balitribune.co.id | Negara - Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan gangguan keamanan ketertiban dan ketentraman di wilayah desa. Salah satunya penanganan awal terhadap kasus kriminalitas di masyarakat.
Seperti pada kejadian pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Desa Baluk, Kecamatan Negara. Curat kali ini terjadi tengah malam saat situasi wilayah tengah sepi. Warga Banjar Anyar Desa Baluk yang tengah beristirahat pulas saat itu tidak ada yang menyadari adanya orang tidak dikenal yang sudah mengincar salah satu rumah. Benar saja, saat Regu I Satlinmas Desa Baluk melaksanakan ronda keliling wilayah, anggota jaga yang keliling berjalan kaki melihat ada orang yang mengendap-endap memanjat tembok pekarangan dan masuk ke dalam rumah salah satu warga, Bapak Wide.
Petugas yang mengetahui adanya orang tidak dikenal dengan gerak-gerik yang mencurigakan tersebut langsung melaporkannya kepada ketua regu yang tengah siaga berjaga di pos Satkamling melalui HT. Ketua Regu memerintahkan petugas tersebut agar tetap berada lokasi untuk mengawasi situasi. Pelaku pencurian panik setelah mendengar suara kulkul (kentongan) di Pos Satkamling pertanda ada pencurian. Pelaku berhasil keluar rumah dan berusaha kabur melarikan barang hasil curiannya.
Anggota jaga yang melihat pelaku melarikan diri, segera mengejar dan melakukan pengepungan. Dengan kemampuan bela diri yang dimiliki masing-masing Anggota Jaga, bisa segera melumpuhkan dan menangkap pelaku dan membawa ke Pos Jaga beserta barang hasil curiannya. Warga yang geger berhamburan keluar ke jalan, beberapa orang diantaranya bahkan sudah membawa batang kayu hendak menghajar pelaku yang sudah diamankan personil Satlimas menuju ke pos jaga.
Kejadian ini dilaporkan oleh Ketua Regu yang kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Perbekel. Pelaku diketahui warga dari luar desa dan mengaku telah mengincar rumah korban. Bhabin menyarankan agar kejadian ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau restoratif justice, namun dari pihak korban tidak terima. Dengan pertimbangan memberi efek jera kepada pelaku agar tidak lagi melakukan tindakan yang sama serta merasa dirugikan sehingga diserahkan ke Polsek Negara.
Kejadian pecurian tersebut merupakan salah satu simulasi kemampuan personel Satkamling yang ditampilkan saat Penilaian Lomba Satkamling Tingkat Polda Bali di Desa Baluk, Senin (13/6/2022). Sejumlah kemampuan lain juga disimulasikan di hadapan penilai. Petugas Satkamling yang terdiri dari Linmas, Satpam, Pamswakarsa (Pecalang dan Banser) juga mensimulasikan penanganan awal kejadian kebakaran rumah, kecelakaan lalu lintas hingga kecelakaan laut warga tenggelam.
Kasubdit Bin Polmas Polda Bali Kompol Anwar Sasmito selaku Ketua Tim Penilai mengakui dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaaan kamtibmas sehari-hari, Polri tidak dapat bekerja sendiri tetapi memerlukan adanya partisipasi masyarakat melalui pemolisian masyarakat. Pihaknya mengakui Satkamling memiliki peran strategis sebagai garda terdepan ditengah kehidupan masyarakat,