Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemelaspasan Pura Prajapati Dalem Khayangan Denpasar

Pura Prajapati
MLASPAS - persembahyangan bersama dalam upacara melaspas di Pura Prajapati Dalem Khayangan Denpasar,Jumat (25/5).

BALI TRIBUNE - Pada Tahun 2017 lalu, Pura Prajapati Denpasar tertimpa pohon dan mengalami kerusakan. Akibatnya, sejumlah bangunan baik tembok penyengker dan pelinggih pura rusak berat. Kini pura tersebut telah berdiri tegak dan sudah selesai direnovasi. Bertepatan dengan Rahina Sukra Kliwon Wuku Sungsang yang dikenal dengan rahina Sugihan Bali, Jumat, (25/5) bangunan Pura Praapati Dalem Khayangan Denpasar akhirnya dipelaspas.  Pemelaspas yang dipuput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten, dari Griya Sari Tegal, Denpasar ini tampak dihadiri Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Made Mulyawan Arya. Turut menjadi upesaksi Ida Cokorda Pemecutan IX, Anggota DPD RI, A.A. Ngurah Oka Ratmadi, DPR RI, I.G.N Rai Wirajaya, Tokoh Masyarakat, serta 21 Sulinggih di Kota Denpasar. Panitia Pembangunan Pura, I Wayan Suwitra saat diwawancarai disela acara menjelaskan bahwa pelaksanaan melaspas ini tak lepas dari tuntasnya pembangunan serta renovasi parahyangan Pura Prajapati Dalem Khayangan Denpasar pasca terkena musibah pohon tumbang di tahun 2017 lalu.  Suwitra menuturkan, setelah diketahui bahwa beberapa bangunan palinggih tertimpa pohon tumbang, parum pengempon menyepakati bahwa akan dilaksanakan pemugaran pelinggih secara keseluruhan agar parahyangan terlihat indah. "Berdasarkan hasil parum disepakati untuk melaksanakan pemugaran pura secara keseluruhan dan menata lingkungan sekitar pura agar terlihat lebih indah," paparnya.  Lebih lanjut dijelaskan Suwitra, adapun pembangunan dan penataan Pura Prajapati Dalem Khayangan Denpasar ini dilaksanakan dengan dua tahapan. Yakni tahap pertama meliputi pembangunan kawasan Utama Mandala, Madya Mandala. Sedangkan untuk pembangunan tahap kedua dilanjutkan dengan renovasi tembok penyengker dan candi bentar pintu masuk utara.  Adapun biaya pembangunan pura yang berada di Pusat Kota Denpasar ini melibatkan berbagai kalangan. Seperti halnya Pemkot Denpasar, Donatur Sukarela, serta Warga Desa Pakraman Denpasar dalam bentuk urunan. Dari bantuan tersebut memiliki beragam jenis, speerti air, material bangunan, konsumsi dan uang tunai.  "Kami selaku pantia pembangunan mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Denpasar selaku guru wisesa, masyarakat Desa Pakraman Denpasar serta semua pihak yang telah membantu susksesnya pembangunan dan penataan Pura Prajapati Dalem Khayangan Denpasar yang kini telah dipelaspas," jelasnya.  Sementara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara yang hadir dalam upara pamelaspasan tersebut mengapresiasi kerjasama masyarakat yang bahu-membahu membangun dan menciptakan suasana pura yang indah. "Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang senantiasa didasari oleh pikiran suci yang tulus ikhlas dalam pembangunan dan penataan  parahyangan Pura Prajapati Dalem Khayangan Denpasar ini," pungkasnya.

wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.