balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus mendorong inovasi dalam penanggulangan bencana melalui peluncuran aplikasi SIGUMI (Sistem Informasi Mitigasi Gunung Berapi Inklusif untuk Pariwisata Berkelanjutan), Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, mewakili Bupati Karangasem, bersama unsur TNI-Polri, perangkat daerah, Ketua Pasebaya Agung, dan tim peneliti RISPRO LPDP.
Melalui riset yang dikembangkan bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, SIGUMI menghadirkan inovasi komunikasi bencana yang mengintegrasikan informasi mitigasi, komunikasi inklusif, kolaborasi multipihak, dan pariwisata berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan juga mencakup diseminasi hasil riset, penyerahan hasil penelitian, pelatihan mitigasi bencana di kawasan wisata rawan bencana, serta uji coba dan praktik penggunaan aplikasi. “Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, relawan, dan masyarakat, Karangasem terus memperkuat budaya sadar bencana demi mewujudkan pariwisata yang aman, tangguh, dan inklusif,” tegas Sekda Sedana Merta.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem sedang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan harian di wilayah Bali termasuk Karangasem berada dalam kategori lebat hingga ekstrem dengan potensi berlanjut dalam tiga hari ke depan. Kondisi ini dipicu oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rosby yang memicu pembentukan awan konvektif dengan kelembaban udara yang tinggi hingga lapisan 12.000 meter, sehingga berpotensi menimbulkan hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Melihat tingginya curah hujan, masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang yang dapat datang secara tiba-tiba akibat terbendungnya aliran sungai, tanah longsor yang dipicu hujan dengan durasi panjang, serta pohon tumbang yang dapat mengganggu akses jalan maupun jaringan listrik.
“Pemerintah Kabupaten Karangasem mengingatkan pentingnya langkah mitigasi mandiri yang dapat dilakukan masyarakat, termasuk menjaga kebersihan saluran air, menghindari aktivitas di kawasan rawan longsor, serta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi kondisi yang membahayakan jiwa untuk meminimalisir timbulnya korban jiwa maupun luka-luka,” imbau Sedana Merta.
Pemerintah Kabupaten Karangasem menekankan agar masyarakat selalu memperhatikan informasi cuaca terkini yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG serta mengikuti arahan BPBD dan instansi terkait melalui sosial media resmi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoax, guna menghindari kepanikan di tengah masyarakat.