Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pasutri Tunanetra dengan Seorang Anak di Tengah Pandemi, Bertahan dengan Menjual Air Klebutan dan Bahan Sesajen

Bali Tribune/BERSAMA - Pasutri tunanetra, I Wayan Warka dan Ni Made Tangen bersama anaknya I Wayan Widiasa, di Banjar Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianayar.

balitribune.co.id | Gianyar  - Ketika ribuan rumah tangga mengeluhkan kondisi ekonomi akibat dampak Pandemi Covid-19, pasangan suami-istri tuna netra ini justru tetap bertahan. Mereka adalah I Wayan Warka (51), dan Ni Made Tangen (35) dengan anak semata wayangnya, I Wayan Widiasa (10), di Banjar/Desa Saba, Blahbatuh. Meski penghasilannya sehari-hari tidak banyak, berbekal semangat dan rasa syukur, mereka tetap menjalankan hidupnya hanya dengan mengandalkan menjual air ‘klebutan’/mata air dan alat sesajen.  
 
Menyambangi rumahnya, Rabu (4/8/2021), kondisi bangunan tempat keluarga ini memang cukup memprihatinkan. Mereka hanya memiliki satu bangunan rumah sederhana dan itupun  bantuan bedah rumah dari pemerintah. Namun, di saat pandemi ini mereka masih menunjukkan wajah sumrigah meski hidup dalam kondisi pas-pasan. “Maaf pak tidak ada tempat duduk dan agak kotor, musim hujan becek lagi,” kata Wayan Warka menyapa.
 
Sebelum Pandemi dan hingga kini, kehidupan keluarga ini  terlihat bahagia dan mereka tetap bisa menyambung hidup. Warka dengan keterbatasannya kesehariannya hanya mengandalkan menjual air klebutan (mata air) ke rumah-rumah tetangganya. “Satu ember besar saya jual Rp 3000. Setiap harinya ada saya tetangga yang pesan,” syukurnya.
 
Pun demikian istrinya, suntuk membuat alat  kelengkapan sesajen dari janur berupa wadah lengis, porosan dan lainnya. Meski tidka mematok harga, namun haisl pekerjannya tak pernah sepi pesanan. "Kalau sedikit buatnya, kadang dibayar Rp 5000 rupiah. Saya punya langganan hingga 7 orang, astungkara sehari bisa mendapatkan Rp 15.000," jelas Ni Made Tangen menimpali.
 
Meski dengan kondisi yang tidak bisa berbuat lebih, mereka tetap mencoba semangat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kendati ada keinginan untuk bekerja lebih dari sekedar menjual air, namun hal itu tidak mungkin. "Ada keingin untuk melakukan yang lainnya, tapi kondisi membuat tidak berdaya," ujarnya.
 
Sementara anaknya I Wayan Widiasa, saat ini duduk dibangku kelas 5 SD. Dalam situasi pandemi Covid-19, yang mengharuskan anak belajar daring dari rumah, ia sempat kebingungan dan merasakan kasihan pada diri sendiri karena tidak bisa membelikan anaknya sebuah handphone. "Beruntung dikasi minta oleh sekolah SLB Mahatmiya tempat ibunya sekolah dulu," ceritanya.
 
Saat ini beban hidup yang ditanggung pasutri ini selain untuk makan sehari-hari adalah biaya litrik dan air serta kuota anak belajar dirumah. Namun beruntung saat ini ia tidak membayar air karena ada bantuan dari yayasan. "Sekarang listrik daya 450 dan kuota untuk anak, karena kuota gratis sudah distop," ujarnya.
 
Pasangan ini juga menceritakan kondisi yang dialami ini sudah terjadi sejak kecil. Sang ibu rumah tangga, Ni Made Tangen asal Taro, Tegalalang telah mengalami kebutaan sejak kecil. Warka sendiri mengalami kelainan sejak berumur 2 tahun. Karena mengalami step. Hingga kedua bola matanya menjadi tidak normal. "Tidak normal sarafnya terganggu, kadang bisa sedikit melihat namun kabur," ujarnya.
 
Mereka juga tidak lupa menyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah yag selama ini memberi bantuan. Tidak hanya keluarganya, dalam pekarangan rumahnya ada tiga kepala keluarga. Ketiga sudah sempat mendapat bedah rumah dari pemerintah. Namun lantaran tidak berdaya, kondisi rumah pun kini mulai mengalami kerusakan. “Dalam menjalani kewajiban beradat, keluarga kami mendapat keringanan tidak ikut ngayah karena kondisi yang tidak memungkinkan,” jelasnya.
wartawan
ATA
Category

32.373 Bikers Satukan Indonesia di Pesta Akbar Honda Bikers Day 2025

balitribune.co.id | Garut – Semangat persaudaraan mengalir dari 32.373 bikers Honda yang datang dari berbagai penjuru negeri dalam gelaran Honda Bikers Day (HBD) 2025. Mengusung tema “Brotherhood Festival”, ajang silaturahmi akbar ini menjadi menjadi momen merayakan kebersamaan lintas generasi para pecinta sepeda motor Honda dari pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angkat Sistem Subak, Bupati Sanjaya Paparkan Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal di Universitas Indonesia

balitribune.co.id | Jakarta – Hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional "Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal", Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan pentingnya penguatan kearifan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Wabup Tjok Surya: HUT PGRI ke-80 Momen Lahirnya Ratusan Guru Berprestasi

balitribune.co.id | Semarapura - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Klungkung, secara resmi membuka kegiatan Webinar dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-80 Tahun 2025. Mengusung tema "Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas", kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas dan inovasi guru di Kabupaten Klungkung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disperpa Badung Gelar Sterilisasi dan Vaksinasi Gratis Hewan Penular Rabies, Serangkaian HUT ke-16 Ibu Kota Mangupura

balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung menggelar layanan sterilisasi serta vaksinasi gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR) serangkaian peringatan HUT ke-16 Mangupura. Kegiatan berlangsung di klinik hewan Mangupura Vet Care, Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Badung, kawasan Pusat Pemerintahan Badung, pada 22–23 November 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.