Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemanfaatan Pertalite Murah Terus Digalakkan

Bali Tribune/ Jero Yuli


balitribune.co.id | Gianyar  - Pertalite harga premium merupakan solusi berhemat dalam berkendara di tengah Pandemi Covid-19. Namun, rupanya belum banyak masyarakat yang paham, dan ragu-dengan produk Pertamina yang turun harga sejak akhir tahun 2020 ini. Padahal, selain murah, BBM ini masuk katagori ramah lingkungan.
 
Pantauan, Rabu (26/5/2021), pemotor yang hendak membeli BBM di Pertamina masih banyak yang ragu-ragu untuk memanfaatkan pertalite harga premium ini. Sebagian besar memilih BBM jenis lainnya, karena tidak ingin ribet dan tidak ingin banyak persyaratan. "Memang Pertalite di sebelah itu murah, tapi saya takut banyak syaratnya. Lebih baik beli yang biasanya dan kualitasnya sudah dijamin," ungkap Made Sukarta yang ditemui di salah satu SPBU.
 
Keterbatasan pengetahuan seperti inilah yang cenderung menjadikan pertalite harga premium kurang populer di masyarakat. Syukurnya, dalam beberapa bulan terakhir, pemanfaatan pertalite premium sudah mulai meningakat. Hanya saja, BBM ini hanya tersedia di Pertamina bertanda khusus. Sehingga sebagian orang ragu-ragu karena dikira produk uji coba, kurang berkualitas atau yang lainya.
 
Secara terpisah, pengawas di SPBU Payangan Jero Yuli mengungkapkan Program Langit Biru (PLB) di Kabupaten Gianyar oleh PT. Pertamina sudah berjalan sejak akhir 2020 lalu. Dimana Pertamina mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat. "Selama pelaksanaan PLB ini Pertamina memberikan promo khusus pembelian Pertalite seharga Premium yaitu Rp.6.450 per liter. Promo ini telah dilaksanakan dari bulan september 2020 di 27 SPBU bertanda khusus promo PLB, di wilayah Gianyar," ungkapnya.
 
Lanjutnya, program edukasi dan promosi ini merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Dalam Upaya mengurangi pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor. Salah satunya dengan penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan. Dimana BBM yang lebih berkualitas memiliki kadar oktan (Research Octane Number atau disingkat RON) tinggi, sehingga lebih ramah lingkungan karena rendah emisi. "Selain ramah lingkungan, BBM ini juga berdampak positif terhadap performa kendaraan serta lebih irit," ujarnya.
 
Karena itu, pihaknya terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas yakni Pertalite dengan RON 90, Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98. Dan pihaknya selaku pengawas SPBU mendukung kebijkan pertamina dalam mendukung pemerintah. " Program Langit Biru (PLB) ini berlaku untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot), serta taksi plat kuning yang merupakan transportasi publik, sehingga diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan beralih ke bahan bakar berkualitas," tanbahnya.
 
Dalam peningkatan edukasi dan pemakaian BBM pertalite khusus sebagai Program Langit Biru pihaknya mengajak kepada masyarakat khususnya pemilik kendaraan bermotor sesuai sasaran pemanfataan Pertalite khusus. Kepada SPBU yaang menjual Pertalite khusus diharpkan juga pro aktif mengedukasi masyarakat agar BBM pertalite khusus tepat sasaran dan tidak disalah gunakan. Disamping itu juga menekankan tentang penjualan /pembelian BBM agar mematuhi aturan SOP sehingga kegiatan pengisian BBM maupun pendistribusian berjalan lancar. "Sejauh ini, antusias warga sangat mendukung PLB dimana disamping harga lebih murah juga manfaat dan bagus untuk perawatan kendaraan,” tegasnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Kegiatan Gotong royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Bersih Sampah kembali dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Kegiatan utama dipusatkan di Kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, pada Minggu (30/11). Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon Mangrove dan bersih sampah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel kesiapan pasukan.

Baca Selengkapnya icon click

Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 75 Ribu per Kilo di Pasaran Pascakuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Usai Hari Raya Kuningan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem melonjak drastis. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 75.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual  sebesar Rp. 65.000  perkilo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.