Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pembangunan Properti Segmen Menengah, Picu Pertumbuhan Kredit di Jembrana

Bali Tribune/Rochman Pamungkas

balitribune.co.id | Kuta - Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara 

Rochman Pamungkas menyebutkan, berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit oleh jasa keuangan hingga Oktober 2019 di Bali didominasi sektor produktif sebesar 61,32% yaitu terdiri dari 37,07% kredit modal kerja dan 24,25% kredit investasi. Sedangkan untuk penyaluran kredit di sektor non produktif sebesar 38,68%.

"Besar penyaluran kredit berdasarkan sektor diantaranya penerima kredit bukan lapangan usaha tercatat 38,68%, perdagangan besar dan eceran 30,57%, penyediaan akomodasi dan penyedia makan minum 10,36%," sebutnya saat media gathering di Kuta, Badung, Selasa (17/12).

Disampaikannya, pertumbuhan kredit terbesar adalah di Kabupaten Jembrana sebesar 11,90%, sedangkan porsi kredit terbesar di Bali adalah di Kota Denpasar 53,89%, Kabupaten Badung 14,41% dan Buleleng 8,30%. "Perubahan paling tiinggi di Jembrana dari sisi nominal. Kenapa? karena kelihatannya mulai ada banyak proyek-proyek pembangunan seperti informasi yang kami dapat ada pembangunan properti di segmen menengah," terang Rochman. 

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak hanya di Jembrana, kabupaten lainnya juga terpantau mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu seperti di Denpasar walaupun secara market cukup jenuh. Bangli yang termasuk daerah cukup terpencil juga mengalami pertumbuhan. "Tahun depan juga akan mengalami pertumbuhan karena Gubernur Bali mencanangkan beberapa program untuk meng-grab pertumbuhan kredit yang dibiayai jasa keuangan," ungkapnya. 

Menurutnya, fungsi perbankan atau jasa keuangan harusnya mendorong pembiayaan-pembiayaan di sektor produktif. "Kalau lihat data hingga Oktober sektor produktifnya, tentunya akan mendorong juga suplai dari sisi penyediaan barang dan jasa sehingga menyebabkan ekonomi lebih bertumbuh," beber Rochman.

Kata dia, kredit konsumtif tidak memberikan efek yang besar terhadap penyediaan barang dan jasa, sehingga tidak memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun justru mendorong inflasi karena kebutuhan meningkat tetapi suplai barang dan jasa tidak bertambah. Hal ini yang menyebabkan harga terkerek naik. "Jadi produktif tujuannya itu. Jadi sekarang di posisi 61,32% sudah bagus kondisinya ideal," terangnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Jejak Dadong Ngenu Masih Misterius, Pencarian Dihentikan Karena Ada Upacara Adat

balitribune.co.id I Bangli - Menginjak sepekan dilaporkan hilang, keberadaan Ni Nyoman Ngenu, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan Kecamatan Tembuku, Bangli, masih misterius. Upaya pencarian lansia tersebut bahkan sampai menerjunkan tim SAR pada Sabtu (25/7/2026), namun hasilnya nihil.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terduga Maling Ayam Tewas Mengenaskan di Baturiti, Motor Pelaku Hangus Dibakar Warga

balitribune.co.id I Tabanan – Seorang pria berinisial KD alias S tewas mengenaskan setelah diamuk massa saat terpergok mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (24/7/2026) dini hari.

Selain kehilangan nyawa, sepeda motor milik terduga pelaku yang berasal dari Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tersebut juga hangus dibakar warga yang tersulut emosi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Serahkan Remisi Hari Anak Kepada 5 Anak Binaan LPKA Karangasem

balitribune.co.id I Amlapura - Sebanyak 5 Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem menerima Pengurangan Masa Pidana (PMP) dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.