Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perdiknas Denpasar Minta Perhatikan Konsep Keseimbangan, Undiknas Tekankan Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Bali Tribune / A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda (kanan) dan Nyoman Sri Subawa

balitribune.co.id | Denpasar - Derasnya arus era revolusi industri 4.0 yang begitu pesat telah menuntut lembaga pendidikan untuk bisa lebih terbuka, luwes, dan bermutu. Sehingga lembaga pendidikan harus memiliki fleksibilitas tinggi agar dapat mewujudkan ekosistem belajar yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. 

Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda kepada awak media di Kampus Undiknas Denpasar, Kamis (12/3) mengatakan, menghadapi perubahan tersebut sudah saatnya semua pemangku kepentingan, baik pimpinan yayasan maupun pimpinan unit yang berada di bawah Perdiknas duduk bersama membahas persoalan –persoalan mendasar yang tengah dihadapi.

Hal ini bertujuan agar diperoleh solusi jernih dan rasional, bukan sekadar lontaran jargon, janji-janji manis, dan solusi absurd yang tidak bisa diterapkan di lapangan. Selain itu perlu disadari betul bahwa diperlukan pemikiran yang matang dan rasional. 

Menurut dia, jangan pernah melepaskan "kepala dan badan" dalam merumuskan strategi, merancang dan menentukan langkah ke depan menuju masa depan seluruh lembaga yang berada di bawah naungan Perdiknas Denpasar. "Berpikir cerdas dan selalu bertindak dengan menempatkan rasa dan empati yang tinggi sehingga langkahnya pasti, tidak sekadar meraba-raba mengikuti tren yang sedang berkembang di masyarakat," katanya. 

Dengan demikian di tengah gempuran perubahan yang demikian dahsyat, baik SMP Nasional, SMK Teknas, maupun Undiknas Denpasar dapat terus berkembang, memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan dan mampu menghasilkan generasi emas berkualitas serta lulusannya mampu diserap, bahkan menjadi idaman dunia industri.

"Kami meyakini bahwa manajemen pendidikan menjadi salah satu komponen kunci yang bertanggung jawab terhadap baik buruknya mutu pendidikan terutama pada sekolah swasta yang bernaung di bawah yayasan. Berkaitan dengan hal tersebut dalam setahun terakhir Perdiknas Denpasar telah menjalankan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel," jelas Eddy. 

Kata dia, berbagai kebijakan telah dilaksanakan untuk mendukung kinerja unit yang berada di bawah Perdiknas dengan tetap memperhatikan konsep keseimbangan berlandaskan ajaran Tri Hita Karana untuk mencapai hubungan yang harmonis. 

Sementara itu Rektor Undiknas Denpasar, Nyoman Sri Subawa menyampaikan bahwa saat ini pihaknya mengubah konsep dan pola pembelajaran dengan berinteraktif sesuai gaya milenial. "Agar menjadi kampus milenial yang menyenangkan. Orang yang mampu bersaing adalah orang yang mampu merespon," katanya.

Diakui, cara-cara yang disukai kalangan milenial diterapkan di kampus ini, misalnya proses pembelajaran, magang di perusahaan nasional dan internasional hingga setahun. "Pengalaman kerja sudah dilakukan di dunia industri dan usaha, hal yang dipelajari adalah tim work. Saat ini sedang dipersiapkan mahasiswa di Duta Besar Bangkok, Thailand selama 1 tahun untuk belajar di sana dengan pengakuan setara dengan mata kuliah. Ini sudah diatur dalam Permendikbud terbaru 2020," beber Subawa. 

Pihaknya mengaku tetap mengikuti perkembangan teknologi dengan merespon perubahan revolusi industri 4.0 yang berbasis teknologi. Dimana mahasiswa boleh memilih 20 SKS, mata kuliah yang ada korelasinya dengan teknologi terkini. "Dalam satu semester boleh memilih lintas program studi. Sehingga pengetahuan mahasiswa tidak terbatas pada apa yang menjadi bidang ilmunya," imbuh Subawa.   

Disamping riset, Ia juga menerapkan pola pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang tidak mencari kerja tetapi membuka lapangan kerja atau entrepreneur. "2021 kita akan tekankan jika tidak punya usaha belum bisa lulus kuliah. Sehingga dosen harus memberikan pendampingan dan pembelajaran terkait itu. Kami observasi, lulusan ada yang mencari kerja dan menciptakan lapangan kerja. Ke depan, mahasiswa sebelum lulus harus menciptakan lapangan kerja dan dosen ditekankan memberikan materi entrepreneur," katanya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Mesin Pirolisis Tak Kunjung Beroperasi, Sampah Residu Menumpuk di TOSS Center Karangdadi

balitribune.co.id I Semarapura - Tumpukan sampah residu di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, masih belum teratasi. Mesin pengolah sampah berteknologi pirolisis yang diharapkan menjadi solusi belum dapat dioperasikan karena masih menunggu kedatangan teknisi ahli dari luar negeri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kambuh saat Bermotor, Penyandang Epilepsi Jatuh dan Tewas di Aliran Irigasi

balitribune.co.id I Gianyar - Warga Banjar Anggar Kasih, Medahan, Blahbatuh, Kamis (9/7/2026) siang digegerkan dengan musibah yang menimpa  warganya, Wayan Edi Parwata (35).  Orang dengan Epilepsi (ODE) atau penyandang epilepsi ini ditemukan meninggal dunia di aliran irigasi. Sebelumnya sempat  dilaporkan hilang usai diduga mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

Baca Selengkapnya icon click

Sanggar Naya Art Tampil Memukau dalam Utsawa Gong Kebyar Dewasa

balitribune.co.id I Gianyar - Komunitas Seni Sanggar Naya Art, Banjar Menguntur, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, tampil sebagai Duta Kabupaten Gianyar pada ajang Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Rabu (8/7/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wamen PANRB Bersama KSP, Ombudsman RI, dan Wamendagri Tinjau MPP Gianyar

balitribune.co.id I Gianyar - Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama rombongan, Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Syafrida Rachmawati Rasahan, dan melakukan kunjungan kerja ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gianyar, Kamis (9/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Sidang Paripurna Ngaret 2 Jam, Ketua DPRD Buleleng Bantah Ada Boikot

balitribune.co.id I Singaraja - Pelaksanaan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng, Kamis (9/7/2026), mengalami keterlambatan hingga dua jam dari jadwal yang telah ditentukan. Selain diduga soal keterlambatan kehadiran sejumlah anggota dewan, hal tersebut disebabkan adanya upaya penyamaan persepsi atas perbedaan dalam pandangan umum fraksi-farksi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.