Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pengedar 20 Ribu Pil Koplo Dibekuk

AKBP Yudith Satriya Hananta, SIk bersama Kompol Sindar Sinaga dan AKP Djoko Hariadi, SH memperlihatkan barang bukti dan para tersangka kemarin.

BALI TRIBUNE - Dua orang pengedar pil koplo sebanyak 20 ribu butir masing - masing bernama Puput Bagus Pamungkas (31) dan Aulia Yahya (22) dibekuk anggota Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polres Badung di tempat berbeda di wilayah Denpasar, Kamis (1/11) lalu.   Dari tangan Puput, polisi menyita barang bukti 2.900 butir pil koplo dan 4 paket sabu 1,52 gram. Sedangkan dari Aulia, petugas mengamankan 8.620 butir pil koplo. Total pil koplo yang diamankan sebanyak 11.520 butir.Puput diringkus di Jalan Subur Gang Mirah Cempaka, Banjar Munang - maning Pemecutan Klod, Denpasar jam 09.15 Wita.  "Dia (pelaku - red) memang merupakan target kita tetapi untuk sabu - sabu. Dan pada saat ditangkap, kita temukan empat paket sabhu ini. Tetapi setelah kita lakukan pendalaman dan penggeledahan di kamar kosnya ditemukan pil koplo ini di dalam kulkas rusak," ungkap Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, SIk didampingi Wakapolres Kompol Sindar Sinaga dan Kasat Narkoba, AKP Djoko Hariadi, SH siang kemarin. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil membekuk Aulia di tempat kosnya di Jalan Pulau Galang Gang Ratnasari Nomor 3 Gelogor Carik Denpasar pada pukul 11.00 Wita. "Mereka berdua ini satu jaringan karena bosnya sama, yaitu di Banyuwangi. Bahkan, mereka berdua statusnya residivis dalam kasus yang sama di Banyuwangi. Hanya pelanggan atau pemasaran mereka yang berbeda. Mereka punya langganan sendiri - sendiri," terang Yudith. Kepada petugas, kedua tersangka mengaku sudah tiga bulan menjalankan bisnis haram ini. Barang bukti sebanyak itu, kadang dikirim melalui jasa pengiriman dan kadang diambil langsung oleh kedua tersangka di Banyuwangi. "Untuk sekali kirim atau ambil, masing - masing sepuluh ribu butir. Jadi, kalau ditotal sekali peredaran yang dilakukan mereka berdua ini adalah dua puluh ribu butir. Dan yang kita amankan ini adalah sisa penjualannya. Mereka mengaku sudah lima kali ambil dan terima kiriman ini," urainya. Selain kedua tersangka, polisi juga menangkap 5 orang tersangka narkoba jenis sabhu, baik sebagai pengedar maupun pemakai. Mereka adalah Kadek Yunilianti (30) dibekuk di seputaran Jalan Pulau Galang Denpasar, Sabtu (3/11) jam 20.30 Wita dengan barang bukti dua paket sabhu seberat 0,74 gram. Masih pada hari yang sama,  berselang 3 jam kemudian polisi menciduk AA Istri Masgiri (32) di dalam warung makan ayam goreng di seputaran Jalan Subur Denpasar. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti satu paket sabhu seberat 0,44 gram. "Mereka tidak ada kaitan atau saling kenal. Hanya kebetulan saja mereka ditangkap pada hari yang sama dan waktunya hampir berdekatan," ujar Djoko Hariadi. Penangkapan selanjutnya terhadap Hengky Agung Prasetyo (26) di sebuah kamar kos si Jalan Gunung Bromo Denpasar, Minggu (4/11) jam 00.30 Wita. Dari dalam kamarnya, polisi menemukan satu paket sabhu seberat 0,21 gram. Keesokan harinya, Senin (5/11) jam 15.00 Wita, polisi meringkus I Putu Wedawijaya (41) di seputaran Jalan Pulau Sebatik Denpasar. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti 11 paket sabhu dengan berat keseluruhan 45,88 gram. "Dia ini sebagai pengedar dan pengakuannya, dikendalikan oleh seseorang yang berada di dalam sebuah Lapas di Bali. Masih kita dalami dan kembangkan lebih lanjut," ujar Djoko Hariadi. Penangkapan terakhir terhadap Lalu Syahrul Ramadhan (19) di seputaran Jalan Kendedes Kuta, Selasa (6/11) jam 18.30 Wita. Pada saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan, ditemukan satu paket sabhu dengan berat 0,34 gram. "Total sabhu yang kita amankan, seberat 49,13 gram brutto dan pil koplo sebanyak 11.520. Kalau ini berhasil diedarkan, berapa jumlah korban penyalahgunaan. Untuk itu, kami minta kepada masyarakat untuk mengawasi di setiap lingkungannya masing - masing," imbuhnya.  

wartawan
Redaksi
Category

Kadisparbud Bangli Tegaskan Pungutan Retribusi Kintamani yang Viral Adalah Resmi dan Sesuai SOP

balitribune.co.id | Bangli - Pungutan retribusi wisata Kintamani, Bangli kembali viral dan menuai pro-kontra. Pasalnya, pungutan retribusi dilakukan di badan jalan. Menyikapi realita tersebut, Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Dirgayusa angkat bicara. Mantan Camat Kintamani ini mengatakan bahwa petugas yang melakukan pungutan adalah petugas resmi Pemkab Bangli. 

Baca Selengkapnya icon click

Proyek Shortcut 9-10 Terancam Mandek, Warga Pegayaman Tolak Ganti Rugi Lahan

balitribune.co.id I Singaraja - Pembangunan proyek jalan pintas (shortcut) titik 9 dan 10 yang melintasi Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, masih menyisakan persoalan pelik. Sejumlah warga pemilik lahan menyatakan keberatan dan menolak nilai ganti rugi yang ditetapkan pemerintah karena dianggap tidak adil dan jauh dari harapan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gubernur Koster Minta Pansus TRAP DPRD Bali Awasi Ketat Alih Fungsi Lahan Produktif

balitribune.co.id I Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster meminta DPRD Provinsi Bali, khususnya Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP), untuk terus mengawasi alih fungsi lahan produktif yang semakin masif di Pulau Dewata.

Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-28 DPRD Bali, Rabu (25/3/2026), sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Arus Balik Lebaran, Kendaraan Roda Dua Mulai Padati Pelabuhan Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Hingga kini arus balik masih terus mengalir di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Tidak hanya pengguna jasa penyeberangan yang masuk Bali yang mengalami peningkatan, menjelang berakhirnya Libur dan Cuti Bersama Hari Raya Idulfitri, arus keluar Bali juga mengalami peningkatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polisi Periksa 5 Saksi dan Sisir CCTV Jalur Pelarian Pelaku Pembunuhan Bule Belanda di Kerobokan

balitribune.co.id | Denpasar - Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengatakan, pihaknya terus bergerak untuk mendalami kasus pembunuhan bule Belanda, Rene Pouw yang tewas dikeroyok oleh dua orang tak dikenal di seputaran Villa Amira Nomor 1, Banjar Anyar Kelod Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (23/3/2026) pukul 22.50 Wita lalu. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.