Balitribune.co.id | Bangli - Para pedagang bermobil yang berjualan di areal pasar Singamandawa, Kecamatan Kintamani mengeluhkan bau menyengat. Sumber bau menyengat tersebut diduga berasal dari tempat sampah atau dari tempat pengolahan limbah (sepitank).
Menurut pedagang kemuculan bau menyengat tersebut sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini tentu mengganggu kenyaman pedagang saat beraktifitas. Pedagang sering mengaku sakit kepala karena menghirup bau tak sedap tersebut. Diduga sumber bau berasal dari tempat sampah atau tempat pengolahan limbah. Atas kekurangan nyaman tersebut sejatinya pedagang telah menyampaikan kondisi tersebut ke pengelola pasar, namun belum mendapat tanggapan.
Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli, I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi terkait keluhan pedagang bermobil di pasar Singamandawa, Kintamani mengatakan pihakanya akan segera menindak lanjuti. Kuat dugaan sumber bau berasal dari tempat pengolahan limbah. ”Jika dari tempat sampah cukup kecil kemungkinannya karena petugas dari DLH rutin mengangkut sampah di pasar terbesar di kecamatan KIntamani tersebut,” kata I Wayan Gunawan, Kamis (15/2/2024).
Kata Wayan Gunawan untuk memastikan sumber bau pihaknya telah menghubungi pihak rekanan yang mengambil pekerjaan pembanguan Pasar Singamandawa. “Bangunan pasar masih tahap pemeliharaan, tentu jika terjadi kerusakan masih menjadi tanggung jawab rekanan dalam waktu dekat pihak rekanan akan turun mengecek lokasi dan akan lakukan perbaikan jika ditemukan ada kerusakan,” jelas Wayan Gunawan.