Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PBSI Tetap Andalkan Cahya di Pra-PON

RUNNER UP - Pebulutangkis andalan Bali di sektor tunggal remaja putri Komang Ayu Cahya Dewi (kiri) harus puas sebagai runner up Sirnas Bali Open namun tetap diandalkan Bali di Pra-PON nanti.


BALI TRIBUNE - Pengprov PBSI Bali tetap menjadikan pebulutangkis putri Komang Ayu Cahya Dewi sebagai skuat Pra-PON meski di ajang Sirnas Bulutangkis Bali Open di GOR Lila Bhuana Denpasar, yang berakhir Sabtu malam lalu meraih medali perak. Waki Ketua Pengprov PBSI Bali, Wayan Winurjaya, kemarin mengatakan untuk saat ini Komang Ayu Cahya Dewi merupakan salah satu andalan Bali di sektor putri Pra-PON. "Komang Cahya tetap kami proyeksikan menjadi tim Pra-PON Bali," ucap Wayan Winurjaya. Komang Ayu Cahya Dewi merupakan pebulutangkis Buleleng yang turun mewakili PB Djarum Kudus di nomor tunggal remaja putri di Sirnas Bali Open. Ia kalah di final dari pebulutangkis PB Mutiara Cardinal Bandung, Saifi Rizka Nurhidayah dengan skor 15-21 dan 18-21. Kekalahan dua gim langsung itu sekaligus memupus harapan pebulutangkis asal Pulau Dewata di event Sirnas. Meskipun Cahya Dewi turun di event Sirnas mengusung nama klub tempat latihannya selama ini. Tidak hanya Komang Cahya, dua pebulutangkis Bali juga berhasil tembus semifinal. Hanya saja langkahnya terhenti sampai di semifinal dan harus puas dengan medali perunggu bersama. Dia yakni Sang Ayu Putu Kharisma Maharani (ganda remaja putri). Sang Ayu Putu Kharisma Maharani merupakan atlet murni Denpasar tapi hijrah ke Jawa berpasangan dengan Salli Lin dari PB Djarum Kudus. Satu pebulutangkis lagi yakni Made Dinda Windiasari awalnya di Jaya Raya kemudian di SKO Ragunan baru ke Djarum Kudus Jawa Tengah. Di Sirnas Dinda turun dikategori tunggal remaja putri dan hanya berhasil menyabet medali perunggu. Namun dari pebulutangkis yang ada, khusus di sektor putri Komang Cahya sangat potensial diturunkan di ajang Pra-PON.  Winurjaya mengatakan, selain Komang Cahya, skuat Pra-PON Bali di sektor putri nanti juga akan diperkuat Ade Pranita dan Deya Surya Saraswati dengan target tembus PON Papua tahun 2020 mendatang. Dari sisi peluang untuk PON Papua, pebulutangkis Bali khususnya di sektor putri ada harapan meraih medali. Dengan catatan proses pembinaan dilakukan secara serius. Lewat program terstruktur rapi dan jam terbang latihan yang memadai. "Ayo aktifkan lagi Pelatprov. Karena masih ada 1 tahun ke depan. Dan, khusus di tim putri saat ini memang latihan di klub luar Bali. Hal itu harus dimanfaatkan betul dalam meningkatkan kualitas kemampuan menuju prestasi di event PON Papua," tegas Winurjaya.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Galaxy A37 5G, Samsung Galaxy A Series Terbaru di Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Samsung menghadirkan Galaxy A series terbaru di Indonesia, Galaxy A37 5G sebagai solusi paling lengkap untuk anak muda, baik untuk menikmati konten maupun menciptakan konten versi mereka sendiri. Ponsel ini menggabungkan kamera canggih dengan kemampuan Nightography, performa stabil, AI unggulan, baterai tahan seharian, dan durabilitas tinggi dalam satu perangkat yang siap dipakai seharian penuh.

Baca Selengkapnya icon click

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.