balitribune.co.id | Denpasar - Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Bali terus memperkuat transformasi pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi utama mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali yang unggul. Komitmen ini ditegaskan melalui partisipasi aktif dalam Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Khusus yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali di Ruang Jana Kerti, Denpasar, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi para guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengimplementasikan nilai-nilai SDM Bali Unggul, kebijakan kependudukan, serta menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., dalam paparannya menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. "Transformasi pembangunan keluarga berkualitas adalah strategi kunci untuk mencetak generasi yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing. Sinergi dengan sektor pendidikan mutlak diperlukan agar kebijakan kependudukan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan," jelasnya.
Mewakili Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ketua Tim Kurikulum dan Pembelajaran Bidang Pembinaan PK dan PLK, B. Dodi Permadi Ashrama, S.Kom., M.M., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya strategis untuk membekali guru agar mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam proses belajar-mengajar di satuan pendidikan khusus. Penguatan pemahaman ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang mandiri dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dr. Sukardiasih turut memaparkan data terkini dari Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, yang mencatat Total Fertility Rate (TFR) Bali sebesar 2,02 anak per perempuan dan Contraceptive Prevalence Rate (CPR) mencapai 63,86 persen.
Dengan dominasi generasi milenial dan Gen Z, Bali memiliki momentum strategis untuk memanfaatkan bonus demografi melalui kebijakan keluarga yang adaptif. BKKBN Bali menekankan transformasi keluarga berkualitas yang bertumpu pada tiga dimensi utama:
- Ketenteraman keluarga.
- Kemandirian keluarga.
- Kebahagiaan keluarga.
Selain itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi, khususnya bagi remaja berisiko tinggi, menjadi poin penting dalam materi yang disampaikan guna meminimalisir permasalahan remaja.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor antara Kemendukbangga/BKKBN dan Disdikpora Provinsi Bali. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong implementasi kebijakan kependudukan yang lebih luas, memperkuat peran keluarga, serta mendukung terwujudnya visi besar Bali Unggul dan Indonesia Emas 2045.