Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penjabat Bupati Buleleng Inginkan Gerokgak Jadi Kecamatan Rumput Laut

Bali Tribune / KUNJUNGAN - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Panjaitan yang mengunjungi dan meninjau budidaya rumput laut di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Selasa (28/4).

balitribune.co.id | Singaraja - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menginginkan dan akan mengembangkan Gerokgak sebagai kecamatan yang terkenal akan hasil rumput lautnya.

Lihadnyana menjelaskan Kabupaten Buleleng memiliki garis pantai terpanjang di Bali. Dengan keadaan alam tersebut, potensi tidak hanya di darat namun juga di laut. Ekonomi biru bisa dikembangkan di Kabupaten Buleleng. Salah satunya pengembangan budidaya rumput laut yang dijadikan percontohan bagi daerah lain di Indonesia. “Oleh karena itu, kedatangan pak menteri (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi) bisa menjadi perhatian yang lebih bagi Buleleng. Khususnya budidaya rumput laut ini,” jelasnya saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Panjaitan yang mengunjungi dan meninjau budidaya rumput laut di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Selasa (28/4).

Dengan ditunjuknya budidaya rumput laut di Desa Patas ini sebagai percontohan, pejabat yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali ini menginginkan Gerokgak menjadi sumber penghasil rumput laut di Kabupaten Buleleng. Ini menjadi sebuah upaya untuk membentuk dan mempromosikan Kecamatan Gerokgak sebagai kecamatan rumput laut. “Ini sesuai dengan instruksi dari Presiden RI saat mengumpulkan kepala daerah bahwa daerah harus melakukan terobosan dan inovasi. Serta memiliki jargon-jargon tematik sebagai unggulan daerah,” ujar Lihadnyana.

Lihadnyana menambahkan budidaya rumput laut ini memberikan efek berganda bagi lingkungan sekitar. Tidak hanya memperbaiki terumbu karang, juga bisa membantu budidaya ikan. Ekosistem bawah laut juga bisa dijaga dengan budidaya rumput laut ini. Di hilir pun, produk turunan dari rumput laut begitu banyak. “Oleh karena itu, kita harapkan dan inginkan Gerokgak bisa menjadi kecamatan rumput laut,” imbuh dia.

Sementara itu, Luhut mengungkapkan budidaya rumput laut ini akan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan termasuk memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Budidaya rumput laut yang dikembangkan ini juga mengurangi emisi karbon. Termasuk membersihkan laut dengan menyerap nutrisi-nutrisi pada lahan yang digunakan dan menumbuhkan perkembangan ikan-ikan yang ada. “Karang-karang yang rusak juga bisa tumbuh dengan baik dan cepat melalui metode budidaya yang dilakukan,” ungkapnya.

Dirinya pun mengatakan tidak hanya di laut, implikasinya juga terjadi di darat. Rumput laut yang dihasilkan bisa menjadi pengganti minyak. Juga menjadi pengganti plastik. Semuanya akan didalami dan akan dirapatkan kembali. Termasuk mendiskusikannya dengan para ahli. “Kita akan coba seluas satu kilometer persegi. Mungkin di Lombok atau disini juga. Secepatnya kita akan laksanakan,” kata dia.

wartawan
CHA
Category

Alih Fungsi Lahan di Badung Semakin "Gila-gilaan", Tahun 2024 Saja Mencapai 348 Hektar

balitribune.co.id | Mangupura - Masifnya pembangunan berdampak serius terhadap alih fungsi lahan di Kabupaten Badung.  Tercatat setiap tahun alih fungsi lahan terus bertambah. Bahkan alih fungsi lahan terjadi secara "gila-gilaan" pada tahun 2024. Dimana dalam setahun itu dua ratusan hektar lahan produktif di Gumi Keris berubah menjadi beton.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penenun Berusia Lanjut di Sidemen, Mengukir Keindahan Endek dan Songket

balitribune.co.id | Amlapura - Kecamatan Sidemen sejak dulu dikenal sebagai daerah sentra tenun Endek dan Songket di Kabupaten Karangasem. Jika berkunjung dan berwisata ke sejumlah DTW di Kecamatan Sidemen, maka sayup wisatawan akan mendengar derak dan hentakan alat tenun tradisional yang berasal dari beberapa sentra tenun yang ada di dekat sejumlah objek wisata alam di daerah ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kementerian Perindustrian Dukung Bali Fashion Network® 2026: Sinergi Pemerintah dan Industri Kreatif untuk Masa Depan Fashion di Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Menjelang penyelenggaraan Bali Fashion Network® (BFN) 2026 pada 18 Oktober mendatang di International Conference Center (ICC) Bali, dukungan terhadap industri fashion berkelanjutan semakin menguat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.