarkan dari segala dampak buruk akibat bencana gempa.

wartawan
I Wayan Sudarma
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.