Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PBSI Bali Bidik “Host” Pra-PON

Bali Tribune/ PERDANA – Ketua Umum PBSI Bali Wayan Winurjaya saat memimpin rapat perdana pengurus, di Sekretariat PBSI Bali, Minggu (7/7).
balitribune.co.id | Denpasar - Meski persyaratan menjadi tuan rumah Pra-PON cabang olahraga bulutangkis tidak mudah, namun Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali berniat hajatan tersebut dihelat di Bali.
 
“Kami akan berhitung matang soal pendanaan, kalau menjadi tuan rumah itu memerlukan berapa besar dana, dan kalau kita keluar, artinya Pra-PON digelar di luar Bali, berapa menghabiskan anggaran,” ucap Ketua Umum PBSI Bali, Wayan Winurjaya, Minggu (7/7).
 
Pra-PON bulutangkis terbagi ke dalam 7 wilayah. Wilayah 1 terdiri dari Aceh, Sumut, Bengkulu, Kepri, Bangka. Wilayah 2 meliputi Sumsel, Sumbar, Lampung, Jambi, Babel. Wilayah 3 diisi Banten, DIY, Jatim.  Sedangkan Bali berada di Wilayah 4 bersama NTB dan NTT.
 
Sementara Wilayah 5 meliputi Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Wilayah 6 semua Kalimantan dan Wilayah 7 semua Sulawesi.
 
Winurjaya mengatakan, meski Bali berada di Wilayah 4, namun untuk menjadi tuan rumah Pra-PON, maka syaratnya harus juga menggelar pertandingan untuk Wilayah 3 dan Wilayah 5. Dalam konteks ini, lanjut dia, tidak sedikit dana yang diperlukan.
 
“Kalau keinginan kami menjadi tuan rumah memang sangat besar, karena dengan dukungan publik sendiri bakal memberikan motivasi besar terhadap para atlet bulutangkis Pra-PON kita sendiri dalam menghadapi lawan-lawan mereka nantinya,” kata Winurjaya, usai rapat pengurus di sekretariat PBSI Bali.
 
Winurjaya memrediksi untuk menjadi tuan rumah Pra-PON memerlukan dana berkisar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta. Karena pastinya jika Bali menjadi tuan rumah, maka harus menanggung peserta Pra-PON dari sisi transportasi dan akomodasi.
 
 Winurjaya yang juga ayah kandung pebulutangkis putri Bali, Made Pranita Sulistya Devi itu mengatakan, dengan menjadi tuan rumah tiga wilayah, maka diprediksi akan ada sekitar 100 orang atlet bulutangkis belum termasuk ofisial yang mesti dihendel dan perangkat pertandingan. Semua itu, lanjut Winurjaya, memerlukan akomodasi, transportasi dan konsumsi.
 
“Karena itulah kami akan membuat rancangan dulu terutama terkait dengan biaya keluar jika Bali tak menjadi tuan rumah Pra-PON sekaligus untuk melihat sejauh mana nantinya KONI Bali atau pemerintah memberikan bantuan dana, termasuk pihak-pihak lainnya, tak terkecuali pihak sponsor. Kami lihat besar sekali semangat pengurus baru sekarang ini, untuk bisa menjadikan Bali sebagai tuan rumah. Tak terkecuali ada sisi sport tourism di dalamnya,” pungkas Winurjaya.
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Kodam IX/Udayana Gelar Rapim TA 2026, Perkuat Sinergi TNI dan Rakyat Wujudkan Sishankamrata Bali Nusra

balitribune.co.id | Mangupura – Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan semesta di wilayah Bali Nusra, Kodam IX/Udayana menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) TA 2026 dengan mengusung tema “Kodam IX/Udayana Hadir Untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju.” Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Warga Tionghoa Buleleng Pusatkan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong

balitribune.co.id | Singaraja - Warga etnis Tionghoa di Kabupaten Buleleng merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dipusatkan di Klenteng Ling Gwan Kiong, Singaraja. Sejumlah rangkaian acara digelar sebelum dilaksanakan sembahyang tutup tahun dan melepas Tahun Ular oleh pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (PTITD) Ling Gwan Kiong dan Seng Hong Bio.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.