Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pelebon Tokoh Puri Agung Klungkung secara Sederhana

Bali Tribune/ Pelebon alm dr Tjok Gede Agung berjalan lancar.
Balitribune.co.id | Semarapura - Di tengah situasi pandemi Covid-19, upacara pelebon tokoh Puri Agung Klungkung yang juga merupakan Bupati Klungkung periode 1983-1993 Tjokorda Gede Agung, dilaksanakan secara sederhana, Rabu (6/1).  
 
Hal ini berbeda seperti pelebon tokoh Puri Klungkung sebelumnya, upacara pelebon kali ini berlangsung dalam situasi sangat sederhana. Disamping itu, tampak pengayah hanya beberapa orang saja yangsebelumnya sudah menjalani rapid test.
 
Sekitar pukul 11.30 Wita layon/jenazah mantan Bupati Klungkung dr Tjok Gede Agung diusung keluarga Puri diarak menuju catus pata, perempatan Agung Klungkung. Setelah mepurwa daksina mengelilingi catus pata 3 kali kemudian dilanjutkan dengan ritual upacara memanah naga banda oleh Ide Peranda yang muput upakara.
 
Kemudian layon diusung dinaikkan ke bade tumpang solas yang sederhana , lembu, dan lainnya sudah tampak siaga menunggu  diutara perempatan Agung Klungkung.
 
Selanjutnya iring iringan pengusung bade dan naga banda langsung menuju kuburan/ setra Tegallinggah untuk dilakukan upacara ngeseng layon sampai selesai.  
 
Sebelum upacara pelebon berlangsung, sarana pelebon seperti bade  dibuat sederhana, dengan tinggi maksimal 4 meter, termasuk naga banda dan lembu berukuran yang berukuran lebih kecil dari biasanya. Dengan begitu, praktis tidak membutuhkan banyak orang untuk menggotongnya.
 
Petugas pengamanan gabungan mulai dari Pecalang, Kepolisian, TNI, dan Satpol PP juga tampak berjaga disekitar Puri Agung Klungkung, hingga di depan Monumen Puputan.
 
"Pengayah yang akan terlibat langsung dalam prosesi dibatasi, dan sudah menjalani rapid test antigen," ungkap Penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Smara Putra.
 
Pengayah maupun  warga  yang terlibat langsung saat pelebon, diminta seminimal mungkin, yakni antara 20 sampai 50 orang. 
 
Tjokorda Gde Agung (79) tutup usia pada Sabtu (30/5/2020), setelah berjuang selama 20 tahun melawan penyakit stroke yang dideritanya.
 
Simbol kegigihan
 
"Monumen Puputan Klungkung sebagai tempat mengenang perjuangan rakyat Klungkung dalam Perang Puputan, yang kini menjadi ikon di Klungkung, merupakan salah satu peninggalan almarhum saat masih menjabat Bupati Klungkung," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta.
 
Hal itu dikatakan Bamsoet usai melayat jenazah Tjokorda Gede Agung, di Bali, Selasa (5/1).
 
Bamsoet menjelaskan monumen Puputan Klungkung merupakan simbol kegigihan sekaligus pengingat kepada generasi muda, bahwa masyarakat Klungkung sangat gigih mempertahankan harkat, derajat, dan martabatnya dari penjajahan kolonial Belanda.
 
Menurut dia, kepergian Tjokorda Gede Agung menghadap Sang Maha Kuasa menjadi pengingat kepada para generasi muda Bali maupun keluarga besar Puri Agung Klungkung untuk meneruskan semangat juang almarhum khususnya menjaga dan melestarikan seni dan budaya.
 
"Seni dan budaya adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain. Dengan seni dan budaya, di bawah kepemimpinan Tjokorda Gede Agung dan juga Bupati penerus-nya, Klungkung bisa maju," ujarnya.
 
Dia berharap kemajuan seni dan budaya tersebut menjadi mundur karena ketidakpedulian masyarakat terhadap pemajuan seni dan budaya.
 
Selain itu Bamsoet juga mengapresiasi pihak keluarga besar Puri Agung Klungkung yang sempat menunda prosesi Plebon jenazah Tjokorda Gede Agung yang meninggal pada 30 Mei 2020, karena di tahun 2020, kondisi penyebaran COVID-19 sangat mengkhawatirkan.
 
Menurut dia, rencana plebon yang akan dilakukan pada 6 Januari 2021, apabila terlaksana maka harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
 
"Plebon tidak hanya menjadi ritual keagamaan saja, namun juga penarik perhatian turis. Terlebih sosok Tjokorda Gede Agung merupakan tokoh yang disegani masyarakat Klungkung, serta warga Bali pada umumnya," ucap-nya.
 
Karena itu dia menilai pasti banyak warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan dalam prosesi plebon tersebut.
wartawan
Ketut Sugiana
Category

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Bupati Gus Par Tekankan Pentingnya Pembumian Pancasila di Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar acara strategis berupa kegiatan "Pembumian Pancasila" yang dipusatkan di Wantilan Pemkab Karangasem, Sabha Prakerti, pada Senin (1/6/2026) hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

Taman Ayun Destinasi Libur Nasional dan Cuti Bersama

balitribune.co.id | Mangupura - Libur panjang Idul Adha dan Cuti Bersama berdekatan dengan akhir pekan serta Waisak 2026 terhitung dari 27 Mei hingga 1 Juni dimanfaatkan sebagian wisatawan domestik untuk berlibur di Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Selama berlibur di Pulau Dewata, wisatawan memilih Pura Taman Ayun sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pegawai Salon Asal Bandung Ditemukan Tewas di Kamar Kos

balitribune.co.id I Gianyar - Warga kelurahan Gianyar, dikejutkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar kos di Jalan Majapahit Gang Gunung Agung No 10X, Lingkungan Teges Kelod, Gianyar. Korban diketahui seorang perempuan bernama Lise Kuslianingsih (55), warga asal Bandung yang selama ini bekerja di sebuah salon kecantikan di Gianyar. 

Baca Selengkapnya icon click

Menjaga Roh Bali, Perkim Denpasar Integrasikan Arsitektur Lokal di Kawasan Permukiman

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk mengarahkan pembangunan kawasan permukiman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga melestarikan warisan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Now Or Never

balitribune.co.id | "Now or Never" adalah sebuah frase yang menggambarkan suasana kebatinan seseorang yang tengah dihadapkan kepada sebuah pilihan yang harus segera ia putuskan. Seringkali muncul masalah yang bersifat mendesak dan memiliki dampak psikologis dan sosial yang luas yang apabila tidak segera diambil sebuah keputusan yang cepat akan menimbulkan persoalan yang jauh lebih sulit, baik eskalasinya maupun substansinya.

Baca Selengkapnya icon click

Simbol Penyucian Diri, Umat Buddha Gelar Upacara Pemandian Bodhisatva Rupang

balitribune.co.id | Mangupura - Ratusan umat Buddha memadati Vihara Buddha Dharma Bali yang berlokasi di kawasan Legian, Badung, pada Minggu (31/5/2026) untuk merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570. Prosesi ibadah berlangsung khidmat, diawali dengan penyalaan Pelita Waisak dan dilanjutkan dengan upacara pemandian Bodhisatva Rupang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.