Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pembentukan Relawan Pramuka Peduli, Tumbuhkan Kepedulian Sosial di berbagai Bidang

RELAWAN - Wabup Made Kasta saat pembentukan relawan Pramuka peduli sosial.

BALI TRIBUNE - Seorang anggota pramuka harus mampu mengambil peran untuk mengatasi berbagai persoalan di masyarakat. Selain aktif di bidang kepedulian sosial, anggota pramuka juga harus bisa menumbuhkan kepedulian itu kepada anggota lainnya termasuk kepada masyarakat dalam berbagai bidang.  Demikian sambutan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang dibacakan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta pada pembukaan Pelatihan Dasar Relawan Pramuka Peduli Kwarda Bali dari Kwarcab Klungkung di SDN 1 Semarapura Kangin, Sabtu (7/7). Menurut Wabup Kasta, keberadaan anggota pramuka sebagaimana disimbolkan melalui tunas kelapa, yang mana salah satunya diartikan mampu hidup dan berada dimanapun juga, secara arti luas juga harus mampu berperan dalam berbagai dimensi kondisi sosial di masyarakat. “Jadi kehadiran pramuka peduli disamping untuk ikut ambil bagian dalam mengatasi berbagai dampak bencana seperti dampak erupsi Gunung Agung yang belakangan memerlukan perhatian bersama, juga mampu menumbuhkan kepedulian diberbagai bidang,” ujar Wabup Kasta.   Wabup Kasta yang juga Ketua Kwarcab Klungkung ini berharap anggota pramuka  berperan aktif dalam mengatasi masalah sampah dan mensosialisasikan pola TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang sedang dikembangkan di Kabupaten Klungkung. Demikian juga terhadap inisiatip relawan pelestarian penyu di berbagai wilayah di Kabupaten Klungkung, anggota pramuka peduli diharapkan mampu ikut berperan didalamnya, termasuk menjadi pelopor tertib berlalu lintas, motivator donor darah dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. “Apresiasi dan penghargaan kami sampaikan atas terselenggaranya pelatihan relawan pramuka peduli,” ucapnya. Sekretaris Pramuka Kwarcab Klungkung, Ngakan Made Kasub Sidan menyampaikan, pembentukan relawan pramuka peduli menjadi prioritas penting dan memiliki peran strategis dalam penguatan pendidikan karakter, menjadikan SDM yang memiliki kompetensi, keterampilan dan kepekaan sosial dalam berbagai bidang. Pembentukan relawan pramuka peduli akan dilakukan disemua Kecamatan di Kabupaten Klungkung. Untuk pelatihan saat ini dilaksanakan selama sehari, yang melibatkan 117 anggota relawan pramuka peduli dari siswa SMA dan SMK yang telah mendaftar secara sukarela. “Sesuai tujuan gerakan pramuka adalah membentuk setiap anggota untuk memiliki kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, disiplin dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa,” sebutnya. Hadir dalam pembukaan pelatihan dasar relawan pramuka peduli Kwarcab Klungkung, perwakilan pengurus pramuka Kwarda Bali, UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung serta para pengurus pramuka Kwarcab Klungkung.  

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Penenun Berusia Lanjut di Sidemen, Mengukir Keindahan Endek dan Songket

balitribune.co.id | Amlapura - Kecamatan Sidemen sejak dulu dikenal sebagai daerah sentra tenun Endek dan Songket di Kabupaten Karangasem. Jika berkunjung dan berwisata ke sejumlah DTW di Kecamatan Sidemen, maka sayup wisatawan akan mendengar derak dan hentakan alat tenun tradisional yang berasal dari beberapa sentra tenun yang ada di dekat sejumlah objek wisata alam di daerah ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kementerian Perindustrian Dukung Bali Fashion Network® 2026: Sinergi Pemerintah dan Industri Kreatif untuk Masa Depan Fashion di Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Menjelang penyelenggaraan Bali Fashion Network® (BFN) 2026 pada 18 Oktober mendatang di International Conference Center (ICC) Bali, dukungan terhadap industri fashion berkelanjutan semakin menguat.

Baca Selengkapnya icon click

Menuju Harmonisasi, Masyarakat Adat Ungasan Minta Akses Jalan di Belakang GWK Tetap Dibuka untuk Warga

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik pagar beton pembatas di kawasan Banjar Giri Dharma, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, kembali bergulir. Pagar yang berdiri di sekitar kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) itu dinilai menutup akses jalan warga menuju permukiman dan sekolah. Menyikapi hal tersebut, masyarakat adat menggelar pertemuan di Pura Dalem Desa Adat Ungasan, Sabtu (12/10) sore.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.