Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penilaian Subak Abian Sangkan Bogana Nagasepaha

Bali Tribune/ Penilaian Subak Abian Sangkan Bogana Nagasepaha oleh Tim Penilai Kabupaten Buleleng di di Pura Dukuh Lan Subak Abian Sangkan Bogana desa setempat,Selasa (21/5) kemarin.

balitribune.co.id | Singaraja - Dalam rangka memantapkan serta tahapan proses didalam penilaian Subak Abian antar Kecamatan di tingkat Kabupaten, yang akan dinilai pada tanggal 4 juli 2019 mendatang, Tim Pembina Kabupaten didampingi Tim Pembina Kecamatan Buleleng, secara bersama-sama melaksanakan pembinaan sekaligus Pra Penilaian Subak Abian Sangkan Bogana Desa Nagasepaha. Bertempat di Pura Dukuh Lan Subak Abian Sangkan Bogana Desa Nagasepaha Kecamatan Buleleng,Selasa (21/5) kemarin. Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Bidang Adat dan Tradisi, Ni Made Sriwati, S.Sn.M.Si., selaku Tim Pembina Kabupaten, didampingi Kasi Kes.Sossial dan Budaya Kantor Camat Buleleng, Dayu Komang Sadrika., selaku ketua Tim Kecamatan bersama anggota, secara bersama-sama melaksanakan pembinaan subak abian Sangkan Bogana.  Pembinaan tersebut dihadiri pula Perbekel Desa, Nagasepaha, Kelian Subak serta Krama Subak Sangkan Bogana. Dalam pembinaan, Tim Pembina Kabupaten yang dipimpin oleh Kepala Bidang Adat dan Tradisi, Ni Made Sriwati menyampaikan dalam sambutannya, tujuan diselenggrakannya lomba subak abian, yakni  bertujuan menjaga dan melestarikan adat dan istiadat, terutama dibidang subak.  Hal ini rutin diselenggarakan setian tahun oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, diakhir sambutannya diperkenalkan pula anggota Tim Pembina yang akan mendampingi didalam proses pembinaan. Adapun kreteria penilaian lomba subak abian yang akan dinilai diantaranya, Baga Parhyangan (hubungan manusia dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa), Pawongan (Hubungan antar krama yang mencangkup tentang keberadaan anggota, kepengurusan, tata cara rapat, ketatausahaan dan awig-awig) dan Palemahan (Tanah atau wilayah).  Maksud dan tujuan pembinaan subak abian melestarikan, memberdayakan dan mengembangkan lembaga subak  tradisional yang bericirikan sosio agraris dan religius sebagai aset budaya nasional berlandaskan Tri Hita Karana.uni

wartawan
I Wayan Sudarma
Category

ECOMOVE 2025, Langkah Nyata HIMA LSPR Bali Jaga Ekosistem Pesisir

balitribune.co.id | Mangupura - HIMA LSPR Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan ECOMOVE #1 yang diselenggarakan di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang pada Minggu (23/11). Mengusung tema “Satu Aksi, Seribu Arti, untuk Bumi yang Lestari,” kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai SMA, perguruan tinggi, dan perwakilan sponsor.

Baca Selengkapnya icon click

Komite III DPD RI Gelar Rapat Kerja Bersama Pemerintah di Bali dalam Inventarisasi Materi Pengawasan UU Narkotika

balitribune.co.id | Denpasar - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memiliki mandat konstitusional untuk memperjuangkan kepentingan daerah dalam proses penyusunan kebijakan nasional, termasuk dalam sektor kesehatan melalui alat kelengkapan Komite III. Sebagai representasi daerah, DPD RI berperan memastikan bahwa kebijakan nasional di sektor kesehatan benar-benar dapat diimplementasikan di daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tradisi Makepung Lampit, Ritual Kesuburan dan Syukur Petani

balitribune.co.id | Negara - Makepung sebagai salah satu kekayaan budaya di Jembrana. Selain atraksi makepung cikar, Jembrana juga memiliki atraksi makepung lampit. Makepung lampit memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Sebagai warisan budaya tak benda, kini makepung terus dilestarikan di Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

OJK: Konsistensi Kinerja Perbankan Dipastikan Solid Sampai Akhir Tahun 2025

balitribune.co.id | Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2025 yang menunjukkan optimisme responden bahwa kinerja perbankan akan tetap solid hingga akhir tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click

Teror Kera Liar di Tenganan, Rusak Kebun Masuk Rumah Warga

balitribune.co.id | Amlapura - Populasi kera ekor panjang atau Macaca Fascicularis yang semakin tidak terkendali di wilayah pegunungan Bukit Gumang, Bukit Nyuh Tebel dan Bukit Tenganan saat ini cendrung menjadi hama yang meresahkan petani dan warga utamanya di Desa Tenganan dan Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.