Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perizinan ABT Tak Jelas, Dinas PMPTSP Gelar FGD, Banyak Pengusaha Terjebak Urusan Pidana Akibat Dianggap Menjalankan Usaha Ilegal

Bali Tribune /PERTEMUAN - DPMPTSP Kabupaten Buleleng menggelar pertemuan FGD dalam rangka memfasilitasi para pengusaha untuk membahas persoalan terkait izin ABT, Kamis (23/11/2023).


balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah pengusaha mengeluhkan aturan yang berkaitan dengan perizinan terutama soal izin Air Bawah Tanah dan Sektor Pertambangan (ABT). Bahkan banyak diantaranya terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum akibat ketsulitan mengurus perizinan untuk memayungi pengusaha dalam menjalankan usahanya. Beberapa di antaranya hingga ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap melakukan kegiatan usaha tanpa memiliki izin.

Menariknya, pihak yang dianggap melakukan kegiatan ilegal tersebut tetap ditarik pajak untuk dibayarkan ke kas daerah. Hal itu terungkap saat Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng menggelar pertemuan berupa forum group discussion (FGD) dalam rangka memfasilitasi para pengusaha untuk membahas persoalan terkait izin ABT, Kamis (23/11/2023).

Dalam pertemuan itu disebutkan sebagai tindak lanjut atas Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2021 tentang penyelenggaraaan Perizinan di Daerah dan Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 8 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Fasilitasi,Penanaman Modal Tahun Anggaran 2023.

Sejumlah pengusaha hadir dalam acara tersebut baik sektor dari pariwisa,pengusaha galian C atau pertambangan serta rumah sakit.Sedangkan sebagai nara sumber dari Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumberdaya Mineral (DKESDM) Provinsi Bali dan DPMPTSP Provinsi Bali.

Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Buleleng I Made Kuta S.Sos,mengatakan pihaknya mengundang para pengusaha dari sektor pariwisata maupun Galian C pertambangan dalam rangka memfasilitasi permasalahan pelaku usaha terkait perizinan ABT.Dalam kasus yang mencuat kepermukaan kata Kuta,pengusaha pariwisata terutama perhotelan kebanyakan menggunakan air bawah tanah untuk menjalankan usahanya.

Persolan muncul sejak Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja disahkan dengan turunan PP No.5 Tahun 2021 tentang perizinan berbasis resiko.Sedangkan usaha bidang ABT masuk dalam katagori bersiko tinggi karena itu kewenangan untuk menerbitkan izin ada di pemerintah pusat. “Kita yang didaerah tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut mengingat persyaratan untuk perizinan cukup lumayan karena harus menyertakan rekomendasi dari BWS (Balai Wilayah Sungai), rekomendasi PDAM dan izin lingkungan yakni UKL-UPL dan itu cukup dirasakan bagi pengusaha,” terang Kuta.

Kuta menyebut, pihaknya memberikan ruang untuk memfasilitasi pelaku usaha ABT dan pertambangan agar diketahui proses penerbitan perizinan yang sebenarnya.Karena dalam konteks itu, kata Kuta, masih terdapat kegamangan bagi masyarakat yang hendak mengurus izin. “Maunya cepat (memiliki izin) namun kenyataannya saat melakukan proses penerbitan izin para pengusha mengeluh karena dianggap ribet dan sulit.Kami membantu memfasilitasi sesuai kewenangan kami,melakukan sosialisasi dan pemahaman proses pengurusan izin.Dan pemerintah daerah siap memberikan pendampingan jika diminta jika persyaratan telah lengkap,” papar Kuta.

Saat ini proses penerbitan izin sudah melalui sistim OSS (Online Single Submission) dengan mekanisme digital dan bersifat mandiri. ”Kami hanya ingin menyamakan persepsi untuk memberikan titik terang kepada pelaku usaha agar masalah mereka dibantu oleh pemerintah provinsi sebagai kepanjangan tangan pemeirntah pusat,” terangnya.

Sementara itu Dicky Octavianus dari Tim Pelayanan Perizinan Secara Online atau Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA) DPMPTSP Provinsi Bali yang hadir dalam FGD itu mengatakan pihaknya sementara masih menerima keluhan para pengusaha terlebih dahulu untuk kemudian dicarikan jalan keluar pada pertemuan berikutnya. Terlebih setelah terbtnya SKB 3 Menteri terkait kewenangan proses perizinan. “Sebelum terbit SKB 3 Menteri untuk izin penggunaan air bawah tanah dan permukaan tanah masuknya ke Dinas PUPR dibawah Kementrian PUPR.Nah,saat ini kewenangan pengaturannya ada di Kementrian ESDM Bidang Geologi,” jelasnya.

Sedang waktu tenggat 3 tahun diberikan waktu,menurut Dicky Octavianus dari UU No 6 tahun 2023 dan ini akan menjadi bahan masukan untuk melakukan pembahasan dengan biro hukum terkait hal tekhnis. ”Karena rekanan sedang mengurus izin jangan sampai dalam rentang waktu tiga tahun itu ada aparat hukum yang masuk karena sudah ada itikad baik. Nanti DPMPTSP Kabupaten Buleleng bisa melakukan tindak lanjut dengan biro hukum kabupaten agar penusaha aman nyaman menjalankan usahanya,” jelasnya.

Sekretaris PHRI Buleleng Heri Wijaya mengatakan,pihaknya menemui kesulitan memproses perizinan baru maupun memperpanjang.Terlebih selama ini usaha yang dijalankan terkendala Covid-19 dan pasca itu usaha mereka mulai menggeliat Kembali. “Nah saat akan memulai berusaha dengan itikad baik ternyata regulasi berubah-ubah. Dari OSS dan lainnya sampai saat ini terbit lagi SKB Tiga Menteri terkait ABT dan itu regulasinya belum jelas,” kata Heri.

Akibat ketidak jelasan itu Heri mengaku terganggu dengan ulah sejumlah oknum yang mendatangi para pengusaha menanyakan izin ABT. Ancaaman hukumannya cukup besar padahal kata Heri, mereka sudah berniat mengurus namun kesulitan dalam prosesnya. “Sementara ada titik terang melalui SKB Tiga Menteri yang menyebutkan dalam rentang 3 tahun tidak ada sanksi sembari memproses perizinannya,” tandas Heri.

wartawan
CHA
Category

Klarifikasi Kasus Anak Kembar: Anak Tidak Diculik, Penyelidikan Perkara Dihentikan

balitribune.co.id | Denpasar - Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Paul Lionel La Fontaine dengan mantan istrinya, Adinda telah dihentikan oleh pihak kepolisian. Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SPPP) beromor: SPPP/106/XI/Res 1.24/2025/Samesknm 1 itu diterbitkan pada 17 November 2023, menyatakan bahwa penyelidikan dihentikan karena tidak ditemukan bukti adanya tindak pidana.

Baca Selengkapnya icon click

Logo Baru Honda Fans Bali, Padukan Spirit Jalak Bali dan Energi Modern Gen Z

balitribune.co.id | Denpasar – Honda Fans Bali, komunitas resmi pecinta sepeda motor Honda di bawah naungan Astra Motor Honda Bali, resmi meluncurkan identitas visual terbaru sebagai bagian dari penguatan arah strategis komunitas ke depan. Mengusung semangat “Terbang Tinggi, Melaju Bersama”, identitas ini merefleksikan komitmen Honda Fans Bali dalam menyatukan nilai budaya lokal dengan semangat modern generasi muda.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.